النمل (An-Naml)

Per AyatMushaf
وَمَنْ
dan barangsiapa
جَاۤءَ
datang/membawa
بِالسَّيِّئَةِ
dengan kejahatan
فَكُبَّتْ
maka dijerumuskan
وُجُوْهُهُمْ
muka-muka mereka
فِى
dalam
النَّارِۗ
api/neraka
هَلْ
apakah/tidakkah
تُجْزَوْنَ
kamu diberi alasan
اِلَّا
kecuali
مَا
apa
كُنْتُمْ
kalian adalah
تَعْمَلُوْنَ
kamu kerjakan
﴿٩٠﴾
Dan barangsiapa membawa kejahatan, maka disungkurkanlah wajah mereka ke dalam neraka. Kamu tidak diberi balasan, melainkan (setimpal) dengan apa yang telah kamu kerjakan.
3249 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan barangsiapa datang dengan membawa kesyirikan dan perbuatan-perbuatan buruk lagi keji, maka balasan bagi mereka adalah Allah akan menyeret mereka dengan wajah-wajah mereka di neraka pada Hari Kiamat. Dan akan dikatakan kepada mereka sebagai bentuk celaan terhadap mereka, “Bukankah kalian diberi balasan sesuai dengan apa yang kalian perbuat di dunia dahulu?”

Sumber: https://tafsirweb.com/6954-surat-an-naml-ayat-90.html

Tafsir as-Sa'di

90. “Dan barangsiapa yang membawa kejahatan,” kata jenis yang mencakup seluruh kejahatan, “maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka.” Maksudnya, mereka diceburkan ke dalam neraka dengan muka tersungkur, dan dikatakan kepada mereka, “Tiadalah kamu dibalas,melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan.”

Sumber: https://tafsirweb.com/6954-surat-an-naml-ayat-90.html

Tafsir Al-Wajiz

90. Barangsiapa yang membawa kejahatan, yaitu kesyirikan dan maksiat kepada Allah, maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. Maksud dari itu adalah seluruh tubuh mereka, yang hanya disebutkan wajah mereka, sebab wajah adalah tanda anggota tubuh yang paling dimuliakan.Engkau tidak akan diberi balasan melainkan setimpal dengan kesyirikan dan maksiat yang telah engkau lakukan

Sumber: https://tafsirweb.com/6954-surat-an-naml-ayat-90.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 87-90 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang kengerian hari tiupan sangkakala yang mematikan semua makhluk, yaitu sebagaimana yang disebutkan dalam hadits tentang sangkakala yang ditiup saat itu. Disebutkan dalam hadits tentang “Ash-shur” bahwa Malaikat Israfil adalah yang meniupnya sesuai perintah Allah سبحانه وتعالى Dia meniup pada hari itu dengan tiupan yang pertama, yaitu tiupan yang mematikan semua makhluk, dilakukan sangat lama. Hal ini terjadi di saat usia dunia sudah habis, yaitu pada hari kiamat terjadi yang hanya menimpa orang-orang yang jahat yang hidup saat itu, maka matilah semua makhluk yang ada di langit dan di bumi (kecuali siapa yang dikehendaki Allah) Mereka adalah para syahid, karena sesungguhnya mereka hidup di sisi Tuhannya dengan diberi rezeki Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan semua mereka datang menghadapNya dengan merendahkan diri) dibaca dengan bacaan mad dan dibaca dengan bacaan selain mad berdasarkan fiilnya.Kull di sini bermakna satu. yaitu dalam keadaan rendah dan tunduk, tidak ada seorangpun yang menentang perintahNya. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhiNya sambil memujiNya) (Surah Al-Isra: 52) dan (Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur)) (Surah Ar-Rum: 25) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan) yaitu, kamu melihatnya seakan-akan tetap di tempatnya seperti semula, padahal dia berjalan seperti jalannya awan, yaitu bergerak meninggalkan tempat-tempatnya.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (pada hari ketika langit benar-benar berguncang (9) dan gunung-gunung benar-benar berjalan (10)) (Surah Ath-Thur) Firman Allah: ((Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu) yaitu, Dia melakukannya dengan kekuasaanNya yang Maha agung. (yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu) yaitu yang membuat semua ciptaanNya dan membekalinya dengan hikmah yang diperlukan (sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) yaitu Dia Maha Mengetahui semua yang diperbuat oleh hamba-hambaNya yang baik dan yang buruk, dan Dia akan membalas mereka berdasarkan amal itu dengan sempurna.Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan tentang orang-orang yang berbahagia dan orang-orang yang celaka pada hari itu. Maka Dia berfirman: (Barang siapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya) Qatadah berkata yaitu dengan ikhlas. Zainul Abidin berkata yaitu kalimah "Tidak ada Tuhan selain Allah" Allah سبحانه وتعالى telah menjelaskan di ayat lain bahwa pahala suatu amal kebaikan itu adalah sepuluh kali lipatnya (sedangkan mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari kejutan yang dahsyat pada hari itu) sebagaimana Allah berfirman di ayat lain (Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat)) (Surah Al-Anbiya: 103).Dan firman Allah سبحانه وتعالى (Dan barangsiapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkan muka mereka ke dalam neraka) yaitu, barangsiapa yang datang menghadap kepada Allah dalam keadaan penuh dengan kejahatan dan tidak memiliki kebaikan, atau amal buruknya lebih berat daripada amal baiknya, maka balasannya sesuai dengan keburukannya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman (Tiadalah kamu dibalas, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan) Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya: (Dan barangsiapa.yang membawa kejahatan) yaitu dengan kemusyrikan.

Sumber: https://tafsirweb.com/6954-surat-an-naml-ayat-90.html

Informasi

Surat

النمل (An-Naml)

Semut-semut — 93 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

90 dari 93 ayat

Juz

Juz 20

Halaman

Halaman 385

Ruku

Ruku 333

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 77 (154/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3249 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-27