البقرة (Al-Baqarah)

Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
وَعَمِلُوا
dan (mereka) beramal
الصّٰلِحٰتِ
kebajikan/saleh
وَاَقَامُوا
dan (mereka) mendirikan
الصَّلٰوةَ
sholat
وَاٰتَوُا
dan (mereka) menunaikan
الزَّكٰوةَ
zakat
لَهُمْ
maka bagi mereka
اَجْرُهُمْ
pahala mereka
عِنْدَ
disisi
رَبِّهِمْۚ
Tuhan mereka
وَلَا
dan tidak ada
خَوْفٌ
kekhawatiran
عَلَيْهِمْ
atas mereka
وَلَا
dan tidak ada
هُمْ
mereka
يَحْزَنُوْنَ
(mereka) bersedih hati
﴿٢٧٧﴾
Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
284 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang beriman (dengan membenarkan) Allah dan rosul Nya, mengerjakan amal-amal shalih, menjalankan shalat sebagaimana diperintahkan Allah dan RasulNya, dan mengeluarkan zakat harta mereka, maka bagi mereka pahala besar yang khusus diperuntukkan bagi mereka di sisi Tuhan mereka dan Pemberi rizki meraka. Tidak ada rasa takut yang membuntuti mereka di kehidupan akhirat mereka, dan tidak ada kesediahan terhadap kenikmatan-kenikmatan duniawi yang luput dari tangan mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/1043-surat-al-baqarah-ayat-277.html

Tafsir as-Sa'di

277-279. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shalih, mendirikan shalat dan menunaikan zakat…” adalah untuk menjelaskan bahwa sebesar-besarnya sebab untuk menjauhkan diri dari apa yang diharamkan oleh Allah dari pendapatan-pendapatan ribawi adalah menyempurnakan keimanan dan hak-haknya, khususnya menegakkan shalat dan menunaikan zakat, karena shalat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar. Dan zakat adalah kebajikan kepada makhluk yang meniadakan praktik riba yang jelas-jelas merupakan kezhaliman bagi mereka dan keburukan atas mereka. Kemudian Allah mengahadapkan firmaNya kepada kaum Mukminin dan memerintahkan mereka agar bertakwa kepadaNya dan agar mereka meninggalkan muamalah-muamalah dengan riba yang mereka kerjakan sebelumnya, dan bahwa bila mereka tidak melakukan hal itu, maka sesungguhnya mereka itu telah memerangi Allah dan RasulNya.Inilah bukti yang paling jelas yang di akibatkan oleh kebusukan riba, di mana Allah menjadikan orang-orang yang suka berpraktik riba, menjadi orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya. Kemudian Allah berfirman,”Dan jika kamu bertaubat. ”Maksudnya, dari muamalah ribawiyah,” maka begitu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya,” manusia lain dengan mengambil riba, ”dan tidak pula di aniaya” dengan tindakan kalian dengan pokok harta kalian.Maka saipapun yang bertaubat dari riba walaupun muamalah yang telah berlalu adalah miliknya, maka perkaranya akan di perhatikan Allah. Namun bila muamalahnya masih berjalan, wajiblah ia hanya mengambil pokok hartanya saja. Dan apa bila ia mengambilnya lebih dari itu,maka ia telah berani melakuakan riba.Ayat ini merupakan penjelasan akan hikmah (diharamkanya riba) dan bahwa riba itu meliputi kezhaliman bagi orang-orang yang membutuhkan dengan mengambil tambahan dan melipat gandakan riba atas mereka, padahal dia seharusnya menangguhkan mereka. Oleh karena itu Allah berfirman;

Sumber: https://tafsirweb.com/1043-surat-al-baqarah-ayat-277.html

Tafsir Al-Wajiz

277. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah, dan mengerjakan amal shalih berupa meninggalkan riba, menunaikan shalat fadhu dengan rukun dan syarat-syaratnya, dan membayar zakat, maka bagi mereka itu pahala amal ibadah mereka di sisi Tuhan di akhirat. Tidak ada kekhawatiran bagi mereka atas azab hari kiamat, dan tidak pula mereka bersedih atas apa yang mereka tinggalkan di dunia.

Sumber: https://tafsirweb.com/1043-surat-al-baqarah-ayat-277.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 276-277 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia menghapuskan riba, yaitu menghilangkannya sepenuhnya, baik dengan mengambilnya dari tangan orang yang melakukannya atau dengan menghilangkan berkah dari hartanya sehingga dia tidak mendapatkan manfaat darinya. Sebaliknya, dia akan disiksa karena itu di dunia dan akan dihukum di hari kiamat. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu) (Surah Al-Ma'idah: 100), (dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam) (Surah Al-Anfal: 37) dan (Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah) (Surah Ar-Rum: 39).Ibnu Jarir berkata mengenai ayat ini: (Allah memusnahkan riba) ini sejalan dengan pendapat yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud yang mengatakan bahwa walaupun riba jumlahnya banyak, tetapi akhirnya akan menyusut menjadi sedikit. Hal ini termasuk pembahasan tentang muamalah yang bertentangan dengan yang dimaksud. Firman Allah: (dan menyuburkan sedekah) Dibaca dengan huruf ya'nya didhammah dan ditahfif huruf ba’nya .Kata “Raba asy-syai’u” (Sesuatu berkembang) kata turunannya “yarbu”, sedangkan “Arbaahu” kata turunannya “yurbiihi” artinya memperbanyak dan mengembangkan sesuatu. Dibaca juga “Yurabbi” yaitu dengan didhammah dan ditasydid dari kata “tarbiyah”. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang bersedekah dengan sebutir kurma hasil dari usahanya sendiri yang baik (halal) (sedangkan Allah tidak menerima kecuali yang baik saja) maka sungguh Allah akan menerimanya dengan tangan kananNya lalu mengasuhnya untuk pemiliknya sebagaimana jika seorang dari kalian mengasuh anak kudanya hingga membesar seperti gunung” Hal ini diriwayatkan dalam pembahasan tentang zakat.Firman Allah: (Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa) yaitu Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar dalam hatinya, dan berbuat dosa dalam ucapan dan perbuatan. Hal ini perlu dikaitkan dalam akhir ayat ini dengan sifat ini, yaitu bahwa orang-orang yang melakukan riba tidak merasa puas dengan rezeki halal yang telah tetapkan oleh Allah baginya, dan tidak cukup baginya usaha yang dibolehkan. Jadi mereka berusaha untuk mendapatkan harta orang lain secara bathil dengan berbagai macam cara yang jahat.Mereka adalah orang-orang yang mengingkari nikmat, berbuat zalim, dan berdosa dengan cara mengambil harta orang lain secara bathil. Kemudian Allah berfirman seraya memuji orang-orang yeng beriman kepada Tuhan mereka, yang taat kepada perintahNya, bersyukur atas nikmatNya, berbuat baik kepada makhlukNya dengan mendirikan shalat dan menunaikan zakat.Dia memberitahukan tentang apa yang Dia siapkan untuk mereka berupa kemuliaan bahwa mereka pada hari kiamat akan aman dari konsekwensi buruk. Allah berfirman (Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (277))

Sumber: https://tafsirweb.com/1043-surat-al-baqarah-ayat-277.html

Informasi

Surat

البقرة (Al-Baqarah)

Sapi — 286 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

277 dari 286 ayat

Juz

Juz 3

Halaman

Halaman 47

Ruku

Ruku 39

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 10 (19/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-284 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-2