الشعراۤء (Asy-Syu'ara')

Per AyatMushaf
وَاِنَّ
dan sesungguhnya
رَبَّكَ
Tuhanmu
لَهُوَ
benar-benar Dia
الْعَزِيْزُ
Maha Perkasa
الرَّحِيْمُ
Penyayang
ࣖ
﴿١٥٩﴾
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
3091 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Mahaperkasa Yang berkuasa menundukkan lagi membalas musuh-musuhNya yang mendustakan, juga Maha Penyayang terhadap orang yang beriman dari makhlukNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/6569-surat-asy-syuara-ayat-159.html

Tafsir as-Sa'di

157-159 lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, “kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab,” yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. “sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti,”yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. “dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha penyayang,”

Sumber: https://tafsirweb.com/6569-surat-asy-syuara-ayat-159.html

Tafsir Al-Wajiz

159. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Kuasa untuk membalas para musuh-Nya yang kafir. Serta Maha Penyayang kepada para kekasih-Nya yang senantiasa bertaubat.

Sumber: https://tafsirweb.com/6569-surat-asy-syuara-ayat-159.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 153-159 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang kaum Tsamud dalam menjawab nabi mereka, Shalh ketika menyeru mereka menyembah Tuhan mereka; (Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir (153)) Mujahid dan Qatadah berkata bahwa maksud mereka adalah bahwa nabi Shalih termasuk orang yang terkena sihir. Abu Shalih meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (salah seorang dari orang-orang yang kena sihir) bahwa maknanya adalah salah seorang makhluk. Sebagian mereka ada yang memperkuat pendapatnya ini dengan perkataan seorang penyair: “Maka jika engkau bertanya tentang apa yang kami alami, sesungguhnya kami ini makhluk yang kecil lagi lemah, yang diberi paru-paru” yaitu orang-orang yang mempunyai paru-paru, dan kata “as-sahar” adalah paru-paru.Pendapat yang lebih jelas tentang hal ini adalah pendapat Mujahid dan Qatadah bahwa mereka berkata, "Sesungguhnya perkataan yang kamu katakan itu tidak lain menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang terkena sihir" Kemudian mereka berkata: (Kamu tidak lain hanyalah seorang manusia seperti kami) yaitu, bagaimana mungkin kamu diberi wahyu, sedangkan kami tidak> Sebagaimana mereka berkata yang dimasukkan di ayat lain: (Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong (25) Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong (26)) (Surah Al-Qamar) Kemudian mereka meminta kepada nabi Shalih agar mendatangkan suatu mukjizat kepada mereka yang membenarkan apa yang dia sampaikan kepada mereka itu dari Tuhan mereka.Para pemimpin mereka berkumpul dan meminta kepadanya untuk mengeluarkan seekor unta betina yang telah beranak dari sebuah besar saat itu juga. Maka pada saat itu juga nabi Shalih mengambil janji dari mereka, bahwa sesungguhnya dia sanggup memenuhi permintaan mereka, tetapi mereka sungguh akan beriman dan mengikutinya, lalu mereka menyetujuinya. Maka sebagian dari mereka beriman, dan kebanyakan dari mereka ingkar (Saleh menjawab, "Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kalian mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu”(155)) yaitu unta betina ini mendapat airnya satu hari, dan satu hari kalian mendapatkan air kalian (Dan janganlah kalian sentuh unta betina ini dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kalian akan ditimpa oleh azab hari yang besar (156)) nabi Shalih memperingatkan mereka tentang pembalasan Allah jika mereka berbuat jahat kepada unta betina.Unta itu tinggal di antara mereka selama beberapa waktu; dan unta itu mendapat giliran minumnya, dan makan daun dan rumput, sedangkan mereka dapat mengambil manfaat air susunya yang mereka perah darinya dalam jumlah yang cukup buat mereka minum. Setelah hal itu berlangsung lama di antara mereka, lalu muncullah orang-orang yang celaka di antara mereka, dan mereka membuat kesepakatan untuk membunuh dan me­nyembelihnya. (Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal (157) maka mereka ditimpa azab) yaitu tanah mereka diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan mereka ditimpa teriakan mengguntur yang membuat hati manusia lepas dari tempatnya. Datang kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka, sehingga mereka mati ber­gelimpangan di tempat tinggal mereka (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman (158) Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (159))

Sumber: https://tafsirweb.com/6569-surat-asy-syuara-ayat-159.html

Informasi

Surat

الشعراۤء (Asy-Syu'ara')

Para Penyair — 227 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

159 dari 227 ayat

Juz

Juz 19

Halaman

Halaman 373

Ruku

Ruku 323

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 75 (149/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3091 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-26