النّور (An-Nur)
Per AyatMushaf
اِذْ
tatkala
تَلَقَّوْنَهٗ
kamu menerimanya
بِاَلْسِنَتِكُمْ
dengan lidah/lisan kamu
وَتَقُوْلُوْنَ
dan kamu katakan
بِاَفْوَاهِكُمْ
dengan mulut-mulut kamu
مَّا
apa
لَيْسَ
yang tidak
لَكُمْ
bagi kalian
بِهٖ
dengannya/tentang itu
عِلْمٌ
pengetahuan (ketahui)
وَّتَحْسَبُوْنَهٗ
dan kamu mengiranya
هَيِّنًاۙ
ringan
وَّهُوَ
dan ia/itu
عِنْدَ
di sisi
اللّٰهِ
Allah
عَظِيْمٌ
besar
ۚ
﴿١٥﴾
(Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu soal besar.
2806 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Ketika kalian menangkap berita bohong tersebut dan menyebarluaskannya dari mulut ke mulut padahal itu merupakan perkataan yang batil, dan kalian tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang (keakuratan) nya. Dan dua perkara itu terlarang, yaitu mengucapkan kebatilan dan berbicara tanpa dasar pengertahuan (yang benar). Dan kalian mengasumsikannya sebagai perkara yang sederhana, padahal di sisi Allah merupakan perkara besar.Di sini, terkandung larangan tegas dari menyepelekan masalah penyebarluasan kebatilan.
Sumber: https://tafsirweb.com/6143-surat-an-nur-ayat-15.html
Tafsir as-Sa'di
15. “(ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut,” maksudnya, kalian menerima menggunjingkannya antara kalian dan menggencarkan pembicaraan itu, padahal merupakan perkataan yang batil. “dan kamu katakan dengan mulutmu sesuatu yang tidak kamu ketahui sedikitpun juga,” dua perkara ini terlarang; pembicaraan yang batil dan berkata tanpa dasar ilmu. “dan kamu menganggapnya sesuatu yang ringan saja.” Oleh sebab itu, orang yang lancang telah berani melakukannya dari kalangan kaum Mukminin yang telah bertaubat darinya, dan mereka membersihkan diri setelahnya. “padahal ia pada sisi Allah adalah besar,” ini mengandung peringatan yang keras tentang membiasakan berbuat sebagian dosa dengan menganggapnya sebagai sesuatu yang sepele. Sesungguhnya, persepsi seorang hamba tidak memberikan manfaat baginya sama sekali dan tidak (pula) meringankan hukuman dosanya, bahklan akan melipat gandakan dosanya dan dimudahkan untuk tergelincir melakukannya lagi.
Sumber: https://tafsirweb.com/6143-surat-an-nur-ayat-15.html
Tafsir Al-Wajiz
15. Ingatlah di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun. Lalu kamu menganggapnya suatu yang ringan saja.Padahal kesalahan itu pada sisi Allah adalah besar.
Sumber: https://tafsirweb.com/6143-surat-an-nur-ayat-15.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 14-15 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sekiranya tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kalian semua di dunia dan di akhirat) Wahai orang-orang yang mempergunjingkan tentang Aisyah, yang karena itu taubat kalian kepadaNya diterima di dunia dan Dia memaafkan kalian karena keimanan kalian kepada rumah akhirat (niscaya kalian ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kalian tentang berita bohong itu) yaitu sesuatu yang dibuat-buat (azab yang agung) Hal ini terkait orang yang memiliki iman. Dengan itu Allah menerima taubatnya, seperti Misthah, Hassan bin Tsabit, dan Hamnah binti Jahsy, saudara perempuan Zainab binti Jahsy. Adapun orang-orang yang mempergunjingkan berita ini dari kalangan orang-orang munafik, seperti Abdullah bin Ubay bin Salul dan teman-temannya; maka mereka bukan termasuk orang-orang yang dimaksudkan dalam ayat ini karena mereka tidak memiliki iman dan amal shalih yang mengimbangi kesalahan mereka dan tidak sesuatu yang dapat menghapusnya.Demikianlah perkara yang menyangkut ancaman melakukan perbuatan tertentu, yang bersifat mutlak dan bersyarat, dengan tanpa adanya taubat, atau taubatnya diterima jika dia mempunyai amal shalih yang seimbang dengannya atau lebih berat daripada kesalahannya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: ( (Ingatlah) di waktu kalian menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut) Mujahid dan Sa'id bin Jubair berkata bahwa makna yang dimaksud adalah sebagian kalian membicarakannya dari yang lain, seseorang berkata,”Aku mendengar berita itu dari Fulan, kemudian Fulan beberkata demikian, dan orang lain dan seterusnya berkata demikian”. Sebagian ulama membaca "Taliqunahu bi alsinatikum" Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari dari ‘Aisyah bahwa dia membaca ayat ini dengan bacaan itu. dia berkata bahwa kata itu berasal dari “walaqa al-lisan” yaitu perkataan dusta yang pelakunya terus berpegang kepadanya.Orang-orang Arab berkata, "Walaqa Fulan fis sairi" yaitu ketika dia meneruskan perjalanannya. Bacaan yang pertama lebih terkenal dan dianut oleh mayoritas ulama. Akan tetapi yang kedua diriwayatkan dari Aisyah.Firman Allah: (dan kalian katakan dengan mulut kalian apa yang tidak kalian ketahui) yaitu kalian mengatakan apa yang tidak kalian ketahui. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan kalian menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar) yaitu kalian mengatakan apa yang telah kalian katakan itu tentang ‘Aisyah, sedangkan kalian menganggapnya sebagai sesuatu yang ringan dan tidak berarti. Seandainya yang dijadikan bahan pergunjingan kalian itu bukan istri Nabi ﷺ, maka hal itu tetap bukan hal yang ringan, terlebih lagi dia adalah istri Nabi ﷺ yang merupakan pemimpin para nabi.Maka alangkah besar dosanya di sisi Allah jika ada sesuatu yang menyangkut diri istri Nabi dan RasulNya. Karena sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى cemburu dengan hal itu, sangat jauh dari kemungkinan jika ada istri seorang nabi yang melakukan hal itu. Terlebih lagi yang dijadikan pergunjingan itu adalah penghulu istri-istri para nabi, yaitu istri penghulu anak cucu nabi Adam, baik di dunia maupun akhirat.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan kalian menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar)
Sumber: https://tafsirweb.com/6143-surat-an-nur-ayat-15.html
Informasi
Surat
النّور (An-Nur)
Cahaya — 64 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
15 dari 64 ayat
Juz
Juz 18
Halaman
Halaman 351
Ruku
Ruku 302
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 70 (140/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2806 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-24