القصص (Al-Qasas)
Per AyatMushaf
وَقَالَتِ
dan berkata
امْرَاَتُ
isteri
فِرْعَوْنَ
Fir'aun
قُرَّتُ
penyejuk
عَيْنٍ
mata
لِّيْ
bagiku
وَلَكَۗ
dan bagimu
لَا
jangan
تَقْتُلُوْهُ
kamu membunuhnya
ۖعَسٰٓى
mudah-mudahan
اَنْ
dia akan
يَّنْفَعَنَآ
memberi manfaat kepada kita
اَوْ
atau
نَتَّخِذَهٗ
kita ambil dia
وَلَدًا
anak
وَّهُمْ
dan/sedang mereka
لَا
jangan
يَشْعُرُوْنَ
mereka menyadari
﴿٩﴾
Dan istri Fir‘aun berkata, “(Dia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi anak,” sedang mereka tidak menyadari.
3261 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan ketika istri Fir’aun melihatnya, Allah menaruh rasa sayang di hatinya, dan dia berkata kepada Fir’aun, “Anak kecil ini akan menjadi sumber kebahagiaan bagiku dan bagimu. Maka janganlah kalian membunuhnya. Mungkin saja kita akan mendapatkan kebaikan melaluinya atau kita jadikan ia sebagai anak.” Fir’aun dan keluarganya tidak menyadari bahwa kehancuran mereka adalah melalui kedua tangan anak itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/7059-surat-al-qashash-ayat-9.html
Tafsir as-Sa'di
9. Dan tatkala keluarga Firaun telah memungutnya, maka Allah menjadikan permaisuri Firaun yang mulia lagi beriman, yaitu Asiyah binti Muzahim jadi sangat menyayanginya, “dan berkata,” anak ini adalah “penyejuk mata hati bagiku dan bagimu.” Janganlah kamu membunuhnya.” Maksudnya, biarkanlah dia hidup untuk kita agar hati menjadi sejuk dengannya dan kehidupan kita menjadi bahagia karenanya, “mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi anak.” Maksudnya, tidak terlepas (dari dua pilihan) : bisa jadi dia menjadi selayaknya para pembantu yang selalu bekerja untuk kepentingan kita, atau kita mengangkatnya satu derajat lebih tinggi dari itu, yaitu kita menjadikannya sebagai anak kita, kita muliakan dan kita banggakan. Allah menakdirkan Musa bahwa dia memberikan manfaat bagi istri Fir a’un yang telah mengatakan ungkapan di atas.Sebab, ketika Musa telah menjadi penyejuk hatinya, dan dia pun sangat mencintainya, maka Musa terus menjadi seperti anak kandungnya sendiri sampai besar, kemudian Allah mengangkatnya sebagai nabi lalu sebagai seorang rasul, maka istri Fir’aun segera masuk Islam dan beriman kepadanya. Semoga Allah meridhainya dan membuatnya ridha (memeluk Islam). Allah berfirman [tentang] dialog dan tawar menawar tentang masalah Musa ini berfirman, “sedangkan mereka tidak menyadari,” apa yang telah menjadi goresan qalam dan takdir dari semenjak tibanya hingga kepada apa yang telah dia capai.Ini merupakan kelembutan Allah. Kalau saja mereka menyadari, tentu masalahnya akan menjadi lain.
Sumber: https://tafsirweb.com/7059-surat-al-qashash-ayat-9.html
Tafsir Al-Wajiz
9. Istri Fir´aun yaitu Asiyah seorang mukminah, dia adalah keturunan dari raja Mesir pada zaman nabi Yusuf. Ketika Ketika Fir’aun telah berniat membunuh nabi Musa, Asiyah berkata: "Ia adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu.Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita. Dia memiliki tanda/sinyal kebaikan atau kita bisa menjadikannya sebagai anak angkat", sedang mereka tiada menyadari
Sumber: https://tafsirweb.com/7059-surat-al-qashash-ayat-9.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 7-10 Setelah hatinya merasa sempit karena keselamatan putranya, maka dia diberi ilham dalam hati, jiwa, dan pikirannya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa,"Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya, maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul (7)) Maka dia mulai membuat peti, dan dia membuainya di peti itu, lalu menaruhnya di dalam peti itu, lalu dia menghanyutkannya ke Sungai Nil, lalu peti itu terbawa hanyut oleh air Sungai sehingga melewati istana Fir'aun. Lalu peti dipungut oleh para dayang, dan mereka membawanya kepada istri Fir'aun dan Allah meletakkan rasa cinta ke dalam hatinya terhadap nabiMusa saat memandangnya.Demikian itu karena kebahagiaan istri Fir’aun dan apa yang dikehendaki Allah yang karena kemuliaannya dan kecelakaan suaminya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir’aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka) Muhammad bin Ishaq dan lainnya berkata bahwa huruf lam di sini adalah lam aqibah, bukan lam ta'lil karena mereka tidak berniat untuk mencari kesedihan dengan memungut bayi itu.Tidak diragukan lagi bahwa makna yang tampak menunjukkan apa yang mereka katakan itu. Tetapi jika ditinjau dari segi konteksnya, maka lam itu tetap merupakan lam ta’lil, karena maknannya adalah bahwa Allah سبحانه وتعالى telah menetapkan mereka untuk memungutnya untuk menjadikannya sebagai musuh dan kesedihan bagi mereka, sehingga maknannya lebih kuat dalam membatalkan sikap hati-hati mereka terhadapnya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya Fir’aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan istri Fir'aun berkata, "(Dia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu.Janganlah engkau membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi anak," sedang mereka tidak menyadari (9)) yaitu Ketika Fir'aun melihat bayi itu, hampir saja dia membunuhnya karena takut bahwa bayi itu dari kalangan kaum Bani Israil, lalu istrinya Asiah binti Muzahim menentangnya dan meminta kepada Fir’aun agar mengasihaninya. Lalu dia berkata: ((Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu) Lalu Fir'aun menjawab,"Itu adalah bagimu, tetapi bagiku tidak" Dan demikianlah kejadiannya, Allah memberinya petunjuk melalui nabi Musa, dan Allah membinasakan Fir’aun melalui tangan nabi Musa. Firman Allah: (mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita) Dan apa yang dia harapkan itu berhasil baginya, Allah memberinya petunjuk melalui nabi Musa dan menempatkannya di surga karena nabi Musa.Firman Allah: (atau kita ambil ia menjadi anak) yaitu dia ingin menjadikannya sebagai anak angkatnya karena dia tidak mempunyai anak dari Fir'aun. Firman Allah سبحانه وتعالى: (sedangkan mereka tidak menyadari) yaitu mereka tidak mengetahui apa yang dikehendaki Allah dari pemungutan mereka terhadap nabi Musa, padahal di dalamnya terdapat hikmah yang agung dan hujjah yang pasti
Sumber: https://tafsirweb.com/7059-surat-al-qashash-ayat-9.html
Informasi
Surat
القصص (Al-Qasas)
Kisah-Kisah — 88 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
9 dari 88 ayat
Juz
Juz 20
Halaman
Halaman 386
Ruku
Ruku 334
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 77 (154/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3261 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-28