النمل (An-Naml)
Per AyatMushaf
قَالَتْ
ia berkata
يٰٓاَيُّهَا
hai
الْمَلَؤُا
pembesar-pembesar
اِنِّيْٓ
sesungguhnya aku
اُلْقِيَ
dijatuhkan
اِلَيَّ
kepadaku
كِتٰبٌ
surat
كَرِيْمٌ
mulia/berharga
﴿٢٩﴾
Dia (Balqis) berkata, “Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia.”
3188 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Hud-hud pergi dan menjatuhkan surat itu kepada sang ratu. Kemudian sang ratu membacanya dan mengumpulkan seluruh pembesar dari kaumnya. Hud-hud mendengar ratu itu berkata kepada mereka, “Sesungguhnya telah sampai kepadaku surat yang isinnya penting dari seseorang yang berkedudukan agung.”
Sumber: https://tafsirweb.com/6893-surat-an-naml-ayat-29.html
Tafsir as-Sa'di
29-31 maka burung itu pun pergi, lalu menjatuhkan surat itu pada sang ratu. Dan ia (sang ratu) berkata kepada kaumnya, ”sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia,” maksudnya, surat yang berharga, berasal dari raja yang sangat besar di bumi ini. Kemudian ia menjelaskan isinya, seraya berkata, ”sesungguhnya surat itu dari sulaiman, dan sesungguhnya (isi) nya, ’dengan menyebut nama Allah Yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang, bahwa janganlah kamu berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri’,” maksudnya, jangan sampai kalian berada di atasku, akan tetapi tunduklah kalian di bawah kekuasaanku, dan patuhilah perintah-perintahku serta datanglah kalian kepadaku dengan berserah diri.Ini kalimat yang sangta ringkas disertai penjelasan yang sempurna, karena ia mencakup larangannya dari tindakan sombong dan menetapi keadaan sesat mereka selama ini, tunduk kepada perintahnya, bergabung dibawah (panji) ketaatan kepadanya, dan datang menghadapnya serta mengajak mereka kepada islam. Di dalamnya terkandung kesunnahan memulai tulis menulis dengan ungkapan basmallah secara sempurna, dan mendahulukan nama di awal judul tulisan.
Sumber: https://tafsirweb.com/6893-surat-an-naml-ayat-29.html
Tafsir Al-Wajiz
29. Bilqis berkata: "Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan sebuah surat yang mulia kepadaku. Karena terdapat tanda tangan raja yang agung”
Sumber: https://tafsirweb.com/6893-surat-an-naml-ayat-29.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 27-31 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang apa yang dikatakan nabi Sulaiman kepada hud-hud setelah dia memberitahukan tentang penduduk negeri Saba’ dan ratu mereka (Sulaiman berkata, "Akan kami lihat, apakah kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta” (27)) yaitu apakah berita darimu ini benar (ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta) yaitu dalam ucapanmu untuk menyelamatkan dirimu dari siksaan yang telah akku ancamkan kepadamu ("Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan” (28)) Nabi Sulaiman menulis surat kepada Balqis dan kaumnya, lalu menyerahkannya kepada hud-hud untuk membawanya. Hud-hud terbang menuju ke negeri mereka, dan hinggap di istana Balqis, lalu hud-hud melemparkan surat itu melalui celah yang ada di istananya, tepat berada di hadapan Balqis, kemudian hud-hud menjauh sebagai sopan santun dan berjaga-jaga. Balqis kebingungan menyaksikan pemandangan yang menakjubkan itu sehingga membuatnya terpana sejenak.Kemudian dia menuju ke tempat surat itu dijatuhkan, lalu mengambilnya dan membuka capnya serta membacanya. Di dalamnya terkandung: (Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)nya, "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (30) Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri” (31)) Lalu Balqis mengumpulkan semua pemimpin, menteri, dan pembesar kerajaannya, lalu berkata kepada mereka (Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia) yaitu mulia karena dia melihat keajaiban surat itu, karena burunglah yang mengantarkan surat itu kepadanya, lalu burung itu berpaling darinya darinya sebagai etika terhadap raja. Demikian itu tidak akan mampu dilakukan oleh seorang rajapun, dan mereka tidak bisa melakukan itu.Kemudian Balqis membacakan surat itu kepada mereka (Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)nya, "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (30) Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri” (31)) Maka mereka mengetahui bahwa surat itu dari nabi Allah Sulaiman dan bahwa mereka belum pernah menerima hal itu. Tulisan itu menggunakan gaya bersastra tinggi, ringkas, dan fasih; karena maknannya dapat ditangkap hanya dengan sedikit kalimat, tetapi indah. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku) Qatadah berkata, bahwa maknannya adalah Janganlah kamu sombong terhadapku (dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri) Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata bahwa maknannya adalah janganlah kalian membangkang dan bersikap sombong terhadapku, tetapi datanglah kepadaku dengan berserah diri.Ibnu Abbas berkata yaitu dalam keadaan mengesakan Allah, Ulama’ lainnya berkata yaitu dalam keadaan ikhlas. Sufyan Ibnu Uyaynah berkata bahwa maknannya adalah dalam keadaan taat
Sumber: https://tafsirweb.com/6893-surat-an-naml-ayat-29.html
Informasi
Surat
النمل (An-Naml)
Semut-semut — 93 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
29 dari 93 ayat
Juz
Juz 19
Halaman
Halaman 379
Ruku
Ruku 328
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 76 (152/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3188 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-27