النمل (An-Naml)
Surat ke-27, Ayat ke-91
اِنَّمَآ اُمِرْتُ اَنْ اَعْبُدَ رَبَّ هٰذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِيْ حَرَّمَهَا وَلَهٗ كُلُّ شَيْءٍ وَّاُمِرْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ ۙ
Aku (Muhammad) hanya diperintahkan menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) yang Dia telah menjadikan suci padanya dan segala sesuatu adalah milik-Nya. Dan aku diperintahkan agar aku termasuk orang Muslim,
📚 Tafsir Al-Muyassar
91-92. Katakanlah (wahai Rasul) kepada sekalian manusia, “Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk beribadah kepada Tuhan Pemilik negeri ini (Makkah) yang telah dijadikan kota suci olehNya atas makhlukNya, agar mereka tidak menumpahkan darah (orang) yang haram dibunuh, atau menzhalimi seseorang didalamya, atau membidik hewan buruan, dan menebang pepohonannya. Dan milikNya-lah segala sesuatu.
Dan aku diperintah supaya menjadi orang-orang yang patuh terhadap perintahNya, yang bersegera untuk menaatiNya, dan agar aku membacakan al-Qur’an kepada sekalian manusia. Maka barangsiapa mendapatkan hidayah melalui kandungannya dan mengikuti risalah yang aku bawa, sesungguhnya kebaikan dan balasan baiknya teruntuk bagi dirinya saja.” Dan barangsiapa yang tersesat dari kebenaran, maka katakanlah (wahai Rasul), “Sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kalian dari azab dan hukuman Allah jika kalian tidak beriman. Aku hanyalah salah seorang di antara para rasul yang (ditugaskan untuk) memberi peringatan kepada kaum mereka, dan bukan di tanganku sedikit pun taufik memberikan hidayah itu”
Sumber: https://tafsirweb.com/6955-surat-an-naml-ayat-91.html
📚 Tafsir as-Sa'di
91. Maksudnya, katakanlah kepada mereka wahai Muhammad, “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Rabb negeri ini.” Maksudnya, Makkah al-MUkarramah, “yang telah menjadikannya haram” dan memberikan limpahan karunia kepada penduduknya. Maka mereka wajib meresponnya dengan bersyukur dan menerima, “dan kepunyaanNya-lah segala sesuatu,” yang ada di atas dan yang di bawah.
Kalimat ini diungkapkan agar tidak ada anggapan keliru bahwa kerububiyahanNya tidak hanya khusus pada Baitullah saja. Dan aku diperintah “supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” Maksudnya, aku segera masuk kepada Islam. Dan ini telah dilakukan oleh Rasulullah, karena beliau adalah orang pertama yang masuk Islam dari umat ini dan merupakan orang yang paling besar penyerahan dirinya.
Sumber: https://tafsirweb.com/6955-surat-an-naml-ayat-91.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
91. Katakanlah wahai Nabi: Sesungguhnya aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah), Yang telah menjadikan negeri ini aman dan suci. Tidak ada pertumpahan darah, tidak ada seorangpun yang terdhalimi, tidak ada tanaman/pepohonan satupun yang tertebang, juga tidak ada pengasingan.
Aku diperintahkan supaya aku menjadi orang-orang yang berserah diri dalam beribadah kepada-Nya.
Sumber: https://tafsirweb.com/6955-surat-an-naml-ayat-91.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 91-93 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan kepada RasulNya dan memerintahkannya agar mengucapkan: (Aku hanya diperintah untuk menyembah Tuhan negeri ini (Makkah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nyalah segala sesuatu) Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu”) (Surah Yunus: 104) Kaitannya sifat Tuhan kepada negeri ini adalah untuk memuliakan memberi perhatian terhadapnya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah) (3) Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan (4)) (Surah Quraisy) Firman Allah SWT: (Yang telah menjadikannya suci) yaitu sesungguhnya Makkah menjadi kota suci berdasarkan syariat dan takdir hanya karena Dia menjadikannya suci, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda pada hari fathu Makkah:”Sesungguhnya negeri ini telah disucikan oleh Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi.
Maka negeri ini adalah suci karena disucikan oleh Allah sampai hari kiamat, duri-durinya tidak boleh dicabut, hewan buruannya tidak boleh diburu, dan barang temuannya tidak boleh dipungut kecuali oleh orang yang hendak mengumumkannya, dan tumbuhannya tidak boleh ditebang” hingga akhir hadits Firman Allah SWT: (dan kepunyaanNyalah segala sesuatu) Ini termasuk dalam ‘athaf ‘am ‘alal khash (mengathafkan sesuatu yang umum terhadap sesuatu yang khusus) yaitu bahwa Allah adalah Tuhan negeri ini, dan Tuhan serta Pemilik segala sesuatu, tidak ada Tuhan selain Dia (dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri) yaitu mengesakanNya, ikhlas dan tunduk patuh kepada perintahNya Firman Allah SWT: (Dan supaya aku membacakan Al-Qur'an) yaitukepada manusia untuk menyampaikannya kepada mereka, sebagaimana firmanNya SWT: (Demikianlah (kisah Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al-Quran yang penuh hikmah (58)) (Surah Ali Imran) dan (Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir’aun dengan benar) (Surah Al-Qashash) yaitu, aku adalah orang yang menyampaikan dan memberi peringatan (Maka barang siapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya; dan barangsiapa yang tersesat, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan”) yaitu aku mempunyai teladan dari para rasul terdahulu yang memberikan peringatan kepada kaumnya mereka dan menunaikan risalah Tuhannya kepada mereka, serta bersikap ikhlas dalam melayani mereka, sedangkan perhitungan umat mereka berada di sisi Allah SWT, sebagaimana firmanNya SWT: (karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka) (Surah Ar'-Ra'd: 40) dan (Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu) (Surah Hud: 12) Firman Allah: (Dan katakanlah, “Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kalian akan mengetahuinya") yaitu segala puji bagi Allah, Dzat yang tidak mengazab seseorang melainkan setelah tegaknya hujjah dan peringatan terhadapnya.
Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dia akan memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kalian akan mengetahuinya) sebagaimana Allah SWT berfirman (Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar) (Surah Fushshilat: 53) Firman Allah SWT: (Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kalian kerjakan) yaitu bahkan Dia menyaksikan segala sesuatu.
Telah disebutkan dari Imam Ahmad, bahwa ia pernah mengucapkan kedua bait ini, barangkali dari dia sendiri atau orang lain, yaitu: “Jika pada suatu hari kamu dalam keadaan sendiri, maka janganlah katakan bahwa dirimu sendirian, tetapi katakanlah bahwa aku selalu diawasi. Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lalai sedikitpun, jangan pula bahwa hal gaib samar bagiNya”
Sumber: https://tafsirweb.com/6955-surat-an-naml-ayat-91.html
Informasi Tambahan
Juz
20
Halaman
385
Ruku
333