النّور (An-Nur)
Per AyatMushaf
لَوْلَآ
mengapa tidak
اِذْ
tatkala
سَمِعْتُمُوْهُ
kamu mendengarnya
ظَنَّ
menyangka
الْمُؤْمِنُوْنَ
orang-orang mu'min
وَالْمُؤْمِنٰتُ
dan orang-orang mu'minat
بِاَنْفُسِهِمْ
terhadap diri mereka
خَيْرًاۙ
baik
وَّقَالُوْا
dan mereka berkata
هٰذَآ
ini
اِفْكٌ
berita bohong
مُّبِيْنٌ
yang nyata
﴿١٢﴾
Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita bohong itu dan berkata, “Ini adalah (suatu berita) bohong yang nyata.”
2803 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Mengapa sebagian kaum Mukminin dan Mukminat tidak berprasangka baik kepada sebagian yang lain begitu mendengar isu dusta tersebut, yaitu bersihnya orang yang tertuduh dari tuduhan yang mereka lontarkan, dan kemudian berkata, “Ini adalah kebohongan nyata terhadap Aisyah.”
Sumber: https://tafsirweb.com/6140-surat-an-nur-ayat-12.html
Tafsir as-Sa'di
12 kemudian Allah memberikan petunjuk kepada para hambaNya bila mendengar perkataan seperti ini. firmannNya, “mengapa diwaktu kamu mendengar berita bohong itu, orang-orang Mukminin dan Mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri,” maksudnya kaum Mukminin menyangka sebagian mereka dengan prasangka yang baik, yaitu bebas dari tuduhan mereka. Sesungguhnya keimanan yang mereka punya akan menyingkirkan tuduhan dusta yang batil tentang mereka. “dan mereka mengatakan,” karena prasangka tersebut, “Mahasuci Engkau,” yakni untuk menyucikanMu dari segala kejelekan serta menyucikanMu dari penetapan ujian kepada hamba-hambaMu yang setia dengan segala perbuatan yang keji. “ini adalah suatu berita bohong yang nyata,” maksudnya dusta dan kebohongan termasuk perkara yang paling besar dan paling jelas. Ini adalah prasangka yang wajib dilakukan tatkala seorang Mukmin mendengar saudaranya seiman tertimpa tuduhan semacam ini, menjauhkannya dari lisannya dan mendustakan orang yang telah melontarkan itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/6140-surat-an-nur-ayat-12.html
Tafsir Al-Wajiz
12. Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukmin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan mengapa tidak berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata".
Sumber: https://tafsirweb.com/6140-surat-an-nur-ayat-12.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 12-13 Hal ini merupakan pelajaran dari Allah kepada orang-orang mukmin dalam kisah Aisyah saat sebagian dari mereka memperbincangkan hal yang buruk dan berita bohong itu. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mengapa) yaitu mengapa (di waktu kalian mendengar berita bohong itu) yaitu tuduhan yang dilontarkan terhadap Aisyah (orang-orang mukmin dan mu’minat tidak berprasangka baik terhadap diri mereka sendiri) yaitu seandainya tuduhan seperti itu dilontarkan terhadap diri mereka. Jika tuduhan tersebut tidak layak dilontarkan terhadap diri mereka, maka ‘Aisyah itu lebih bersih dari tuduhan itu dengan kedudukan yang lebih utama dan lebih kuat Firman Allah: (orang-orang mukmin (tiada) berprasangka) hingga akhir ayat. yaitu, mengapa mereka tidak berprasangka baik, karena sesungguhnya ‘Aisyah adalah orang yang berbuat kebaikan dan lebih utama dalam perbuatan itu.Hal ini berkaitan dengan hati. Firman Allah (mereka berkata) dengan lisan mereka ("Ini adalah suatu berita bohong yang nyata”) yaitu dusta yang jelas kepada ‘Aisyah, karena kejadian yang sebenarnya sama sekali tidak mengandung hal yang mencurigakan, karena Aisyah datang dengan mengendarai unta Safwan bin Al-Mu'aththal di tengah hari, sedangkan semua pasukan menyaksikan hal itu dan Rasulullah ﷺ ada di antara mereka. Seandainya hal ini mengandung kecurigaan, maka kedatangan itu tidak terang-terangan, dan keduanya datang tidak disaksikan oleh semua orang. melainkan dengan segala upaya seandainya mengandung hal yang mencurigakan, maka dengan sembunyi-sembunyi.Berdasarkan kenyataan ini dapat disimpulkan bahwa apa yang mereka lontarkan terhadap Aisyah merupakan kebohongan, hal yang dibuat-buat, tuduhan keji dan merupakan transaksi yang merugikan. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mengapa) yaitu mengapa (mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan) yaitu untuk membuktikan apa yang mereka katakan (empat orang saksi) untuk bersaksi terhadap kebenaran dari apa yang mereka tuduhkan (Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi, maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta) yaitu dalam hukum Allah, mereka adalah orang-orang yang berdusta dan durhaka
Sumber: https://tafsirweb.com/6140-surat-an-nur-ayat-12.html
Informasi
Surat
النّور (An-Nur)
Cahaya — 64 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
12 dari 64 ayat
Juz
Juz 18
Halaman
Halaman 351
Ruku
Ruku 302
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 70 (140/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2803 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-24