Kembali ke Surat Ali 'Imran

اٰل عمران (Ali 'Imran)

Surat ke-3, Ayat ke-26

قُلِ اللهم مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Ucapkanlah olehmu (wahai nabi) sambil menghadap kepada Tuhanmu dengan mengucapkan doa berikut “wahai Dzat yang memiliki seluruh kerajaan,Engkau yang memberikan kerajaan, harta dan kekuasaan di bumi bagi orang-orang yang Engkau kehendaki dari hamba-hamba Mu, dan Engkau pula yang mengambil kerajaan dari orang-orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau memberikan kemuliaan di dunia dan di akhirat bagi siapa saja yang Engkau kehendaki, dan Engkau menjadikan kehinaan kepada orang yang Engkau kehendaki, di tangan Mu lah segala kebaikan, Sesungguhnya Engkau lah satu-satunya Dzat yang maha kuasa atas segala sesuatu. Pada ayat ini terdapat penetapan sifat tangan bagi Allah sesuai dengan keagungan Allah

Sumber: https://tafsirweb.com/1158-surat-ali-imran-ayat-26.html

📚 Tafsir as-Sa'di

26-27. Pada dasarnya Allah memerintahkan kepada NabiNya dan orang lain yang mengikuti (beliau) agar menyampaikan dari Tuhannya secara tegas akan keesaan Nya dalam mengatur segala perkara, mengontrol seluruh alam, baik langit maupun bumi, dan juga tentang hakNya untuk dikhususkan dengan kekuasaan yang mutlak dan pengaturan yang bijaksana, dan bahwasanya Dia memberikan kekuasaan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mencabut kekuasaan itu dari siapa yang Dia kehendaki, Dia memuliakan siapa yang dikehendakiNya dan menghinakan siapa yang dikehendakiNya. Dan itu tidak berdasarkan angan-angan ahli kitab atau selain mereka, namun perkara itu semuanya adalah di Tangan Allah, dan pengaturan berada di bawah kekuasaanNya.

Maka tidak ada yang dapat menolaknya dalam pengaturanNya tersebut, tidak pula ada penolong untukNya dalam ketetapan takdirNya. Dan bahwasanya sebagaimana Dia adalah Pengatur perputaran hari (kemenangan) di antara manusia, Dia pun Pengatur akan masa itu sendiri, di mana Dia memasukkan siang ke dalam malam dan memasukkan malam kedalam siang. Artinya Allah memasukkan yang ini kedalam yang itu dan yang ini menempati posisi yang itu, Dia menambah yang ini apa yang kurang dari yang itu agar dengan hal itu semua tegaklah kemaslahatan makhluk-makhlukNya.

Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati sebagaimana Dia mengeluarkan tumbuh-tumbuhan, pepohonan yang bermacam-macam dari biji-biji benih, orang Mukmin dari orang kafir, orang hidup dari yang mati, sebagaimana juga Allah mengeluarkan biji-bijian, benih, tanaman, pepohonan dan telur dari burung. Dia-lah yang mengeluarkan segala bentuk benda-benda yang berlawanan sebagiannya dari sebagian yang lain, dan sesungguhya seluruh unsur-unsur yang ada di alam ini patuh terhadapNya. Dan FirmanNya, “Di TanganMu-lah segala kebaikan,” artinya segala kebajikan itu berasal dariMu dan tidaklah ada yang mendatangkan kebaikan dan karunia kecuali Allah.

Sedangkan keburukan tidaklah dinisbatkan kepada Allah, baik secara sifat maupun nama dan tidak pula perbuatan, akan tetapi termasuk dalam tindakan-tindakan makhlukNYa dan di bawah ketetapan dan takdirNya. Kebaikan dan keburukan termasuk dalam Qadha dan Qadar. Dan tidak ada sesuatu pun yang terjadi dalam kerajaanNYa kecuali yang Dia kehendaki.

Akan tetapi hal yang buruk itu tidaklah dinisbatkan kepada Allah, maka tidaklah dikatakan, “di TanganMu-lah segala kebaikan dan keburukan,” namun seharusnya dikatakan, di TanganMu lah segala kebaikan sebagaimana yang telah dikatakan oleh Allah dan oleh RasulNya. Adapun kesimpulan temuan yang dikatakan oleh sebagian ahli tafsir, di mana mereka berkata, “Demikian pula keburukan, berada di TanganNya,” maka itu adalah sebuah kesalahan yang murni. Pandangan mereka di dalam penyebutan itu meniadakan Qadha dan QadarNya yang umum.

Dan bantahan terhadap pandangan ini, adalah apa yang telah kami jelaskan secara rinci. Dan FirmanNYa, “Dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).” Allah telah menyebutkan pada ayat yang lain sebab-sebab yang mengakibatkan datangnya rizki Allah, seperti FirmanNya, "Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya" QS-Ath-Thalaq: 2-3 Karena itu wajib atas manusia agar tidak memohon rizki kecuali dari Allah, lalu mereka berusaha meraihnya dengan melakukan sebab-sebabnya yang telah dimudahkan oleh Allah dan dibolehkanNYa.

Sumber: https://tafsirweb.com/1158-surat-ali-imran-ayat-26.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

26 Katakanlah wahai Nabi: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan di dunia dan akhirat, Engkau berikan kerajaan kepada hamba-Mu yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari hamba yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan, bukan di tangan selain Engkau.

Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Qatadah berkata: DIceritakan kepada kami bahwa Rasul berdoa agar Allah menjadikan kerajaan Persia dan Romawi menjadi umatnya. Kemudian Allah menurunkan ayat ini.

Sumber: https://tafsirweb.com/1158-surat-ali-imran-ayat-26.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 26-27 Allah SWT berfirman, (Katakanlah) wahai Muhammad, agungkanlah Tuhanmu, bersyukurlah kepadaNya, berserah dirilah kepadaNya dan bergantunglah kepadaNya. ) Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan) yaitu milikMulah seluruh kerajaan (Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki) yaitu Engkaulah Dzat yang memberi, Dzat yang melarang dan Engkaulah Dzat yang membuat sesuatu ada sesuai kehendakMu, dan tidak adanya sesuatu juga sesuai kehendakMu. Dalam ayat ini terdapat peringatan dan petunjuk untuk bersyukur atas nikmat Allah atas Rasulullah SAW dan umat ini, karena Allah telah mengalihkan kenabian dari Bani Israil kepada nabi dari bangsa Arab Quraisy yang ummi dan berasal dari Makkah. Oleh karena itu, Allah SWT berfirman, (Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tanganMulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu (26)) yaitu Engkaulah Dzat yang mengatur makhlukMu, Dzat yang bertindak terhadap sesuatu yang Engkau kehendaki sebagaimana Allah SWT memberikan jawaban terhadap orang yang menentukan hukum kepadanya dalam perkaranya dimana Allah berfirman (Dan mereka berkata: "Mengapa Al Quran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini?" (31)) (Surah Az-Zukhruf) Allah SWT berfirman sebagai jawaban kepada mereka (Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu?

Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat) (Surah Az-Zukhruf: 32) yaitu Kami mengatur ciptaaan Kami sesuai kehendak Kami, tanpa ada yang bisa mencegah dan menghalanginya.

Milik Kami itu hikmah yang nyata, hujjah yang sempurna dalam hal itu. Dia juga memberikan kenabian kepada orang yang Dia kehendaki, sebagaimana Allah SWT berfirman (Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan) (Surah Al-An’am: 124) dan (Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain).

Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya (21)) (Surah Al-Isra’) Firman Allah, (Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam) yaitu Engkau mengambil sesuatu yang panjang dari yang ini dan menambahkannya kepada bagian yang pendek itu, sehingga keduanya seimbang, Kemudian Engkau mengambil dari yang ini dan diletakkan kepada yang itu sehingga keduanya saling bertentangan, kemudian keduanya saling seimbang.

Demikian dalam pembagian sunnatullah dalam musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin" Firman Allah, (Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup) yaitu, Engkau mengeluarkan tanaman dari biji-bijian, biji-bijian dari tanaman, pohon kurma dari benihnya, dan benih itu dari pohon kurma. Begitu juga, orang mukmin keluar dari kekafiran dan orang kafir keluar dari keimanan, ayam keluar dari telur dan telur keluar dari ayam, serta semua proses yang berlaku dalam segala hal. (Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)) yaitu Engkau memberikan kepada siapa yang Engkau kehendaki berupa harta yang tidak bisa dihitung. Engkau mengaruniakan kepada yang lain sesuatu yang Engkau miliki berupa hikmah, kehendak, keinginan dan keadilan.

Sumber: https://tafsirweb.com/1158-surat-ali-imran-ayat-26.html

Informasi Tambahan

Juz

3

Halaman

53

Ruku

44

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved