النمل (An-Naml)
Per AyatMushaf
۞
قَالَ
(Sulaeman) berkata
سَنَنْظُرُ
akan kami lihat
اَصَدَقْتَ
apakah kamu benar
اَمْ
atau
كُنْتَ
adalah kamu
مِنَ
dari/termasuk
الْكٰذِبِيْنَ
orang-orang yang berdusta
﴿٢٧﴾
Dia (Sulaiman) berkata, “Akan kami lihat, apa kamu benar, atau termasuk yang berdusta.
3186 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
27-28. Sulaiman berkata kepada hud-hud, “Kami akan analisa berita yang kamu bawa kepada kami, apakah kamu berkata jujur dalam perkara itu ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta padanya. Pergilah dengan membawa suratku ini kepada penduduk negeri Saba’ itu, dan berikan surat itu kepada mereka, lalu menyingkirlah kamu dengan jarak yang masih dekat dari mereka di mana kamu tetap bisa mendengar perkataan mereka.Lalu perhatikanlah perbincangan yang terjadi diantara mereka.”
Sumber: https://tafsirweb.com/6891-surat-an-naml-ayat-27.html
Tafsir as-Sa'di
27-28 maka selamatlah hud-hud itu setelah ia menyampaikan berita yang sangat besar itu, dan sulaiman pun merasa sangat heran, bagaimana bisa berita ini luput dari pengetahuannya, kemudian dia berkata seraya meneguhkan kesempurnaan dan kematangan akalnya, “akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusat. Pergilah dengan (membawa) suratku ini,” nashnya akan disebutkan pada ayat berikutnya, “lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka,” maksudnya, mundur dengan tidak terlalu jauh. “lalu perhatikanlah apa yang mereka kembalikan,” kepadamu, dan apa yang mereka bicarakan tentang isi surat ini.
Sumber: https://tafsirweb.com/6891-surat-an-naml-ayat-27.html
Tafsir Al-Wajiz
27. Berkata Sulaiman kepada Hud hud: "Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.” Ini menunjukkan bahwa dianjurkan melakukan tabayun kepada berita dengan melihat kebenaran asli.
Sumber: https://tafsirweb.com/6891-surat-an-naml-ayat-27.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 27-31 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang apa yang dikatakan nabi Sulaiman kepada hud-hud setelah dia memberitahukan tentang penduduk negeri Saba’ dan ratu mereka (Sulaiman berkata, "Akan kami lihat, apakah kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta” (27)) yaitu apakah berita darimu ini benar (ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta) yaitu dalam ucapanmu untuk menyelamatkan dirimu dari siksaan yang telah akku ancamkan kepadamu ("Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan” (28)) Nabi Sulaiman menulis surat kepada Balqis dan kaumnya, lalu menyerahkannya kepada hud-hud untuk membawanya. Hud-hud terbang menuju ke negeri mereka, dan hinggap di istana Balqis, lalu hud-hud melemparkan surat itu melalui celah yang ada di istananya, tepat berada di hadapan Balqis, kemudian hud-hud menjauh sebagai sopan santun dan berjaga-jaga. Balqis kebingungan menyaksikan pemandangan yang menakjubkan itu sehingga membuatnya terpana sejenak.Kemudian dia menuju ke tempat surat itu dijatuhkan, lalu mengambilnya dan membuka capnya serta membacanya. Di dalamnya terkandung: (Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)nya, "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (30) Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri” (31)) Lalu Balqis mengumpulkan semua pemimpin, menteri, dan pembesar kerajaannya, lalu berkata kepada mereka (Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia) yaitu mulia karena dia melihat keajaiban surat itu, karena burunglah yang mengantarkan surat itu kepadanya, lalu burung itu berpaling darinya darinya sebagai etika terhadap raja. Demikian itu tidak akan mampu dilakukan oleh seorang rajapun, dan mereka tidak bisa melakukan itu.Kemudian Balqis membacakan surat itu kepada mereka (Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)nya, "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (30) Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri” (31)) Maka mereka mengetahui bahwa surat itu dari nabi Allah Sulaiman dan bahwa mereka belum pernah menerima hal itu. Tulisan itu menggunakan gaya bersastra tinggi, ringkas, dan fasih; karena maknannya dapat ditangkap hanya dengan sedikit kalimat, tetapi indah. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku) Qatadah berkata, bahwa maknannya adalah Janganlah kamu sombong terhadapku (dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri) Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata bahwa maknannya adalah janganlah kalian membangkang dan bersikap sombong terhadapku, tetapi datanglah kepadaku dengan berserah diri.Ibnu Abbas berkata yaitu dalam keadaan mengesakan Allah, Ulama’ lainnya berkata yaitu dalam keadaan ikhlas. Sufyan Ibnu Uyaynah berkata bahwa maknannya adalah dalam keadaan taat
Sumber: https://tafsirweb.com/6891-surat-an-naml-ayat-27.html
Informasi
Surat
النمل (An-Naml)
Semut-semut — 93 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
27 dari 93 ayat
Juz
Juz 19
Halaman
Halaman 379
Ruku
Ruku 328
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 76 (152/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3186 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-27