القصص (Al-Qasas)
Per AyatMushaf
فَرَدَدْنٰهُ
maka Kami kembalikannya
اِلٰٓى
kepada
اُمِّهٖ
ibunya
كَيْ
supaya
تَقَرَّ
ia sejuk
عَيْنُهَا
matanya
وَلَا
dan ia tidak
تَحْزَنَ
bersedih hati
وَلِتَعْلَمَ
dan supaya ia mengetahui
اَنَّ
bahwasanya
وَعْدَ
janji
اللّٰهِ
Allah
حَقٌّ
benar
وَّلٰكِنَّ
tetapi
اَكْثَرَهُمْ
kebanyakan mereka
لَا
tidak
يَعْلَمُوْنَ
mereka mengetahui
ࣖ
﴿١٣﴾
Maka Kami kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati, dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya.
3265 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya supaya matanya menjadi sejuk dengannya dan Kami tepati janji Kami kepadanya, pasalnya Musa kembali padanya dalam keadaan selamat dari dibunuh oleh Fir’aun, dan agar dia tidak bersedih atas perpisahan dengan Musa, dan agar ia yakin bahwa janji Allah itu benar dalam hal yang Dia janjikan kepadaNya berupa dikembalikannya Musa kepadanya dan menjadikannya sebagai utusan Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengingkari janjiNya. Akan tetapi, kebanyakan orang musyrik tidak mengetahui bahwa janji Allah itu benar.
Sumber: https://tafsirweb.com/7063-surat-al-qashash-ayat-13.html
Tafsir as-Sa'di
13. Setelah saudara perempuannya itu mengatakan kepada mereka perkataan yang merangsang mereka agar mengasuhkannya kepada keluarga itu dengan jaminan akan dipelihar, diasuh dan diperlakukan baik, maka mereka segera memenuhi anjurannya. Lalu dia memberitahu kepada mereka dan menunjukkan di mana keluarga tersebut. “Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya,” sebagaimana Kami telah menjanjikannya, “supaya senang hatinya dan tidak berduka cita,” sehingga Musa terdidik di sisinya dengan sebaik mungkin yang mana sang ibu merasa aman, tenang dan bahagia dengannya serta mendapat upah yang sangat besar atas pengasuhannya itu. “Dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar.” Maka Kami perlihatkan kepadanya dengan mata kepalanya sendiri sebagian apa yang telah Kami janjikan kepadanya agar dengan cara seperti itu hatinya menjadi tentram dan imannya makin bertambah, dan agar dia mengetahui bahwasanya janji Allah akan terpenuhi dalam melindungi Musa dan mengutusnya sebagai Rasul. “Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” Apabila mereka melihat sebab kausalitas dalam keadaan rancu, maka hal itu akan mengacaukan keyakinan mereka karena mereka tidak memiliki ilmu (pengetahuan) yang cukup bahawasanya Allah menjadikan berbagai ujian dan cobaan yang sangat berat di balik perkara-perkara yang mulia dan utama yang sudah ada di depan mata.Musa pun terus berada di lingkungan keluarga Fir’aun dan di asuh di dalam kekuasaan mereka, dia bisa mengendarai berbagai jenis kendaraan dan mengenakan berbagai macam pakaian milik mereka, sedangkan ibunya dalam hal ini tetap merasa tentram. Dan oleh karena persepsi (umum) sudah melekat kuat bahwa ibunya itu adalah ibu dalam persusuan, maka tidak aneh kalau Musa sangat dekat kepadanya dan [sang ibu pun sangat menyayanginya]. Cobalah anda renungkan sejenak kasih sayang dan perlindungan (Allah) kepada nabiNya,Musa dari perangai dusta dalam rasa saling menyayangi antara dia dengan ibunya menjadi kental , yang (persepsinya) tampak bai orang lain bahwa dia adalah persusuan yang karenanya ia (sang ibu) disebut ibu, sehingga perkataan yang banyak keluar darinya dan orang-orang lain dalam masalah ini semuanya adalah kejujuran dan kebenaran.
Sumber: https://tafsirweb.com/7063-surat-al-qashash-ayat-13.html
Tafsir Al-Wajiz
13. Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa janji Allah itu pasti.
Sumber: https://tafsirweb.com/7063-surat-al-qashash-ayat-13.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 11-13 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang hati ibu nabi Musa setelah anaknya hanyut terbawa aliran sungai bahwa hatinya menjadi kosong dari perkara dunia kecuali hanya ingat nabi Musa. Pendapat ini dikatakan Ibnu Abbas (Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa) yaitu hampir saja dia benar-benar membuka dirinya, bahwa anaknya telah hilang karena kerinduan, kesedihan, kekecewaannya yang mendalam, seandainya Allah tidak meneguhkannya dan membuatnya sabar. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah) (10) Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan, "Ikutilah dia!") yaitu dia memerintahkan kepada anak perempuannya yang telah dewasa dan dapat mengemban tugas yang dikatakan padanya.Dia berkata kepada anak perempuannya: (Ikutilah dia!) yaitu, ikutilah jejaknya, pantaulah beritanya, dan carilah sesuatu tentangnya ke seluruh penjuru negeri. Maka saudara perempuannya berangkat untuk menunaikan itu (Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh) Ibnu Abbas berkata yaitu dari dekat. Mujahid berkata yaitu dia mengamatinya dari kejauhan Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusuinya) sebelum itu) yaitu untuk mencegah secara naluri.Demikian itu karena kemuliaannya di sisi Allah dan untuk memeliharanya dari disusui selain ibunya, dan karena Allah سبحانه وتعالى menjadikan hal itu sebagai penyebab kembalinya dia kepada ibunya untuk menyusuinya. Ibunya adalah Aminah, yang sebelumnya selalu dicekam ketakutan. Setelah saudara perempuannya melihat mereka kebingungan mencari seorang yang menyusuinya (maka berkatalah saudara perempuan Musa, “Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahli bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?”) Ibnu Abbas berkata bahwa setelah saudara perempuannya mengatakan hal itu, mereka menangkapnya dan curiga terhadapnya, lalu mereka menanyainya,"Apakah yang menyebabkan kamu mengetahui bahwa mereka itu akan menyayangi dan memperlakukannya dengan kasih sayang?" Saudaranya menjawab mereka, "Perlakuan baik dan kasih sayang mereka kepadanya adalah karena keinginan mereka untuk menyenangkan raja, dan mengharapkan imbalannya" Lalu mereka melepaskannya.Maha Suci Allah yang di tanganNyalah keputusan segala sesuatu. Segala sesuatu yang Dia kehendaki pasti terjadi, dan segala sesuatu yang tidak Dia kehendaki pasti tidak terjadi, Dzat yang menjadikan bagi orang yang bertakwa kepadaNya jalan kemudahan setelah mengalami kesusahan, dan jalan keluar setelah kesempitan. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman (Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya) yaitu dengan adanya nabi Musa (dan tidak berduka cita) yaitu karena nabi Musa (dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar) yaitu dalam apa yang Dia janjikan berupa mengembalikan nabi Musa kepadanya dan menjadikannya sebagai salah seorang rasul.Maka saat itu terjadilah hal itu dengan kembalinya nabi Musa kepadanya, bahwa nabi Musa akan menjadi salah seorang rasul. Maka dia mendidiknya sesuai dengan apa yang layak baginya secara tabiat dan syariat Firman Allah سبحانه وتعالى: (tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya) yaitu hikmah-hikmah Allah yang terkandung di dalam semua perbuatan dan akibat-akibatNya yang terpuji di dunia dan di akhirat. Adakalanya suatu urusan itu tidak disukai diri, padahal akibatnya terpuji di sisi lain.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu; dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu) (Surah Al-Baqarah: 216) dan ((maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak) (Surah An-Nisa: 19)
Sumber: https://tafsirweb.com/7063-surat-al-qashash-ayat-13.html
Informasi
Surat
القصص (Al-Qasas)
Kisah-Kisah — 88 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
13 dari 88 ayat
Juz
Juz 20
Halaman
Halaman 386
Ruku
Ruku 334
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 78 (155/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3265 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-28