الشعراۤء (Asy-Syu'ara')

Per AyatMushaf
قَالَ
(Musa) berkata
فَعَلْتُهَآ
saya telah melakukannya
اِذًا
tatkala
وَّاَنَا۠
dan saya
مِنَ
dari/termasuk
الضَّاۤلِّيْنَ
orang-orang yang sesat
﴿٢٠﴾
Dia (Musa) berkata, “Aku telah melakukannya, dan ketika itu aku termasuk orang yang khilaf.
2952 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

20-22. Musa berkata menjawab Fir’aun, “Aku memang telah melakukan apa yang kamu katakan sebelum Allah menurunkan wahyu kepadaku dan sebelum mengutusku sebagai rasul, lalu aku keluar dari sisi kalian untuk melarikan diri menuju negeri Madyan, karena aku takut kalian akan membunuhku karena apa yang telah aku perbuat tanpa sengaja. Kemudian Tuhanku menganugerahiku kenabian dan ilmu, sebagai bentuk kemurahan dariNya bagiku, dan menjadikanku termasuk di antara rasul-rasul utusanNya.Dan pengasuhan (terhadapku) dahulu dirumahmu kamu anggap sebagai budi baik darimu kepadaku, padahal kamu sungguh telah memperbudak orang-orang Bani Israil, kamu sembelih anak-anak lelaki mereka dan kamu biarkan hidup perempuan-perempuan mereka untuk dijadikan sebagai pembantu dan dihinakan?”

Sumber: https://tafsirweb.com/6430-surat-asy-syuara-ayat-20.html

Tafsir as-Sa'di

20-22 Lalu Musa berkata, ”aku telah melakukannya, sedang aku di waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf,” maksudnya, bukan karena kafir, melainkan karena aku khilaf dan kurang berakal, lalu aku memohon ampun kepada Rabbku, dan Dia pun mengampuniku. “lalu aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu,” saat kalian berupaya untuk membunuhku, maka aku lari ke negeri madyan dan aku tinggal di sana beberapa tahun, lalu aku datang kepada kalian, “kemudian Rabbku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang drai rasul-rasul.” Walhasil, bahwa penolakan fir’aun terhadap Nabi Musa adalah penolakan seorang yang bodoh atau orang yang berpura-pura bodoh. Sebab, fir’aun telah menjadikan pembunuhan (yang dilakukan oleh Musa) sebagai penghalang untuk menjadi seorang rasul. Oleh karena itu, Musa menjelaskan kepadanya bahwa pembunuhan yang dilakukannya karena khilaf dan tidak sengaja untuk membunuhnya, dan bahwa karunia Allah tidak bisa dihalangi oleh seorang pun.Lalu kenapa kalian menghalangi hikmah dan kerasulan yang telah Allah karuniakan kepadaku? Sekarang, wahai Fir’aun, tinggal argumentasimu, yang kamu katakan, “bukankah kami telah mengasuhmu di dalam (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak?” setelah dicermati, maka jelas sekali bahwa sebenarnya sama sekali tidak ada kebaikan (jasa) sama sekali bagimu pada saat itu. Maka dari itu Musa berkata, ”itu adalah nikmat,” yang dikaruniakan “kepadaku disebabkan kamu telah memperbudak Bani israil,” maksudnya, nikmat ini dilimpahkan kepadaku adalah karena sesungguhnya, kamu telah membuat hina bani israil dan kamu telah menjadikan mereka tak ubahnya seperti budak, sedangkan aku telah engkau selamatkan dari perbudakanmu dan penghinaanmu, dan kamu telah menjadikan hal itu sebagai nikmat bagiku.Jadi, tatkala direnungkan, maka tampak bahwa yang sebenarnya adalah karena engkau telah menzhalimi bangsa yang mulia ini (bani israil), engkau menyiksa mereka dan engkau telah memperkerjakan mereka secara paksa; sedangkan aku telah diselamatkan oleh Allah dari kejahatanmu, pada saat kejahatanmu menimpa kaumku. Lalu jasa apa yang kamu lakukan dan engkau karuniakan kepadaku?

Sumber: https://tafsirweb.com/6430-surat-asy-syuara-ayat-20.html

Tafsir Al-Wajiz

20. Musa berkata: “Aku memang telah melakukannya. Dan aku termasuk orang yang bersalah dan tidak mengetahui konsekwensinya sebelum mendapat pengetahuan dan risalah”

Sumber: https://tafsirweb.com/6430-surat-asy-syuara-ayat-20.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 10-22 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang perintahNya kepada hamba, rasulNya, yaitu nabi Musa ketika Dia menyerunya dari sisi kanan bukit Thur. Allah berbicara langsung dengannya dan mengutusnya sebagai seorang rasul. Lalu Allah memerintahkan kepadanya untuk pergi menemui Fir'aun dan para pembesarnya.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: ("Datangilah kaum-kaum yang zalim itu (10) (yaitu) kaum Fir’aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?” (11) Musa berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku takut bahwa mereka akan mendustakan aku (12) Dan (karenanya) sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku, maka utuslah (Jibril) kepada Harun (13) Dan aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku (14)) Ini adalah alasan dia memohon Allah agar hambatan-hambatan tersebut dilenyapkan darinya. Sebagaimana yang ada pada surah Thaha: (Musa berkata: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku (25) dan mudahkanlah untukku urusanku (26) dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku (27) supaya mereka mengerti perkataanku (28) dan Jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku (29)) (yaitu) Harun, saudaraku (30) teguhkanlah dengan Dia kekuatanku (31) dan jadikankanlah Dia sekutu dalam urusanku (32) supaya Kami banyak bertasbih kepadaMu (33) dan banyak mengingatMu (34) Sesungguhnya Engkau adalah Maha melihat (keadaan) kami" (35) Allah berfirman: "Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, Hai Musa" (36)) (Surah Thaha) Firman Allah: (Dan aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku (14)) yaitu karena membunuh orang Qibti yang menjadi sebab aku keluar dari negeri Mesir (Allah berfirman, "Jangan takut") Allah سبحانه وتعالى berfirman kepadanya,"Janganlah takut terhadap sesuatupun yang kamu pikirkan itu" sebagaimana firmanNya: (Allah berfirman, “Kami akan membantumu dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar) yaitu bukti yang nyata (maka mereka tidak dapat mencapaimu; (berangkatlah) dengan membawa mukjizat Kami, dan orang yang mengikuti kalianlah yang menang”) (Surah Al-Qashash: 35) (maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sesungguhnya Kami bersama kalian mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan)) sebagaimana firmanNya: (sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat) (Surah Thaha: 46) yaitu sesungguhnya Aku selalu bersama kalian berdua melalui pemeliharaan, penjagaan, pertolongan, dan dukunganKu. (Maka datanglah kamu berdua kepada Fir’aun dan katakanlah olehmu, "Sesungguhnya kami adalah rasul Tuhan semesta alam” (16)) sebagaimana firmanNya di ayat lain: (Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu) (Surah Thaha: 47) yaitu, masing-masing dari kami diutus kepadamu (Lepaskanlah Bani Israil (pergi) beserta kami (17)) yaitu bebaskanlah mereka dari tawanan, genggaman, kekuasaan, dan kekuasaanm, karena sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Allah yang beriman dan tentaraNya yang ikhlas, dan sekarang mereka berada di dalam penindasan dan siksaanmu yang merendahkan.Setelah nabi Musa berkata demikian, maka Fir'aun berpaling dan sama sekali tidak mengabaikannya, lalu memandang dengan pandangan sinis dan meremehkan seraya berkata: (Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak (18) Engkau (Musa) telah melakukan (kesalahan berupa) perbuatan yang telah engkau lakukan (membunuh seseorang dari kaumku) dan engkau termasuk orang yang ingkar (terhadap kebaikan dan ketuhananku)” (19)) yaitu bukankah kamu orang yang pernah kami asuh di rumah kami, di atas ranjang kami, dan kami buat kamu hidup senang selama beberapa tahun. Kemudian setelah itu kamu membalas kebaikan itu dengan perbuatanmu itu dengan membunuh seseorang dari kami dan mengingkari kesenangan yang pernah kuberikan kepadamu. Oleh karena itu Fir'aun berkata: (dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas budi) yaitu orang-orang yang ingkar.Pendapat ini dikatakan Ibnu Abbas dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, dan Ibnu Jarir memilih pendapat ini (Berkata Musa, "Aku telah melakukannya) yaitu dalam keadaan itu (sedangkan aku di waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf”) yaitu, sebelum wahyu diberikan kepadaku dan Allah memberikan nikmat kepadaku berupa kenabian dan kerasulan. Mujahid, Qatadah, Adh-Dhahhak dan lainnya: (sedangkan aku termasuk orang-orang yang khilaf) yaitu orang-orang yang tidak mengerti. (Kemudian, aku lari darimu karena takut kepadamu. Lalu, Tuhanku menganugerahkan kepadaku hukum (ilmu dan kearifan) dan menjadikanku salah seorang rasul). Yaitu keadaan dahulu berbeda dengan keadaan ini, sesungguhnya Allah telah mengutusku kepadamu.Jika kamu taat kepadaNya, maka kamu selamat; dan jika kamu menentangnya, maka kamu binasa. Kemudian nabi Musa berkata, (Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Israil (22)) yaitu kebaikanmu dan pengasuhanmu kepadaku itu bertentangan dengan perbuatan jahatmu terhadap Bani Israil. Kamu menjadikan mereka budak dan pelayan seraya memaksa mereka untuk kepentingan dan rakyatmu.Maka apakah dapat mencukupi kebaikanmu kepada seseorang dari mereka menutupi kejahatanmu kepada mereka semua. yaitu, bahwa apa yang kamu sebutkan itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kejahatan yang telah kamu lakukan

Sumber: https://tafsirweb.com/6430-surat-asy-syuara-ayat-20.html

Informasi

Surat

الشعراۤء (Asy-Syu'ara')

Para Penyair — 227 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

20 dari 227 ayat

Juz

Juz 19

Halaman

Halaman 368

Ruku

Ruku 317

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 74 (147/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2952 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-26