الفرقان (Al-Furqan)
Per AyatMushaf
وَقَالَ
dan berkata
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَفَرُوْٓا
kafir/ingkar
اِنْ
ini
هٰذَآ
tidak lain
اِلَّآ
kecuali/hanyalah
اِفْكُ
kebohongan
ِۨافْتَرٰىهُ
(Muhammad) ada-adakannya
وَاَعَانَهٗ
dan membantunya/menolongnya
عَلَيْهِ
atasnya/kepadanya
قَوْمٌ
kaum
اٰخَرُوْنَۚ
yang lain
فَقَدْ
maka sesungguhnya
جَاۤءُوْ
mereka datang/berbuat
ظُلْمًا
kezaliman
وَّزُوْرًا
dan dusta
ۚ
﴿٤﴾
Dan orang-orang kafir berkata, “(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh dia (Muhammad), dibantu oleh orang-orang lain,” Sungguh, mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar.
2859 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang yang kafir kepada Allah berkata, “Al-Qur’an ini tiada lain hanyalah kebohongan dan kedustaan belaka, yang dibuat-buat oleh Muhammad, dan beberapa orang telah membantunya untuk itu.” Sesungguhnya mereka telah melakukan perbuatan kezhaliman parah dan mengadakan kedustaan yang amat buruk. Al-Qur’an termasuk sesuatu yang tidak mungkin bagi seorang manusia pun untuk mengadakannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/6260-surat-al-furqan-ayat-4.html
Tafsir as-Sa'di
4 maksudnya, dan orang-orang yang kafir kepada Allah, yang kekafiran mereka telah memastikan mereka untuk mengatakan tentang al-qur’an dan Rasulullah, ”sesungguhnya al-qur’an ini adalah kedustaan yang di buat-buat oleh Muhammad, dan kebohongan yang diada-adakannya atas Nama Allah, dan dia ditolong oleh orang-orang lain untuk semua ini,” lalu Allah membantah mereka atas ungkapan itu, bahwa semua itu adalah sikap pembangkangan mereka dan kelancangan mereka melakukan kezhaliman dan kedustaan besar yang tidak mungkin bisa masuk kepada akal sehat seseorang. Sebab, mereka adalah orang-orang yang sangat mengetahui kondisi Rasulullah Saw, kesempurnaan kejujurannya, amanahnya dan budi pekertinya yang sangat sempurna; dan bahwa tidak mungkin bagi Muhammad dan seluruh manusia membuat al-qur’an yang merupakan perkataan yang paling mulia lagi paling tinggi; dan bahwa dia sama sekali tidak pernah berkumpul dengan siapapun yang menolongnya untuk hal ini. ”maka sesungguhnya mereka telah berbuat,” dengan perkataan seperti itu dengan “suatu kezhaliman dan dusta yang besar,”
Sumber: https://tafsirweb.com/6260-surat-al-furqan-ayat-4.html
Tafsir Al-Wajiz
4. Orang-orang kafir berkata: “Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah kebohongan dan rekayasa yang dibuat-buat oleh Muhammad sendiri dan dibantu oleh kaum lain, yaitu orang yang masuk Islam dari kaum Yahudi dan Nasrani dalam mengumpulkannya” Sungguh mereka telah mengatakan kezaliman yang besar. Azh-zhulmu adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya.Mereka telah mengatakan kebohongan yang mutlak dan jauh dari kebenaran. Ayat ini diturunkan untuk Nadhr bin Harits yang mengatakan perkataan ini setelah 3 orang ahli kitab masuk Islam
Sumber: https://tafsirweb.com/6260-surat-al-furqan-ayat-4.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 4-6 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang kurangnya akal orang-orang yang bodoh dari kalangan orang-orang kafir tentang ucapan mereka tentang Al-Qur'an: (Al-Qur’an ini tiada lain hanyalah kebohongan) yaitu, kebohongan (yang diada-adakan oleh Muhammad) yang mereka maksud adalah Nabi ﷺ (dan dibantu oleh kaum yang lain) yaitu dia dalam menghimpunnya meminta bantuan kepada kaum lain. Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar) yaitu, sungguh mereka telah membuat-buat perkataan yang bathil. Mereka mengetahui bahwa perkataannya itu bathil, dan mereka menyadari kedustaan dalam apa yang mereka tuduhkan itu (Dan mereka berkata, "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan”) Mereka bermaksud adalah kitab-kitab orang-orang terdahulu, yaitu dia meminta agar dibuat salinan untuknya ("Maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya) yaitu dibacakan kepadanya (setiap pagi dan petang") yaitu setiap pagi dan sore.Ucapan ini diketahui kebatilannya oleh semua orang karena kebodohan, kedustaan, buat-buatan dan tanpa adanya bukti darinya. Karena sesungguhnya telah diketahui secara mutawatir dan pasti bahwa nabi Muhammad, Rasulullah ﷺ belum pernah belajar menulis, baik di permulaan maupun di akhir umur beliau. beliau tumbuh di tengah-tengah mereka, sejak awal kelahiran beliau hingga Allah mengutus beliau sebagai utusanNya pada usia empat puluh tahun. Mereka secara pasti mengetahui seluk-beluk, kejujuran, kebersihan, kebajikan, kejujuran, dan jauh dari dusta, perbuatan keji dan akhlak yang rendah, sehingga mereka memberinya julukan Al-Amin sejak kecil sampai Allah mengangkatnya sebagai utusan karena mereka mengetahui kejujuran dan kebaikannya.Setelah Allah memuliakannya dengan sesuatu yang memuliakannya, maka mereka melancarkan permusuhan terhadapnya dan melemparinya dengan tuduhan-tuduhan ini yang diketahui oleh setiap orang yang berakal terkait kebersihan beliau dari hal itu. Mereka bingung dalam melancarkan tuduhannya, terkadang dengan tuduhan dustanya mereka menjulukinya sebagai penyihir, terkadang menjulukinya sebagai penyair, terkadang menjulukinya sebagai orang gila, dan terkadang menjulukinya sebagai pendusta. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar) (48)) (Surah Al-Isra’) Allah سبحانه وتعالى menjawab keingkaran dan kedustaan mereka: (Katakanlah,"Al-Qur’an ini diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi) yaitu Al-Qur'an yang mengandung kisah-kisah orang-orang terdahulu dan yang akan datang dengan pemberitahuan yang benar, jujur, dan sesuai dengan kejadiannya yang di masa lalu dan yang akan datang ((Allah) yang mengetahui rahasia) yaitu Allah mengetahui sesuatu yang ghaib di langit dan bumi, dan mengetahui semua rahasia sebagaimana ilmu Allah terhadap hal-hal yang nyata.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) menyeru mereka untuk bertaubat dan kembali kepadaNya seraya memberitahukan kepada mereka bahwa rahmatNya yang Maha Luas dan pemaafanNya Maha Besar, bahwa orang yang bertaubat kepadaNya, maka Dia menerima taubatnya. Sekalipun kedustaan, tuduhan-tuduhan bohong, kedurhakaan, kekafiran, dan keingkaran serta segala ucapan mereka yang tidak layak mereka terhadap Rasulallah dan Al-Qur'an, maka Allah masih tetap menyeru mereka untuk bertaubat dan menghentikan perbuatan-perbuatan yang biasa mereka lakukan sebelumnya kepada Islam dan jalan petunjuk. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga, "padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih (73) Maka mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (74)) (Surah Al-Maidah)
Sumber: https://tafsirweb.com/6260-surat-al-furqan-ayat-4.html
Informasi
Surat
الفرقان (Al-Furqan)
Pembeda — 77 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
4 dari 77 ayat
Juz
Juz 18
Halaman
Halaman 360
Ruku
Ruku 310
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 72 (144/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2859 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-25