النّور (An-Nur)
Per AyatMushaf
يَّوْمَ
pada hari
تَشْهَدُ
jadi saksi
عَلَيْهِمْ
atas mereka
اَلْسِنَتُهُمْ
lidah mereka
وَاَيْدِيْهِمْ
dan tangan mereka
وَاَرْجُلُهُمْ
dan kaki mereka
بِمَا
dengan/terhadap apa
كَانُوْا
adalah mereka
يَعْمَلُوْنَ
mereka kerjakan
﴿٢٤﴾
pada hari, (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
2815 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Siksaan tersebut terjadi pada Hari Kiamat, yaitu hari dimana mulut-mulut mereka bersaksi melawan diri mereka dengan apa yang diucapkannya dan tangan-tangan serta kaki-kaki mereka juga akan berbicara dengan apa yang telah diperbuatnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/6152-surat-an-nur-ayat-24.html
Tafsir as-Sa'di
24 “pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap amal yang dahulu mereka kerjakan,” maksudnya setiap anggota badan bersaksi atas amal yang telah dilakukannya. Dzat yang membuatnya berbicara adalah Dzat yang memberikan kemampuan komunikasi kepada segala sesuatu (yaitu Allah), sehingga tidak mungkin ia dapat mengingkarinya. Allah telah berbuat adil kepada hambaNya dengan menjadikan saksi dari diri mereka sendiri.
Sumber: https://tafsirweb.com/6152-surat-an-nur-ayat-24.html
Tafsir Al-Wajiz
24. Pada hari ketika lisan, kedua tangan dan kaki kalian bersaksi tentang apa yang kalian perbuat di dunia berupa kesalahan dan dosa. Allah menjadikan anggota-anggota tubuh ini bisa berbicara dengan memberikan alat bicara untuk bersaksi atas mereka
Sumber: https://tafsirweb.com/6152-surat-an-nur-ayat-24.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 23-25 Ini merupakan ancaman dari Allah سبحانه وتعالى kepada orang-orang yang menuduh berzina kepada wanita yang baik-baik yang beriman yang dalam dalam keadaan lengah (Seringkali disebutkan wanita mukmin)., maka Ibunya orang-orang mukmin termasuk ke dalam pengertian ini lebih dari semua wanita yang baik-baik. Terlebih lagi wanita yang menjadi penyebab turunnya ayat ini adalah Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq. Para ulama telah sepakat, bahwa orang yang mencaci Aisyah sesudah peristiwa turunnya ayat ini lalu menuduhnya berbuat zina sesudah ada keterangan dari ayat ini, maka dia adalah orang kafir karena menentang Al-Qur'an.Tetapi sehubungan dengan Ibunya orang-orang mukmin lainnya, ada dua pendapat. Dan pendapat yang paling shahih, bahwa mereka juga sama dengan Aisyah. Hanya Allah yang lebih Mengetahui.Firman Allah سبحانه وتعالى: (mereka kena laknat di dunia dan akhirat) sebagaimana firmanNya (Sesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan azab yang menghinakan bagi mereka (57)) (Surah Al-Ahzab).Sebagian ulama berpendapat bahwa ini hanya khusus bagi Aisyah. Ibnu Jarir memilih bahwa ini umum untuk semuanya. Dan itulah pendapat yang benar.Dan yang mendukung pendapat umum itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:"Jauhilah tujuh macam dosa yang membinasakan” Dikatakan,"Apa saja itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah ﷺ bersabda,"Menyekutukan Allah, melakukan sihir, membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh berzina wanita-wanita yang baik-baik yang lalai dan beriman" Firman Allah سبحانه وتعالى: (Pada hari (ketika) lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan (24)) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa sesungguhnya mereka adalah orang-orang musyrik. Ketika mereka merasakan bahwa tidak ada yang dapat masuk surga kecuali orang yang shalat” mereka berkata,"Marilah kita berbuat ingkar " Maka ketika mereka hendak berbuat ingkar, mulut mereka dikunci, dan kedua tangan dan kaki mereka bersaksi (padahal mereka tidak dapat menyembunyikan sesuatu kejadian apa pun dari Allah) (Surah An-Nisa’: 42).Qatadah berkata,"Wahai anak Adam, demi Allah, sesungguhnya pada dirimu terdapat saksi-saksi yang tidak diragukan lagi dari badanmu sendiri. Maka waspadalah terhadap kesaksian mereka dan bertakwalah kepada Allah dalam rahasia dan terang-teranganmu, karena sesungguhnya bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi” Firman Allah (Di hari itu Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut semestinya) Ibnu Abbas berkata bahwa yang dimaksud dengan (diinahum) perhitungan amal mereka, dan semua yang terdapat di dalam Al-Qur'an adalah hisab mereka. Demikian juga dikatakan oleh selain Ibnu Abbas.Kemudian bacaan mayoritas ulama, bacaan nashab (al-haq) karena menjadi sifat dari “diinahum”. Mujahid membaca rafa' karena menjadi sifat bagi lafaz Allah. Firman Allah: (dan tahulah mereka bahwa Allah-lah Yang Benar lagi Yang Menjelaskan) yaitu janji, ancaman, dan hisabNya.Dia adalah Dzat yang Maha Adil yang tidak pernah curang dalam hisabNya
Sumber: https://tafsirweb.com/6152-surat-an-nur-ayat-24.html
Informasi
Surat
النّور (An-Nur)
Cahaya — 64 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
24 dari 64 ayat
Juz
Juz 18
Halaman
Halaman 352
Ruku
Ruku 303
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 71 (141/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2815 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-24