الشعراۤء (Asy-Syu'ara')

Per AyatMushaf
فَكَذَّبُوْهُ
maka mereka mendustakannya
فَاَهْلَكْنٰهُمْۗ
lalu kami binasakan mereka
اِنَّ
sesungguhnya
فِيْ
pada
ذٰلِكَ
yang demikian itu
لَاٰيَةً
benar-benar tanda-tanda
ۗوَمَا
dan/tetapi tidak
كَانَ
adalah
اَكْثَرُهُمْ
kebanyakan mereka
مُّؤْمِنِيْنَ
orang-orang yang beriman
﴿١٣٩﴾
Maka mereka mendustakannya (Hud), lalu Kami binasakan mereka. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
3071 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

139-140. Maka mereka tetap mendustakannya. Akibatnya, Allah membinasakan mereka dengan angin dingin yang dahsyat.Sesungguhnya pada kejadian pembinasaan itu terdapat pelajaran bagi orang-orang setelah mereka. Namun kebanyakan orang-orang yang mendengar kisah mereka tidak menjadi beriman kepadamu. Dan sesungguhnya Tuhanmu itu Mahaperkasa yang Kuasa untuk melakukan apa saja yang dikehendakiNya, berupa membinasakan orang-orang yang mendustakan, juga Maha Penyayang terhadap kaum Mukminin.

Sumber: https://tafsirweb.com/6549-surat-asy-syuara-ayat-139.html

Tafsir as-Sa'di

139-140 “maka mereka mendustakannya,” maksudnya, sikap mendustakan itu telah menjadi karakter dan moral mereka yang tidak dapat dicegah oleh siapapun. “lalu kami membinasakan mereka,” “dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tanggul-tanggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).” (al-haqqah:6-7) “sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda,” yang membuktikan kebenaran Nabi kami, Hud alaihi salam dan kebenaran ajaran yang dibawanya, serta kebatilan agama yang dianut kaumnya, berupa kesyirikan dan kecongkakan. “tetapi kebanyakan mereka tidak beriman,” sekalipun sudah ada tanda-tanda yang bisa menunjukkan kepada iman. “dan sesunguhnya Rabbmu, Dia-lah Yang Mahaperkasa,” yang telah membinasakan kaum Hud dengan kekuatanNya di atas kekuatan dan kebringasan mereka, “lagi Maha penyayang,” terhadap NabiNya, Hud di mana Dia menyelamatkannya beserta para pengikutnya dari kalangan kaum Mukminin.

Sumber: https://tafsirweb.com/6549-surat-asy-syuara-ayat-139.html

Tafsir Al-Wajiz

139. Maka mereka mendustakan Hud, lalu Kami binasakan mereka dengan angin shar shar atas kedustaan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran dan nasehat.Tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

Sumber: https://tafsirweb.com/6549-surat-asy-syuara-ayat-139.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 136-140 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan jawaban kaum nabi Hud terhadapnya setelah dia menyeru mereka dengan anjuran dan peringatan serta menakut-nakuti mereka, dan menjelaskan kepada mereka kebenaran dengan sangat jelas (Mereka menjawab, "Adalah sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasihat atau tidak memberi nasihat” (136)) yaitu kami tidak akan beranjak dari kebiasaan kami (dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu) (Surah Hud: 53) Demikianlah perkaranya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya orang-orang kafir sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman (6)) (Surah Al-Baqarah) dan (Sungguh, orang-orang yang telah dipastikan mendapat ketetapan Tuhanmu, tidaklah akan beriman (96) meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah), hingga mereka menyaksikan azab yang pedih (97)) (Surah Yunus) Firman Allah سبحانه وتعالى: ((agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu (137)) Sebagian ulama membacanya “In hadza illa khalqul awwalin” dengan difathah huruf kha’nya dan disukun huruf lamnya.Ibnu Mas'ud, Ibnu Abbas, Alqamah dan Mujahid berkata bahwa mereka bermaksud,"Tiada lain apa yang kamu sampaikan kepada kami hanyalah kebiasaan orang-orang terdahulu," sebagaimana orang-orang musyrik Quraisy berkata: (Dan mereka berkata, "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang”) (Surah Al-Furqan: 5) dan (Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu?” Mereka menjawab, "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu” (24)) (Surah An-Nahl) Ulama lainnya membacanya (In hadza illa khuluqul awwalin) yaitu dengan didhammah huruf kha’ dan lamnya.Maksud mereka yaitu,”Agama dan tradisi yang biasa mereka lakukan itu termasuk agama orang dahulu dari kalangan nenek moyang mereka. Kami mengikuti mereka dan menelusuri jejak mereka, dan kami hidup sebagaimana mereka hidup, serta kami mati sebagaimana mereka mati, tidak ada hari kebangkitan dan tidak ada hari kiamat. Oleh karena itu mereka berkata: (dan kami sekali-kali tidak akan diazab (138)) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: ((agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu (137)) yaitu agama orang-orang terdahulu.Pendapat ini dipilih Ibnu Jarir. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Maka mereka mendustakan Hud, lalu Kami binasakan.) yaitu mereka terus mendustakan, menentangnya, dan ingkar kepada nabi Allah Hud. Maka Allah membinasakan mereka.Telah dijelaskan tentang penyebab binasanya mereka di banyak tempat di Al-Qur’an, bahwa Allah mengirimkan angin kencang yang dingin dan kuat. Maka azab inilah yang menjadi sebab kebinasaan mereka. Sesungguhnya mereka adalah makhluk yang paling kejam dan paling sewenang-wenang.Oleh sebab itu Allah menimpakan azab yang lebih kuat dan lebih ganas daripada mereka. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Ad (6) (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi (7)) (Surah Al-Fajr) Mereka adalah kaum 'Ad yang terdahulu, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum 'Ad yang pertama (50)) (Surah An-Najm) Mereka adalah keturunan Iram bin Sam bin Nuh (yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi) Mereka adalah orang-orang yang tinggal di bangunan-bangunan yang tinggi.Orang yang menganggap bahwa Iram adalah nama sebuah kota, sesungguhnya dia mengambil dari kisah Israiliyat, yaitu dari perkataan Ka'b dan Wahb. Pendapat itu tidak mempunyai sumber yang asli. Oleh karena Allah berfirman: (yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain (8)) (Surah Al-Fajr) yaitu belum pernah diciptakan makhluk seperti mereka dalam hal kekuatan, kekerasan, dan kesewenang-wenangannya.Seandainya yang dimaksud dengan Iram adalah sebuah kota, maka ayat itu menyebutkan yang belum pernah dibangun suatu kota seperti itu. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Adapun kaum 'Ad, maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata, 'Siapakah yang lebih besar kekuatannya daripada kami?” Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuasaan) Kami (15)) (Surah Fushshilat) dan (Adapun kaum 'Ad, maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang (6) Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus) (Surah Al-Haqqah: 6,7) yaitu semputna (maka kamu melihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk)) (Surah Al-Haqqah: 7) yaitu seakan akan mereka adalah pohon kurma yang lapuk.Padahal mereka berlindung di dalam bukit-bukit, gua-gua dan parit-parit yang mereka gali sampai tubuh mereka tidak terlihat, tetapi hal tersebut tidak dapat memberi manfaat sedikit pun kepada mereka dari azab Allah (Sungguh, ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat ditunda) (Surah Nuh: 4) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka mereka mendustakannya (Hud), lalu Kami binasakan mereka.Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman (139) Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Penyayang (140))

Sumber: https://tafsirweb.com/6549-surat-asy-syuara-ayat-139.html

Informasi

Surat

الشعراۤء (Asy-Syu'ara')

Para Penyair — 227 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

139 dari 227 ayat

Juz

Juz 19

Halaman

Halaman 373

Ruku

Ruku 322

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 75 (149/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3071 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-26