الفرقان (Al-Furqan)
Per AyatMushaf
وَهُوَ
dan Dia
الَّذِيْ
yang
جَعَلَ
menjadikan
الَّيْلَ
malam
وَالنَّهَارَ
dan siang
خِلْفَةً
berlainan/silih berganti
لِّمَنْ
bagi orang
اَرَادَ
hendak/ingin
اَنْ
bahwa
يَّذَّكَّرَ
ia mengambil pelajaran
اَوْ
atau
اَرَادَ
hendak/ingin
شُكُوْرًا
bersyukur
﴿٦٢﴾
Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur.
2917 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan Dia-lah yang menjadikan malam dan siang saling silih berganti, salah satunya menggantikan yang lain bagi orang yang mau mengambil pelajaran dengan apa yang terjadi di dalamnya karena dorongan keimanan kepada Dzat Yang Mengatur lagi Menciptakan, atau orang yang hendak bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat dan karunia-karuniaNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/6318-surat-al-furqan-ayat-62.html
Tafsir as-Sa'di
62 “dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti,” maksudnya, yang satu berlalu, lalu datang yang lain. Demikianlah seterusnya selama-lamanya tidak akan pernah bersatu dan tidak pernah hilang. “bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur,” maksudnya bagi siapa saja yang ingin (melalui keduanya) mengambil pelajaran dan merenung dan beragumen dengan keduanya atas berbagai tuntutan-tuntutan ilahi, dan untuk bersyukur kepada Allah atas semua itu, dan bagi siapa saja yang wiridnya tertinggal pada siang hari, maka dia menunaikannya pada malam hari. Sesungguhnya hati itu selalu berbolak balik dan berubah-ubah pada waktu-waktu di malam dan siang hari, sehingga terjadi rasa giat, malas, ingat, lalai, pelit, memberi, menghadap dan berpaling.Maka Allah menjadikan malam dan siang bergantian atas manusia dan selalu berulang-ulang agar terjadi dzikir. Giat dan bersyukur kepada Allah pada waktu yang lain, malam atau siang, karena waktu ibadah selalu berulang dengan berulangnya malam dan siang. Maka setiap kali itu berulang, terjadilah suatu semangat baru bagi seseorang, bukan semangatnya yang telah mengendur pada waktu yang telah lalu, sehingga ia bisa makin menyadarinya dan makin mensyukurinya.Sesungguhnya tugas-tugas ketaatan itu laksana siraman iman yang menyiraminya. Kalau saja bukan karena itu, niscaya tanaman iman menjadi layu dan kering. Maka segala puji bagi Allah atas semua itu.Kemudian Allah menyebutkan di antara sejumlah kebaikan dan karunia atas hamba-hambaNya yang shalih dan taufikNya kepada mereka untuk bisa beramal shalih yang membuat mereka mampu meraih kedudukan tertinggi di istana surga.
Sumber: https://tafsirweb.com/6318-surat-al-furqan-ayat-62.html
Tafsir Al-Wajiz
62. Allah سبحانه وتعالى adalah Dzat yang menciptakan malam dan siang saling bergantian. Keduanya saling menggantikaan satu sama lain dan datang setelahnya.Keduanya saling bergantian dalam memberikan cahaya dan kegelapan, serta kelebihan dan kekurangan bagi orang yang mau mengingat. Dan salah satu yang harus direnungkan yaitu bahwa dalam pergantian keduanya itu ada Dzat yang membawa dan menggantinya bagi orang yang mau mensyukuri nikmat Tuhannya yang diberikan pada malam dan siang hari sebagai nikmat yang agung.
Sumber: https://tafsirweb.com/6318-surat-al-furqan-ayat-62.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 61-62 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengagungkan dan membesarkan atas keindahan apa yang Dia ciptakan di langit berupa gugusan-gugusan bintang yang besar-besar, menurut pendapat Mujahid, Sa'id bin Jubair, Abu Shalih, Al-Hasan, dan Qatadah. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari) yaitu matahari yang bersinar seakan-akan pelita di alam, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari) (13)) (Surah An-Naba') (dan bulan yang bercahaya) yaitu, bercahaya dan terang dengan cahaya sendiri, bukan dari cahaya matahari, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dialah Yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya) (Surah Yunus: 5) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Nuh, bahwa dia berkata kepada kaumnya: (Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? (15) Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita? (16)) (Surah Nuh) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti) yaitu masing-masing dari keduanya silih berganti, tanpa henti.Jika yang ini datang, dan yang itu pergi. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Dia telah menundukkan (pula) bagi kalian matahari dan bulan yang terus-menerus beredar) (Surah Ibrahim: 33) Firman Allah سبحانه وتعالى: (bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur) yaitu, Allah menjadikan siang dan malam silih berganti sebagai pertanda waktu untuk hamba-hambaNya untuk menyembahNya سبحانه وتعالى, maka barangsiapa yang meninggalkan suatu amal di malam hari, dan menyusulnya di siang hari, dan barangsiapa yang meninggalkan suatu amal di siang hari, maka dia dapat menyusulnya di malam hari.Disebutkan dalam hadits shahih,”Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى membuka lebar tanganNya di malam hari untuk menerima taubat orang yang melakukan dosa di siang hari, dan Dia membuka lebar tanganNya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam hari” Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang ayat ini, bahwa barangsiapa yang meninggalkan amalan di malam hari, maka boleh mengerjakannya di siang hari, atau barangsiapa yang meninggalkan amalan di siang hari, maka dia dapat mengerjakannya di malam hari. Demikian juga dikatakan Ikrimah, Sa'id bin Jubair, dan Al-Hasan. Mujahid dan Qatadah berkata tentang firmanNya, "Khilfah" adalah saling bertentangan, yaitu ini mempunyai ciri kegelapan, dan yang lain mempunyai ciri terang.
Sumber: https://tafsirweb.com/6318-surat-al-furqan-ayat-62.html
Informasi
Surat
الفرقان (Al-Furqan)
Pembeda — 77 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
62 dari 77 ayat
Juz
Juz 19
Halaman
Halaman 365
Ruku
Ruku 315
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 73 (146/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2917 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-25