القصص (Al-Qasas)
Per AyatMushaf
وَدَخَلَ
dan (Musa) masuk
الْمَدِيْنَةَ
kota
عَلٰى
atas
حِيْنِ
sewaktu
غَفْلَةٍ
lalai/lengah
مِّنْ
dari
اَهْلِهَا
penduduknya
فَوَجَدَ
maka dia mendapatkan
فِيْهَا
di dalamnya (kota)
رَجُلَيْنِ
dua orang laki-laki
يَقْتَتِلٰنِۖ
keduanya perang/berkelahi
هٰذَا
ini (orang)
مِنْ
dari
شِيْعَتِهٖ
golongannya
وَهٰذَا
dan ini (orang)
مِنْ
dari
عَدُوِّهٖۚ
musuhnya
فَاسْتَغَاثَهُ
maka meminta tolong kepadanya
الَّذِيْ
yang
مِنْ
dari
شِيْعَتِهٖ
golongannya
عَلَى
atas
الَّذِيْ
yang
مِنْ
dari
عَدُوِّهٖ
musuhnya
ۙفَوَكَزَهٗ
maka meninjunya
مُوْسٰى
Musa
فَقَضٰى
lalu menentukan/mati
عَلَيْهِۖ
atasnya (musuhnya)
قَالَ
(Musa) berkata
هٰذَا
ini (orang)
مِنْ
dari
عَمَلِ
perbuatan
الشَّيْطٰنِۗ
syaitan
اِنَّهٗ
sesungguhnya ia/syaitan
عَدُوٌّ
musuh
مُّضِلٌّ
menyesatkan
مُّبِيْنٌ
yang nyata
﴿١٥﴾
Dan dia (Musa) masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka dia mendapati di dalam kota itu dua orang laki-laki sedang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan yang seorang (lagi) dari pihak musuhnya (kaum Fir‘aun). Orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk (mengalahkan) orang yang dari pihak musuhnya, lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Dia (Musa) berkata, “Ini adalah perbuatan setan. Sungguh, dia (setan itu) adalah musuh yang jelas menyesatkan.”
3267 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan Musa memasuki kota dengan sembunyi-sembunyi ketika para penduduknya tengah lengah. Lalu dia mendapati padanya dua orang lelaki yang sedang berkelahi. Salah satunya dari kaum Musa dari kalangan Bani Israil dan lelaki lainnya dari kaum Fir’aun.Maka orang yang berasal dari kaum Musa meminta pertolongan (dari Musa) untuk melawan musuhnya. Lalu Musa meninjunya dengan kepalan tangannya, sehingga lelaki itu mati. Ketika membunuhnya, Musa berkata, “Ini adalah hasutan setan dengan menyulut emosi amarahku, sehingga aku memukulnya dan ia menjadi binasa.Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi anak keturunan Adam, menyesatkan dari jalan lurus, lagi sangat nyata permusuhannya.” Perbuatan Musa ini terjadi sebelum ia menjadi seorang nabi.
Sumber: https://tafsirweb.com/7065-surat-al-qashash-ayat-15.html
Tafsir as-Sa'di
15-17. “Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah,” bisa jadi saat tidur siang atau waktu-waktu lainnya yang saat itu mereka beristirahat tidak berkeliaran, “maka dia mendapati di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi.” Maksudnya, bertengkar dan saling memukul. “Yang seorang dari golongannya,” maksudnya berasal dari Bani Israil, “dan seorang (lagi) dari musuhnya,” bangsa Qibthi. “Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya,” sebab dia telah terkenal dan diketahui oleh banyak orang bahwa dia (Musa) berasal dari Bani Israil. Dan permintaan pertolongannya kepada Musa adalah salah satu bukti yang menunjukkan bahwa Musa sudah mencapai usia yang cukup ditakuti dan dijadikan andalan dari kerajaan dan kesulitan. “Lalu Musa meninjunya.” Maksudnya, dia meninju orang yang berasal dari musuhnya unttuk memenuhi permintaan tolong orang yang berdarah Bani Israil itu, “dan matilah musuhnya itu.” Musa telah menewaskannya dengan tinjuannya itu karena kerasnya dan kekuatan Musa. Lalu Musa menyesali perbuatannya itu, dan “berkata, ‘Ini adalah perbuatan setan’,” yakni: Rayuan dan bisikannya. “Sesungguhnya setan itu musuh yang menyesatkan lagi nyata,” maka dari itu aku melakukan apa yang telah terlanjur aku lakukan disebutkan permusuhannya yang sangat nyata dan upaya kerasnya menyesatkan.Lalu dia meminta ampun seraya “berkata, ‘Ya Rabb ku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, karena itu ampunilah aku.’ Maka Allah mengampuninya. Sesungguhnya Allah, DIa-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” terutama kepada orang-orang yang tunduk kembali kepadaNya, yaitu orang-orang yang segera kembali kepadaNya, yaitu orang-orang yang segera kembali bertaubat, seperti yang telah dilakukan oleh Musa. Maka Musa “berkata, ‘Ya Rabbku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku’,” yaitu berupa taubat, ampunan dan berbagai nikmat yang sangat banyak, “aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong,” maksudnya pembela dan pembantu “bagi orang-orang yang berdosa.” Maksudnya, aku tidak akan menolong seorang pun untuk kemaksiatan.Ini adalah janji dari Musa, disebabkan karena karunia Allah atas dirinya yaitu tidak akan menolong seorang yang berbuat dosa sebagaimana telah dia lakukan dalam pembunuhan terhadap orang yang berdarah Qibthi tersebut. Ini mengartikan bahwa berbagai kenikmatan itu menuntut hamba untuk melakukan kebaikan-kebaikan dan meninggalkan keburukan.
Sumber: https://tafsirweb.com/7065-surat-al-qashash-ayat-15.html
Tafsir Al-Wajiz
15. Musa masuk ke kota Memphis ibukota Pharaoh ketika penduduknya sedang lengah, yaitu sebelum kenabian. Di dalam kota itu dia mendapati dua orang laki-laki yang berkelahi; seorang berasal dari golongan Bani Israil dan seorang lagi dari musuhnya yaitu kaum Fir´aun.Maka orang yang berasal dari golongannya meminta pertolongan kepada nabi Musa, untuk mengalahkan orang yang berasal dari musuhnya. Lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: "Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).Perkelahian itu terjadi pada saat nabi Musa masih muda, sebab nabi Musa baru mendapat wahyu saat usianya empat puluh tahun yaitu setelah menikahi puteri nabi Syu’aib.
Sumber: https://tafsirweb.com/7065-surat-al-qashash-ayat-15.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 14-17 Setelah menyebutkan permulaan perkara nabi Musa, Allah menyebutkan ketika dia sudah dewasa dan matang. Dia menganugerahkan kepadanya hikmah dan ilmu. Mujahid berkata yaitu kenabian (Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik) Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang penyebab yang mengantarkannya kepada apa yang ditakirkan Allah kepadanya berupa kenabian dan diajak berbicara olehNya, yaitu terlibat dalam pembunuhan orang Qibti yang menyebabkan keluarnya dia dari negeri Mesir menuju ke negeri Madyan.Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah) (maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi) yaitu keduanya saling memukul dan memaki (yang seorang dari golongannya) yaitu kalangan Bani Israil (dan seorang (lagi) dari musuhnya) yaitu dari kaum Qibti. Pendapat ini diktakan Ibnu Abbas, Lalu orang Bani Israil meminta tolong kepada nabi Musa, dan nabi Musa mendapati kesempatan saat orang-orang lengah. Lalu dia mendekati orang Qibti itu (lalu Musa meninjunya dan matilah musuhnya itu) Mujahid berkata bahwa makna (wakazahu) adalah memukulnya dengan kepalan tangannya Yakni dalam pukulan itu menjadi penyebab kematiannya, maka matilah dia (Musa berkata, "Ini adalah perbuatan setan, sesungguhnya setan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya)” (15) Musa mendoa, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diri sendiri.Karena itu, ampunilah aku.” Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (16) Musa berkata, "Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku”) yaitu sebagai sesuatu yang Engkau berikan kepadaku berupa kedudukan, kemuliaan, dan nikmat (aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong) yaitu penolong (bagi orang-orang yang berdosa) yaitu orang-orang yang ingkar kepadaMu dan menentang perintahMu
Sumber: https://tafsirweb.com/7065-surat-al-qashash-ayat-15.html
Informasi
Surat
القصص (Al-Qasas)
Kisah-Kisah — 88 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
15 dari 88 ayat
Juz
Juz 20
Halaman
Halaman 387
Ruku
Ruku 335
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 78 (155/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3267 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-28