الفرقان (Al-Furqan)

Per AyatMushaf
وَاتَّخَذُوْا
dan mereka mengambil
مِنْ
dari
دُوْنِهٖٓ
selain-Nya
اٰلِهَةً
tuhan-tuhan
لَّا
tidak
يَخْلُقُوْنَ
mereka menciptakan
شَيْـًٔا
sesuatu apapun
وَّهُمْ
dan mereka
يُخْلَقُوْنَ
mereka menciptakan
وَلَا
dan tidak
يَمْلِكُوْنَ
kuasa/mampu
لِاَنْفُسِهِمْ
bagi diri mereka sendiri
ضَرًّا
kemudaratan
وَّلَا
dan tidak
نَفْعًا
kemanfaatan
وَّلَا
dan tidak
يَمْلِكُوْنَ
kuasa/mampu
مَوْتًا
kematian
وَّلَا
dan tidak
حَيٰوةً
kehidupan
وَّلَا
dan tidak
نُشُوْرًا
kebangkitan
﴿٣﴾
Namun mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia (untuk disembah), padahal mereka (tuhan-tuhan itu) tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) bahaya terhadap dirinya dan tidak dapat (mendatangkan) manfaat serta tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.
2858 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang Musyrik Arab telah mengambil sesembahan-sesembahan selain Allah yang tidak dapat menciptakan apapun, padahal Allah-lah Yang menciptakan sesembahan-sesembahan itu dan menciptakan mereka; mereka tidak memiliki kemampuan menolak mara bahaya dan mendatangkan kebaikan bagi diri mereka, dan tidak dapat mematikan apa yang hidup dan menghidupkan apa yang mati atau membangkitkan seseorang dari orang-orang yang telah mati dalam keadaan hidup dari kuburnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/6259-surat-al-furqan-ayat-3.html

Tafsir as-Sa'di

3 maksudnya, di antara yang sangat aneh dan bukti yang paling pasti atas kedunguan mereka dan kepicikan akal mereka, bahkan paling menunjukkan kepada kezhaliman dan kelancangan mereka kepada Rabb mereka adalah mereka mengangkat sembahan-sembahan yang sifatnya benar-benar berada pada puncak ketidakberdayaan, yaitu mereka (sembahan-sembahan itu) sama sekali tidak mampu menciptakan sesuatu apapun, bahkan mereka sendiri adalah makhluk ciptaan, bahkan sebagian di antara sembahan-sembahan itu ada yang dibuat oleh tangan mereka (para penyembah itu)! “dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudaratan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfaatan,” yakni kemanfaatan sedikit maupun banyak. Sebab kata (dharran dan naf’an. Pent) berbentuk nakirah (indefinite noun) dalam bentuk nafi (kalimat negative). “dan tidak kuasa mematikan.” Maksudnya, menghidupkan kembali sesudah kematian. Maka ketetapan akal sehat yang paling mendasar menyatakan kebatilan dan kerusakan ketuhanan dari sembahan-sembahan tersebut, dan kerusakan akal orang-orang yang menjadikannya sebagai sembahan dan sekutu bagi Sang Pencipta semua makhluk tanpa persekutuan bagiNya dalam menciptakannya, yaitu (pencipta) yang ditanganNya-lah manfaat, bahaya, pemberian (sesuatu) dan pencegahan(nya), yang menghidupkan, mematikan dan membangkitkan kembali orang-orang yang ada di dalam kubur serta menghimpun mereka pada Hari kebangkitan.Sesungguhnya Dia telah menciptakan bagi mereka dua tempat tinggal : tempat kesengsaraan, kehinaan dan hukuman bagi siapa saja yang menyembah sembahan selain Allah, dan tempat kemenangan, kebahagiaan dan kenikmatan abadi untuk siapa saja yang (hanya) menjadikan Allah semata sebagai sembahannya. Setelah Allah memutuskan dengan dalil (argument) yang pasti lagi sangat jelas kebenaran tauhid dan kebatilan lawannya (syirik), maka Allah menegaskan kebenaran kerasulan (Nabi Muhammad Saw.) dan kebatilan perkataan orang yang menentang dan membangkang terhadapnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/6259-surat-al-furqan-ayat-3.html

Tafsir Al-Wajiz

3. Dan orang-orang musyrik itu mengambil tuhan-tuhan selain Allah, yaitu berhala-berhala yang mereka sembah, meskipun mereka tidak bisa menciptakan sesuatu, sedangkan Allah yang menciptakan mereka. Mereka juga tidak memiliki kemahdharatan dan kemanfaatan bagi diri sendiri ataupun orang lain.Tidak pula memiliki kemampuan untuk mematikan, menghidupkan dan membangkitkan seseorang dari kuburnya di alam akhirat. An-Nusyur adalah proses penghidupan setelah mati untuk dihisab.

Sumber: https://tafsirweb.com/6259-surat-al-furqan-ayat-3.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang kebodohan orang-orang musyrik karena mereka menjadikan tuhan-tuhan selain Allah Yang Menciptakan segala sesuatu dan yang Mengatur semua urusan, dan segala sesuatu yang Dia kehendaki pasti ada, dan segala sesuatu yang tidak Dia kehendaki pasti tidak akan ada. Sekalipun demikian, orang-orang musyrik itu menyembah berhala-berhala bersamaNya, padahal berhala-berhala itu tidak mampu menciptakan sayap lalat pun, bahkan mereka sendiri diciptakan, yang tidak dapat menolak kemudharatan dan manfaat pada dirinya. Maka bagaimana mungkin mereka berkuasa atas para hambanya? (dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan, dan tidak (pula) membangkitkan) yaitu mereka tidak dapat berbuat sesuatu pun dari hal itu, bahkan semuanya itu bersumber dari Allah سبحانه وتعالى yang menghidupkan dan mematikan, Dialah Dzat yang menghidupkan kembali semua makhluk di hari kiamat, baik orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terakhir, (Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kalian (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja) (Surah Luqman: 28) sebagaimana firmanNya: (Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata (50)) (Surah Al-Qamar) Dialah Allah yang tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia, tidak boleh dilakukan penyembahan kecuali hanya kepadaNya, karena apa yang Dia kehendaki pasti ada, dan apa yang tidak Dia kehendaki pasti tidak ada.Dia adalah Dzat yang tidak memiliki anak, orang tua, tandingan, pengganti, dan pembantu. Bahkan Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa yang segala sesuatu bergantung kepadaNya, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang menyamaiNya

Sumber: https://tafsirweb.com/6259-surat-al-furqan-ayat-3.html

Informasi

Surat

الفرقان (Al-Furqan)

Pembeda — 77 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

3 dari 77 ayat

Juz

Juz 18

Halaman

Halaman 360

Ruku

Ruku 310

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 72 (144/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2858 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-25