النّور (An-Nur)

Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
جَاۤءُوْ
(mereka) datang/membawa
بِالْاِفْكِ
dengan berita bohong
عُصْبَةٌ
golongan
مِّنْكُمْۗ
dari kamu
لَا
jangan
تَحْسَبُوْهُ
kamu mengiranya
شَرًّا
buruk
لَّكُمْۗ
bagi kalian
بَلْ
tetapi
هُوَ
ia/itu
خَيْرٌ
baik
لَّكُمْۗ
bagi kalian
لِكُلِّ
tiap-tiap
امْرِئٍ
seseorang
مِّنْهُمْ
dari mereka
مَّا
apa
اكْتَسَبَ
yang ia kerjakan
مِنَ
dari
الْاِثْمِۚ
dosa
وَالَّذِيْ
dan yang/siapa
تَوَلّٰى
berpaling/mengambil
كِبْرَهٗ
terbesarnya
مِنْهُمْ
dari mereka
لَهٗ
baginya
عَذَابٌ
azab
عَظِيْمٌ
yang besar
﴿١١﴾
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu (juga). Janganlah kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barangsiapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula).
2802 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang datang dengan membawa kedustaan yang paling keji, yaitu menuduh Ummul Mukminin Aisyah dengan tuduhan zina, adalah satu golongan yang mengaku berasal dari kalian (wahai kaum Muslimin), maka janganlah beranggapan bahwa perkataan mereka buruk bagi kalian, bahkan sebaliknya itu adalah suatu kebaikan bagi kalian, lantaran hal itu membuat pembersihan nama Ummul Mukminin dan kesucian dan penghormatan namanya, mengangkat derajatnya, dan menghapus semua kesalahannya. Tiap-tiap individu yang berbicara dusta, baginya balasan perbuatannya berupa dosa. Dan orang yang menanggung penyebarannya hingga meluas adalah Abdullah bin Ubay bin Salul seorang pembesar orang munafik (semoga Allah melakantnya), baginya siksaan besar di akhirat, yaitu tinggal secara abadi di bagian terbawah neraka.

Sumber: https://tafsirweb.com/6139-surat-an-nur-ayat-11.html

Tafsir as-Sa'di

11 Firman Allah, “sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu,” yaitu kedustaan yang keji, berupa tuduhan kepada Ummul Mukminin, “adalah dari golongan kamu juga,” maksudnya sekelompok orang yang menisbatkan diri kepada kalian, wahai kaum Mukminin. Diantara mereka, ada seorang Mukmin yang sejati dalam keimanannya, akan tetapi termakan oleh isu yang dihembuskan oleh orang-orang munafik. Sebagian lagi adalah orang-orang yang munafik. “janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu,” karena mengandung (keterangan) tentang rehabilitasi nama Ummul Mukminin dari tuduhan keji, kesucian pribadi dan pengangkatan citranya.Pujian yang umum ini pun mencakup juga seluruh istri Nabi. (kejadian ini baik buat bagi kalian) lantaran memuat (juga) pengetengahan ayat-ayat yang sangat dibutuhkan oleh para hamba, yang akan terus berlaku sampai Hari Kiamat. Ini semua merupakan kebaikan yang sungguh besar, seandainya tidak ada isu komentar yang dilontarkan penyulut berita dusta ini, niscaya kebaikan-kebaikan itu tidak teraih. Bilamana Allah menghendaki suatu perkara, maka Dia akan menciptakan sebab kausalitas ke arahnya.Oleh karena itu, Allah menjadikan arah pembicaraan bersifat umum bagi seluruh kaum Mukminin. Allah mengabarkan bahwa celaan kepada sebagian kaum Mukminin hakikatnya seperti mencela dirinya sendiri. Dalam ayat ini, terdapat keterangan bahwasannya kaum Mukminin dalam kecintaan, kasih sayang, kelembutan dan kebersamaan mereka sesuai dengan kemaslahatan mereka ibarat jasad yang satu, dan seorang Mukmin dengan orang Mukmin lainnya, bak bangunan yang saling menguatkan.Sebagaimana seseorang tidak suka menodai siapapun melukai kehormatan saudaranya yang Mukmin yang sudah seperti dirinya sendiri. Bila ternyata seorang hamba belum sampai kepada keadaan ini, maka sesungguhnya itu terjadi karena imannya kurang dan tidak amu bersikap baik terhadap dirinya. “tiap-tiap orang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya,” ini adalah ancaman bagi orang-orang yang telah membawa cerita dusta, bahwa mereka akan dihukum sesuai dengan materi yang telah mereka katakan. Nabi telah menjatuhkan hukum had kepada sebagian mereka. “dan siapa (diantara mereka) yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu,” yakni penyulut berita dusta, seorang munafik yang keji, ’Abdullah bin ubay salul, semoga laknat Allah tertuju kepadanya, “baginya azab yang besar.” Ketahuilah, azabnya adalah kekal abadi di neraka yang paling bawah.

Sumber: https://tafsirweb.com/6139-surat-an-nur-ayat-11.html

Tafsir Al-Wajiz

11. Cerita tentang kebohongan ini (pada ayat 18) bahwa sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong kepadamu itu. Yaitu berita bohong yang menjadi berita bohong paling buruk tentang Sayyidah Fatimah ummul mukminin yang menuduhnya berzina itu adalah dari golongan kamu juga.Mereka adalah Abdullah bin Ubay, Zaid bin Rafa’ah, Hasan bin Tsabit, Misthah bin Atsatsah, Humnah binti Jahs dan orang-orang yang membantunya. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya.Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar di akhirat. Ayat ini turun ketika Aisyah mendapat fitnah keji ketika perang dengan dengan Bani Mushthalaq. Ketika kalungnya jatuh dia kembali untuk mencarinya, sehingga tertinggal dari tentara tanpa diketahui bahwa Aisyah tertinggal.

Sumber: https://tafsirweb.com/6139-surat-an-nur-ayat-11.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Sepuluh ayat ini diturunkan tentang Aisyah ketika dia dituduh pelakukan perselingkuhan oleh sejumlah orang yang mengatakan berita bohong dari kalangan orang-orang munafik, padahal apa yang mereka katakan itu dusta belaka dan buat-buatan mereka sendiri, yang membuat Allah murka demi dia dan NabiNya ﷺ. Maka Allah سبحانه وتعالى menurunkan wahyu yang membersihkan kehormatannya demi memelihara kehormatan Rasulullah ﷺ Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari segolongan kalian juga) yaitu kumpulan orang dari kalangan kalian; yaitu bukan satu atau dua orang, melainkan sekumpulan orang. Orang yang pertama menyebar hal terkutuk ini adalah Abdullah bin Ubay bin Salul, pemimpin orang-orang munafik.Dia adalah orang yang mengumpulkan dan menyebarkan dusta itu sehingga hal itu masuk ke pikiran sebagian orang-orang muslim, dan mereka membicarakan hal itu. Sedangkan sebagian orang-orang muslim lain tidak menanggapi apapun tentang itu. Keadaan ini berlanjut sampai hampir satu bulan, sampai turunlah ayat-ayat Al-Qur'an.Keterangan hal ini disebutkan di dalam hadits-hadits shahih. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu) yaitu dusta, kebohongan, dan berita yang dibuat-buat (segolongan orang) yaitu sekumpulan orang dari kalian (Janganlah kalian kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kalian) Wahai keluarga Abu Bakar (Bahkan ia adalah baik bagi kalian) yaitu di dunia dan akhirat; yaitu lisan yang jujur di dunia dan kedudukan yang tinggi di akhirat. Dan menampakkan kemuliaan mereka karena Aisyah memperoleh perhatian dari Allah SWTT saat Allah menurun­kan wahyu yang membersihkan dirinya di dalam Al-Qur'an yang agung (yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana, Maha Terpuji (42)) (Surah Fushshilat).Oleh karena itu ketika Aisyah sedang menjelang wafatnya, kemudian Ibnu Abbas masuk menjenguknya, maka Ibnu Abbas berkata,"Bergembiralah kamu, sesungguhnya kamu adalah istri Rasulullah ﷺ dan beliau sangat mencintaimu. Beliau belum pernah menikah dengan seorang perawan selain dirimu, dan pembersihan namamu diturunkan dari langit" Firman Allah سبحانه وتعالى: (Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya) yaitu bagi setiap orang di antara mereka yang membicarakan peristiwa itu dan menuduh Aisyah berbuat keji maka akan mendapat bagian dari azabnya yang besar. (Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu) Dikatakan bahwa makna ayat ini adalah orang yang mulai mengumpulkan, membubuhi, menyiarkan dan membenarkannya (baginya azab yang besar) atas perbuatan itu. Menurutt mayoritas ulama bahwa yang dimaksud adalah Abdullah bin Ubay bin Salul; semoga Allah menghukum dan melaknatnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/6139-surat-an-nur-ayat-11.html

Informasi

Surat

النّور (An-Nur)

Cahaya — 64 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

11 dari 64 ayat

Juz

Juz 18

Halaman

Halaman 351

Ruku

Ruku 302

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 70 (140/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2802 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-24