الشعراۤء (Asy-Syu'ara')

Per AyatMushaf
اَوَلَمْ
dan apakah tidak
يَكُنْ
adalah/menjadi
لَّهُمْ
bagi mereka
اٰيَةً
ayat/bukti
اَنْ
bahwa
يَّعْلَمَهٗ
mengetahuinya
عُلَمٰۤؤُا
ulama
بَنِيْٓ
Bani
اِسْرَاۤءِيْلَ
Israil
﴿١٩٧﴾
Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?
3129 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan apakah tidak cukup bagi mereka, terkait bukti petunjuk bahwa kamu adalah utusan Allah dan al-Qur’an itu haq, pengetahuan para tokoh agama Bani Israil tentang kebenarannya dan orang-orang yang telah beriman kepadanya seperti Abdullah bin Salam?

Sumber: https://tafsirweb.com/6607-surat-asy-syuara-ayat-197.html

Tafsir as-Sa'di

197 “dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka,” atas kebenarannya, dan bahwa ia berasal dari Allah, “bahwa para ulama bani israil mengetahuinya?” yaitu orang-orang yang sudah mencapai puncak ilmu sehingga mereka menjadi manusia yang paling mengetahui (ulama), dan mereka adalah orang-orang yang adil. sebab setiap sesuatu yang mengalami ketidak jelasan tentangnya maka dikembalikan kepada ahli ilmu dan pengetahuan, sehingga pendapat mereka menjadi hujjah (argument) terhadap orang-orang selain mereka; sebagaimana halnya para ahli sihir (yang menguasai ilmu sihir) mengetahui kebenaran mukjizat nabi Musa, bahwasannya ia bukan sihir. Maka perkataan orang-orang bodoh sesudah itu tidak perlu dihiraukan lagi.

Sumber: https://tafsirweb.com/6607-surat-asy-syuara-ayat-197.html

Tafsir Al-Wajiz

197. Apakah orang musyrik Makkah tidak melihat berbagai bukti kebenaran Alquran dan kenabian nabi Muhammad ﷺ: artinya agar para Ulama Bani Israil seperti Abdullah bin Salam yang beriman mengetahui pengutusan nabi Muhammad ﷺ

Sumber: https://tafsirweb.com/6607-surat-asy-syuara-ayat-197.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 196-199 Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa sesungguhnya penyebutan Al-Qur'an ini dan perhatian mengenai keberadaannya yang benar-benar ada di dalam kitab­ kitab terdahulu yang dinukil dari para nabi mereka yang menyampaikan kabar gembira atas kedatangannya sejak zaman dahulu dan masa yang akan datang. Sebagaimana Allah mengambil janji dari mereka tentang hal itu, sehingga nabi terakhir dari kalangan mereka berdiri seraya berkhotbah kepada golongannya untuk menyampai­kan kabar gembira atas kedatangan Ahmad (nabi Muhammad ﷺ): (Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat; dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”) (Surah Ash-Shaff: 6) Kata “az-zubur” di sini adalah kitab-kitab, yang merupakan bentuk jamak dari zabur.Demikian juga kitab Zabur yang merupakan kitab nabi Dawud,. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan (52)) (Surah Al-Qamar) yaitu tercatat di dalam lembaran-lembaran dipegang para malaikat.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi. mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya? (197)) yaitu, tidakkah cukup bagi mereka saksi yang benar atas hal itu melalui ulama Bani Israil yang menjumpai penyebutan Al- Qur'an di dalam kitab-kitab mereka yang biasa mereka pelajari. Makna yang dimaksud adalah ulama Bani Israil yang adil, yaitu mereka yang mengakui kebenaran sifat nabi Muhammad ﷺ, kerasulannya, dan umatnya di dalam apa yang ada pada mereka. Sebagaimana yang telah diberitahukan oleh sebagian orang dari mereka yang beriman ,seperti Abdullah bin Salam dan Salman Al-Farisi dari orang-orang yang dia jumpai dari mereka dan orang-orang yang sama dengan mereka.Allah سبحانه وتعالى berfirman: ((Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka) (Surah Al-A'raf: 157) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang kerasnya kekafiran dan keingkaran orang-orang Quraisy terhadap Al-Qur'an, bahwa seandainya Al-Qur'an ini diturunkan kepada seseorang non-Arab dari kalangan mereka yang tidak mengetahui bahasa Arab, lalu Al-Qur'an ini diturunkan kepadanya dengan bahasa yang jelas dan fasih, maka mereka tidak akan beriman kepadanya.Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan kalau Al-Qur’an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab (198) lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya (199)) Sebagaimana Allah memberitahukan tentang mereka di ayat lain: (Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus-menerus naik ke atasnya (14) tentulah mereka berkata, "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan” bahkan kami adalah kaum yang terkena sihir (Surah Al-Hijr).

Sumber: https://tafsirweb.com/6607-surat-asy-syuara-ayat-197.html

Informasi

Surat

الشعراۤء (Asy-Syu'ara')

Para Penyair — 227 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

197 dari 227 ayat

Juz

Juz 19

Halaman

Halaman 375

Ruku

Ruku 326

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 75 (150/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3129 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-26