الفرقان (Al-Furqan)

Per AyatMushaf
وَقَالُوْٓا
dan mereka berkata
اَسَاطِيْرُ
dongeng-dongeng
الْاَوَّلِيْنَ
orang-orang terdahulu
اكْتَتَبَهَا
dituliskannya
فَهِيَ
maka ia
تُمْلٰى
dibacakan
عَلَيْهِ
atasnya
بُكْرَةً
diwaktu pagi
وَّاَصِيْلًا
dan petang
﴿٥﴾
Dan mereka berkata, “(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.”
2860 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan mereka berkata tentang al-Qur’an, “Ia adalah kisah-kisah dongeng orang-orang terdahulu yang tercatat di buku-buku mereka. Muhammad meminta disalinkan, maka dibacakan kepadanya tiap pagi dan sore hari.”

Sumber: https://tafsirweb.com/6261-surat-al-furqan-ayat-5.html

Tafsir as-Sa'di

5 diantara bagian drai perkataan mereka berkenaan dengan hal diatas adalah, mereka mengatakan, ’yang dibawa oleh Muhammad ini adalah “dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan,” maksudnya, ini adalah cerita orang-orang dahulu dan dongeng mereka yang diterima dari mulut ke mulut dan dituturkan oleh setiap orang, lalu Muhammad minta supaya disalin; “maka dongengan itu dibacakanlah kepadanya setiap pagi dan petang,” perkataan mereka ini mencakup sejumlah dosa besar, yaitu:  Tuduhan mereka terhadap Rasulullah (yang merupakan manusia paling mulia lagi jujur di tengah-tengah mereka), dengan tuduhan dusta dan kebohongan besar.  Pemberitaan yang mereka lakukan tentang al-qur’an yang merupakan perkatan yang paling benar, paling agung lagi paling mulia ini, bahwasannya al-qur’an adalah kedustaan dan kebohongan.  Sesungguhnya dalam perkataan mereka tersirat ungkapan bahwa mereka mampu mendatangkan (perkataan) yang semisal al-qur’an, dan bahwa makhluk yang sangat lemah dari segala sisinya mampu menyaingi Allah, Sang Pencipta nan Mahasempurna dari seluruh sisi, dengan salah satu sifatNya, yaitu kalam.  Sesungguhnya jati diri Rasulullah telah diketahui, dan mereka sangat mengetahui akan hal itu, yaitu bhawa dia tidak bisa menulis dan tidak pernah berkumpul dengan orang yang akan menuliskan untuknya, namun mereka telah mengklaim hal itu.

Sumber: https://tafsirweb.com/6261-surat-al-furqan-ayat-5.html

Tafsir Al-Wajiz

5. Mereka juga berkata: “Al-Qur’an ini adalah kebohongan-kebohongan orang-orang terdahulu yang mereka tulis, yang diminta untuk menulisnya dan dibacakan untuknya supaya dia (Muhammad) bisa menghafalnya, karena sesungguhnya dia itu seorang buta huruf yang tidak bisa membacanya. Kebohongan-kebohongan itu dibacakan untuknya pagi dan sore, atau terus-menerus”

Sumber: https://tafsirweb.com/6261-surat-al-furqan-ayat-5.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 4-6 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang kurangnya akal orang-orang yang bodoh dari kalangan orang-orang kafir tentang ucapan mereka tentang Al-Qur'an: (Al-Qur’an ini tiada lain hanyalah kebohongan) yaitu, kebohongan (yang diada-adakan oleh Muhammad) yang mereka maksud adalah Nabi ﷺ (dan dibantu oleh kaum yang lain) yaitu dia dalam menghimpunnya meminta bantuan kepada kaum lain. Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar) yaitu, sungguh mereka telah membuat-buat perkataan yang bathil. Mereka mengetahui bahwa perkataannya itu bathil, dan mereka menyadari kedustaan dalam apa yang mereka tuduhkan itu (Dan mereka berkata, "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan”) Mereka bermaksud adalah kitab-kitab orang-orang terdahulu, yaitu dia meminta agar dibuat salinan untuknya ("Maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya) yaitu dibacakan kepadanya (setiap pagi dan petang") yaitu setiap pagi dan sore.Ucapan ini diketahui kebatilannya oleh semua orang karena kebodohan, kedustaan, buat-buatan dan tanpa adanya bukti darinya. Karena sesungguhnya telah diketahui secara mutawatir dan pasti bahwa nabi Muhammad, Rasulullah ﷺ belum pernah belajar menulis, baik di permulaan maupun di akhir umur beliau. beliau tumbuh di tengah-tengah mereka, sejak awal kelahiran beliau hingga Allah mengutus beliau sebagai utusanNya pada usia empat puluh tahun. Mereka secara pasti mengetahui seluk-beluk, kejujuran, kebersihan, kebajikan, kejujuran, dan jauh dari dusta, perbuatan keji dan akhlak yang rendah, sehingga mereka memberinya julukan Al-Amin sejak kecil sampai Allah mengangkatnya sebagai utusan karena mereka mengetahui kejujuran dan kebaikannya.Setelah Allah memuliakannya dengan sesuatu yang memuliakannya, maka mereka melancarkan permusuhan terhadapnya dan melemparinya dengan tuduhan-tuduhan ini yang diketahui oleh setiap orang yang berakal terkait kebersihan beliau dari hal itu. Mereka bingung dalam melancar­kan tuduhannya, terkadang dengan tuduhan dustanya mereka menjulukinya sebagai penyihir, terkadang menjulukinya sebagai penyair, terkadang menjulukinya sebagai orang gila, dan terkadang menjulukinya sebagai pendusta. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar) (48)) (Surah Al-Isra’) Allah سبحانه وتعالى menjawab keingkaran dan kedustaan mereka: (Katakanlah,"Al-Qur’an ini diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi) yaitu Al-Qur'an yang mengandung kisah-kisah orang-orang terdahulu dan yang akan datang dengan pemberitahuan yang benar, jujur, dan sesuai dengan kejadiannya yang di masa lalu dan yang akan datang ((Allah) yang mengetahui rahasia) yaitu Allah mengetahui sesuatu yang ghaib di langit dan bumi, dan mengetahui semua rahasia sebagaimana ilmu Allah terhadap hal-hal yang nyata.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) menyeru mereka untuk bertaubat dan kembali kepadaNya seraya memberitahukan kepada mereka bahwa rahmatNya yang Maha Luas dan pemaafan­Nya Maha Besar, bahwa orang yang bertaubat kepadaNya, maka Dia menerima taubatnya. Sekalipun kedustaan, tuduhan-tuduhan bohong, kedurhakaan, kekafiran, dan keingkaran serta segala ucapan mereka yang tidak layak mereka terhadap Rasulallah dan Al-Qur'an, maka Allah masih tetap menyeru mereka untuk bertaubat dan menghentikan perbuatan-perbuatan yang biasa mereka lakukan sebelumnya kepada Islam dan jalan petunjuk. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga, "padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih (73) Maka mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (74)) (Surah Al-Maidah)

Sumber: https://tafsirweb.com/6261-surat-al-furqan-ayat-5.html

Informasi

Surat

الفرقان (Al-Furqan)

Pembeda — 77 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

5 dari 77 ayat

Juz

Juz 18

Halaman

Halaman 360

Ruku

Ruku 310

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 72 (144/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2860 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-25