اٰل عمران (Ali 'Imran)
Per AyatMushaf
زُيِّنَ
dijadikan indah (pandangan)
لِلنَّاسِ
bagi manusia
حُبُّ
kecintaan
الشَّهَوٰتِ
segala yang diingini
مِنَ
dari
النِّسَاۤءِ
wanita-wanita
وَالْبَنِيْنَ
dan anak-anak
وَالْقَنَاطِيْرِ
dan harta
الْمُقَنْطَرَةِ
yang banyak
مِنَ
dari
الذَّهَبِ
emas
وَالْفِضَّةِ
dan perak
وَالْخَيْلِ
dan kuda
الْمُسَوَّمَةِ
yang pilihan
وَالْاَنْعَامِ
dan binatang ternak
وَالْحَرْثِ
dan sawah ladang
ۗ
ذٰلِكَ
demikian itu
مَتَاعُ
kesenangan
الْحَيٰوةِ
kehidupan
الدُّنْيَا
dunia
ۗوَاللّٰهُ
dan Allah
عِنْدَهٗ
di sisiNya
حُسْنُ
yang terbaik
الْمَاٰبِ
tempat kembali
﴿١٤﴾
Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.
307 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dijadikan indah bagi manusia untuk mencintai apa saja yang mereka sukai, berupa wanita, anak-anak, kekayaan yang melimpah seperi emas, perak dan kuda-kuda yang baik, dan binatang-binatang ternak semisal unta,sapi dan kambing, serta tanah yang di jadikan untuk bercocok tanam dan berladang. Semua itu adalah pesona kehidupan dunia dan perhiasannya yang akan sirna. Dan Allah di sisiNYA terdapat tempat kembali dan pahala yang baik, yaitu surga.
Sumber: https://tafsirweb.com/1146-surat-ali-imran-ayat-14.html
Tafsir as-Sa'di
14. Allah mengabarkan dalam dua ayat ini tentang kondisi manusia ketika mendahulukan dunia atas akhirat, lalu antara kedua alam tersebut, di mana Allah mengabarkan bahwa manusia dihiasi dengan perkara-perkara tersebut hingga mereka meliriknya dengan mata mereka, dan mereka ilusikan manisnya dalam hati mereka, jiwa-jiwa mereka terbuai dalam kenikmatan-kenikmatannya. Dan setiap kelompok dari manusia itu condong kepada salah satu jenis dari jenis-jenis kenikmatan tersebut, yang sebenarnya mereka telah menjadikannya sebagai cita-cita terbesar mereka dan puncak dari pengetahuan mereka.Padahal itu semua hanya kenikmatan yang sedikit yang akan lenyap dalam waktu yang sekejap, maka itulah “kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga).”
Sumber: https://tafsirweb.com/1146-surat-ali-imran-ayat-14.html
Tafsir Al-Wajiz
14. Syahwat yang menyenangkan hati itu dibuat menjadi sesuatu yang dicintai oleh manusia, yaitu wanita yang untuk dinikmati dan membuat keturunan, anak laki-laki, harta melimpah yang telah terkumpul atau berlipat-lipat mencapai jumlah yang sangat banyak berupa emas, perak, kuda dari keturunan yang baik dan istimewa yang memiliki beberapa tanda, hewan-hewan ternak (unta, sapi, dan kambing) dan hasil pertanian. Semua yang disebutkan itu adalah sesuatu yang hanya dinikmati di dunia, kemudian menghilang.Dan di sisi Allah itu tempat kembali yang lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa
Sumber: https://tafsirweb.com/1146-surat-ali-imran-ayat-14.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 14-15 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang hal-hal yang dihiasi untuk manusia di kehidupan dunia ini berupa berbagai jenis tempat berlindung, wanita dan anak-anak. Dimulai dengan wanita, karena godaan melalui mereka itu lebih kuat, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah aku meninggalkan suatu fitnah setelahku yang lebih dahsyat bagi kaum laki-laki melebihi fitnah wanita” Adapun jika tujuannya adalah untuk menjaga kehormatan dan memiliki banyak keturunan, maka ini adalah hal yang diharapkan, diinginkan, dan dianjurkan. Sebagaimana yang teradapat dalam berbagai hadits tentang pentingnya pernikahan dan memperbanyak keturunan darinya. “Sebaik-baik umatku adalah yang yang paling banyak istrinya” dan sabda beliau, “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah isteri yang shalihah.Jika suaminya melihatnya, dia membuatnya gembira, jika memerintahkannya, maka dia taat, dan jika suaminya tidak ada di sisinya, dia menjaga dirinya dan hartanya.” Para mufasir berbeda pendapat tentang dengan ukuran “qinthar” kesimpulannya adalah bahwa itu adalah harta yang melimpah, sebagaimana yang diungkapkan oleh Adh-Dhahhak dan lainnya. Firman Allah سبحانه وتعالى, (dan binatang ternak) yaitu unta, sapi, dan kambing. (dan sawah lading) yaitu tanah yang diolah untuk ditanami Kemudian Allah berfirman, (Itulah kesenangan hidup di dunia) yaitu sesungguhnya semua ini adalah keindahan dan perhiasan kehidupan dunia yang fana dan berlalu. (dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)) yaitu sebaik-baik tempat kembali dan pahala.Oleh karena itu, Allah berfirman, (Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?") yaitu katakanlah kepada manusia, wahai Muhammad “Adakah yang ingin aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang lebih baik daripada apa yang telah dihias untuk manusia di dunia ini yang berupa keindahan dan kenikmatan dunia yang pasti akan lenyap.” Kemudian Allah memberitahukan tentang hal itu.Dia berfirman, (Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai) yaitu pada sisi-sisinya mengalir sungai dari berbagai jenis minuman berupa madu, susu, khamr, air, dan lain sebagainya yang belum pernah dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga, serta tidak pernah terlintas pada hati manusia (mereka kekal didalamnya ) yaitu mereka tinggal di sana selama-lamanya, dan tidak akan pindah kemana pun, (Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan) yaitu dari kotoran, noda, penyakit, haid, nifas, dan hal lain yang merendahkan wanita di dunia. (serta keridhaan Allah) mereka meraih keridhaan Allah sehingga Dia tidak akan marah kepada mereka setelah itu selama-lamanya. Oleh karena itu Allah berfirman dalam ayat lain dalam surah Bara’ah (Dan keridhaan Allah adalah lebih besar) itulah hal paling agung dari yang Dia berikan kepada manusia dari nikmat-nikmat yang terus menetap.Kemudian Allah berfirman, (Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya) yaitu Allah memberikan kepada setiap orang sesuai dengan kadar yang layak diberikan untuknya.
Sumber: https://tafsirweb.com/1146-surat-ali-imran-ayat-14.html
Informasi
Surat
اٰل عمران (Ali 'Imran)
Keluarga Imran — 200 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
14 dari 200 ayat
Juz
Juz 3
Halaman
Halaman 51
Ruku
Ruku 43
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 10 (20/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-307 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-3