النّور (An-Nur)
Per AyatMushaf
اِنَّمَا
sesungguhnya hanyalah
الْمُؤْمِنُوْنَ
orang-orang mu'min
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
بِاللّٰهِ
kepada Allah
وَرَسُوْلِهٖ
dan Rasul-Nya
وَاِذَا
dan apabila
كَانُوْا
mereka berada
مَعَهٗ
bersamanya
عَلٰٓى
atas
اَمْرٍ
suatu perkara/urusan
جَامِعٍ
berkumpul/pertemuan
لَّمْ
mereka tidak
يَذْهَبُوْا
pergi/meninggalkan
حَتّٰى
sehingga
يَسْتَأْذِنُوْهُۗ
mereka minta izin kepadanya
اِنَّ
sesungguhnya
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
يَسْتَأْذِنُوْنَكَ
(mereka) minta izin kepadamu
اُولٰۤىِٕكَ
mereka itu
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
يُؤْمِنُوْنَ
beriman
بِاللّٰهِ
kepada Allah
وَرَسُوْلِهٖۚ
dan Rasul-Nya
فَاِذَا
maka apabila
اسْتَأْذَنُوْكَ
mereka minta izin kepadamu
لِبَعْضِ
karena sebagian
شَأْنِهِمْ
keperluan mereka
فَأْذَنْ
maka izinkanlah
لِّمَنْ
kepada siapa
شِئْتَ
kamu kehendaki
مِنْهُمْ
diantara mereka
وَاسْتَغْفِرْ
dan mohonkan ampunan
لَهُمُ
untuk mereka
اللّٰهَ
Allah
ۗاِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
غَفُوْرٌ
Maha Pengampun
رَّحِيْمٌ
Maha Penyayang
﴿٦٢﴾
(Yang disebut) orang mukmin hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad), dan apabila mereka berada bersama-sama dengan dia (Muhammad) dalam suatu urusan bersama, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad), mereka itulah orang-orang yang (benar-benar) beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena suatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang engkau kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
2853 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang Mukmin yang sejati, mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, serta menjalankan ajaran syariatNya. Dan apabila mereka bersama Nabi dalam urusan yang menyatukan mereka dengannya terkait kemaslahatan seluruh kaum Muslimin, tidak ada seorang pun dari mereka yang beranjak pergi sampai meminta izin kepadanya dahulu. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (wahai Nabi) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya dengan sebenarnya.Lalu bila mereka meminta izin kepadamu untuk sebagian kepentingan mereka, maka berilah izin bagi orang yang kamu kehendaki dari orang yang meminta izin untuk beranjak pergi karena satu alasan tersebut, dan mintalah ampunan dari Allah bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha pengampun terhadap dosa-dosa hamba-hambaNya yang beriman lagi Maha Penyayang terhadap mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/6190-surat-an-nur-ayat-62.html
Tafsir as-Sa'di
62 ini adalah sebuh petunjuk dari Allah, kepada para hambaNya yang Mukmin, bahwa pabila mereka bersama Rasulullah dalam urusan yang memerlukan pertemuan, maksudnya termasuk bagian penting atau maslahat tersebut, semisal jihad, musyawarah dan urusan semisal yang menyertakan kaum Mukminin. Maka sesungguhnya aspek kemaslahatan yang ada mengharuskan kebersamaan mereka dan tidak boleh bercerai-berai. Seorang yang benar-benar beriman kepada Allah dan RasulNya, tidak pantas pergi untuk memenuhi keperluannya tanpa kembali ke keluarganya, atau melakukan sebagian keperluan yang membuatnya terpisah dari mereka kecuali setelah mendaaapatkan izin dari Rasulullah atau penggantinya.Allah menjadikan konsekuensi keimanannya dengan tidak pergi kecuali dengan izin dan memuji perbuatan dan sopan-santun mereka kepada Rasulullah dan para penguasa mereka. Firman Allah, ”sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad), mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya,” akan tetapi, apakah beliau memberikan izin atas mereka dengan dua syarat: pertama, untuk keperluan dan kepentingan mereka. Adapun orang yang meminta izin tanpa lasan tersebut,maka tidak diizinkan.Yang kedua, beliau berkehendak untuk memberikan izin, lalu kemaslahatan menuntutnya memberikan izin tanpa menimbulkan bahaya bagi pemberi izin. Allah berfirman, ”maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki drai mereka,” bila dia punya udzur dan meminta izin, maka bila pembatalan kepergiannya mengandung maslahat menurut kematangan cara berpikirnya atau Karena keberanian yang dia miliki atau semacamnya, maka beliau (berhak) tidak mengizinkannya.Kendatipun demikian, bila dia meminta izin lalu Rasulullah memberikan izin dengan memenuhi dua syarat tersebut ( dia meminta izin dan Rasulullah mengizinkan), maka Allah memerintahkan kepada RasulNya untuk memohinkan ampunan baginya, karena mungkin dia terlalu meremehkan dalam permintaanizin itu. Karenannya, Allah berfirman, ”dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah.Sesungguhnya Allah MahaPengampun lagi MahaPenyayang,” Allah mengampuni dosa-dosa mereka dan menyayangi mereka dengan membolehkan izin bagi mereka karena ada suatu udzur.
Sumber: https://tafsirweb.com/6190-surat-an-nur-ayat-62.html
Tafsir Al-Wajiz
62. Sesungguhnya orang-orang yang benar-benar mukmin adalah mereka yang beriman kepada Allah dan rasulNya, Muhammad ﷺ, dan ketika mereka bersamanya membahas perkara umum yang penting yang membutuhkan suatu sudang dan musyawarah, maka mereka tidak akan keluar dari majlisnya karena uzur sehingga mereka meminta ijinnya baik diberi ijin bagi mereka atau tidak sesuai apa yang dilihatnya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta ijin kepadamu adalah orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah rasulNya.Dan jika mereka meminta ijin kepadamu tentag perkara mereka yang penting, maka berilah ijin orang yang kamu kehendaki di antara mereka untuk pergi. Kamu juga boleh tidak memberi ijin sesuai kemaslahatan yang kamu lihat. Dan mintakanlah ampunan kepada Allah untuk mereka atas kepergian mereka karena permohonan ijin untuk kepentingan pribadi yang mengalahkan kepentingan umum itu tidak boleh diberikan.Sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi orang yang meminta ampunan kepadaNya dan Maha Pengasih bagi orang yang meminta dikasihi. Ayat ini diturunkan ketika di tengah-tengah parit Khandaq pada tahun peperangan Ahzab, ada orang-orang munafik yang menyelinap pulang menuju keluarga mereka tanpa seijin rasulallah ﷺ, lalu ada seorang muslim yang meminta ijin kepada Nabi bahwa kebetulan dia memiliki hajat, jika hajatnya telah ditunaikan dia akan kembali, lalu turunlah ayat ini.
Sumber: https://tafsirweb.com/6190-surat-an-nur-ayat-62.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ini merupakan etika yang dibimbing Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman. Sebagaimana Allah memerintahkan mereka untuk meminta izin jika hendak masuk ke rumah orang lain. Demikian juga Allah memerintahkan mereka meminta izin jika hendak meninggalkannya.Terlebih lagi jika mereka sedang berada dalam pertemuan dengan Rasulullah ﷺ, seperti dalam shalat Jum’at, shalat hari raya, shalat berjamaah, atau musyawarah, dan lainnya. Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada mereka agar tidak pergi meninggalkan Rasulullah ﷺ dalam keadaan itu, melainkan setelah terlebih dahulu meminta izin dan mendapat perintah darinya. Sesungguhnya orang yang mengamalkan etika izin ini termasuk orang-orang mukmin yang sempurna.Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada RasulNya ﷺ bahwa apabila ada seseorang dari sahabatnya yang meminta izin untuk pamit karena ada keperluan penting, hendaknya memberikan izin kepadanya jika dia menghendakinya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka….), hingga akhir ayat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda<“Apabila seseorang di antara kalian sampai di majelis, maka hendaknya memberi salam, dan apabila mau meninggalkannya, hendaknya dia memberi salam, karena salam yang pertama tidak lebih utama daripada salam yang terakhir”
Sumber: https://tafsirweb.com/6190-surat-an-nur-ayat-62.html
Informasi
Surat
النّور (An-Nur)
Cahaya — 64 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
62 dari 64 ayat
Juz
Juz 18
Halaman
Halaman 359
Ruku
Ruku 309
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 72 (143/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2853 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-24