اٰل عمران (Ali 'Imran)
Per AyatMushaf
اَلَّذِيْنَ
orang-orang yang
يَقُوْلُوْنَ
(mereka) berkata
رَبَّنَآ
ya Tuhan kami
اِنَّنَآ
sesungguhnya kami
اٰمَنَّا
kami telah beriman
فَاغْفِرْ
maka ampunilah
لَنَا
bagi/untuk kami
ذُنُوْبَنَا
segala dosa kami
وَقِنَا
dan peliharalah kami
عَذَابَ
siksa
النَّارِۚ
neraka
﴿١٦﴾
(Yaitu) orang-orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka.”
309 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Mereka hamba-hamba Allah yang bertakwa mengatakan: “Sesungguhnya kami telah beriman kepada Mu dan mengikuti Rasul Mu Muhammad , maka hapuslah dari kami dosa-dosa yang telah kami perbuat dan selamatkanlah kami dari siksa neraka.
Sumber: https://tafsirweb.com/1148-surat-ali-imran-ayat-16.html
Tafsir as-Sa'di
16. Maksudnya, orang-orang yang ilmunya mendalam itu adalah ulama dan ahli iman, di mana mereka bertawasul dengan keimanan mereka itu kepada TUhan mereka demi meraih ampunan atas dosa-dosa mereka dan pemeliharaan mereka dari siksa neraka. Hal-hal yang seperti ini adalah di antara sarana yang dicintai oleh Allah dari seorang hamba yang bertawasul kepada Tuhannya dengan apa yang telah Dia karuniakan kepada hamba tersebut berupa keimanan dan amal-amal shalih hingga penyempurnaan kenikmatan atas dirinya yaitu dengan memperoleh pahala yang sempurna dan penghindaran dari siksaan.
Sumber: https://tafsirweb.com/1148-surat-ali-imran-ayat-16.html
Tafsir Al-Wajiz
16 Sifat-sifat orang yang bertakwa adalah adalah mereka yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, meminta ampunan atas dosa-dosa mereka dan meminta untuk dijauhkan dari azab neraka.
Sumber: https://tafsirweb.com/1148-surat-ali-imran-ayat-16.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 16-17 Allah سبحانه وتعالى menggambarkan hamba-hambaNya yang bertakwa yang dijanjikan kepadanya pahala yang melimpah. Allah berfirman (orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman) yaitu kepadaMu, kitabMu, dan rasulMu (maka ampunilah segala dosa kami) yaitu dengan beriman kepadaMu dan apa yang Engkau syariatkan kepada kami, maka ampunilah dosa-dosa kami dan keterbatasan kami dalam urusan kami dengan keutamaan dan rahmatMu (dan peliharalah kami dari siksa neraka) Kemudian Allah berfirman (orang-orang yang sabar) yaitu dalam melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, (yang jujur) dalam apa yang mereka ucapkan berupa keimanan mereka dengan apa yang diwajibkan untuk mereka berupa amal yang berat (yang tetap taat) yang tunduk dan taat (yang menafkahkan hartanya) yaitu dari harta mereka dengan dalam segaala sesuatu yang diperintahkan kepada mereka berupa amalan ketaatan, silaturahim dengan kerabat, memperbaiki persabatan, dan menghibur orang-orang yang membutuhkan (dan yang memohon ampun di waktu sahur) Hal ini menunjukkan keutamaan istighfar di waktu sahur.Bahkan disebutkan bahwa nabi Ya'qub, ketika berkata kepada anak-anaknya, (Ya'qub berkata: "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku) (Surah Yusuf, 98) sesungguhnya beliau mengakhirkan itu sampai waktu sahur.Abdullah bin Umar biasa melaksanakan shalat malam, kemudian dia berkata, “Wahai Nafi’, apakah waktu sahur sudah datang?” Jika dijawab, “Iya,” maka dia akan berdoa dan memohon ampunan hingga waktu subuh
Sumber: https://tafsirweb.com/1148-surat-ali-imran-ayat-16.html
Informasi
Surat
اٰل عمران (Ali 'Imran)
Keluarga Imran — 200 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
16 dari 200 ayat
Juz
Juz 3
Halaman
Halaman 52
Ruku
Ruku 43
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 11 (21/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-309 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-3