القصص (Al-Qasas)
Per AyatMushaf
فَلَمَّآ
maka tatkala
اَنْ
dia
اَرَادَ
hendak/akan
اَنْ
dia
يَّبْطِشَ
menyerang/memukul dengan keras
بِالَّذِيْ
dengan/kepada orang yang
هُوَ
ia
عَدُوٌّ
musuh
لَّهُمَاۙ
bagi keduanya
قَالَ
ia berkata
يٰمُوْسٰٓى
wahai musa
اَتُرِيْدُ
apakah kamu hendak
اَنْ
dia
تَقْتُلَنِيْ
membunuh aku
كَمَا
sebagaimana
قَتَلْتَ
kamu telah membunuh
نَفْسًاۢ
seseorang
بِالْاَمْسِۖ
dengan kemarin
اِنْ
dia
تُرِيْدُ
bermaksud
اِلَّآ
melainkan
اَنْ
dia
تَكُوْنَ
kamu adalah
جَبَّارًا
sewenang-wenang
فِى
di
الْاَرْضِ
bumi/negeri ini
وَمَا
dan tidaklah
تُرِيْدُ
bermaksud
اَنْ
dia
تَكُوْنَ
kamu adalah
مِنَ
dari/termasuk
الْمُصْلِحِيْنَ
orang-orang yang mengadakan perdamaian
﴿١٩﴾
Maka ketika dia (Musa) hendak memukul dengan keras orang yang menjadi musuh mereka berdua, dia (musuhnya) berkata, “Wahai Musa! Apakah engkau bermaksud membunuhku, sebagaimana kemarin engkau membunuh seseorang? Engkau hanya bermaksud menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan engkau tidak bermaksud menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian.”
3271 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Maka tatkala Musa hendak memukul orang Qibthi itu, ia berkata “Apakah kamu akan membunuhku sebagaimana kamu telah membunuh seseorang kemarin? Kamu itu tidak ingin kecuali menjadi seorang yang melampaui batas di muka bumi. Kamu tidak ingin menjadi bagian dari orang-orang yang mendamaikan di anatara manusia.”
Sumber: https://tafsirweb.com/7069-surat-al-qashash-ayat-19.html
Tafsir as-Sa'di
18-19. Setelah terjadi pembunuhan yang dilakukannya terhadap orang yang berasal dari musuhnya, maka dia menjadi “merasa takut menunggu-nunggu di kota itu,” apakah diketahui oleh keluarga Fira’un ataukah tidak? Sebenarnya dia merasa takut, karena dia tahu bahwa tidak akan seorang pun yang berani melakukan perbiatan seperti ini kecuali Musa dari Bani Israil.Ketika dia dalam keadaan seperti itu, “maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin,” untuk melawan musuhnya, “berteriak meminta pertolongan kepadanya,” untuk melawan seorang Qibthi lain. “Musa berkata kepadanya,” seraya mencela sikap orang itu, “Sesungguhnya kamu benar-benar orang sesat yang nyata,” maksudnya nyata kesesatannya dan menampakkan kelancangan. “Maka tatkala dia hendak memegang dengan keras,” maksudnya, Musa hendak mencengkeram dengan keras “orang yang menjadi musuh keduanya,” musuhnya dan musuh orang yang meminta pertolongan kepada Musa. Maksudnya, pada saat perkelahian sedang berlangsung antara orang dari bangsa Qibthi dan seorang berkebangsaan Israil, maka yang dari bangsa Israil ini meminta pertolongan kepada Musa, lalu jiwa kesukuan pun bangkit hingga membuat Musa bermaksud menampar orang Qibthi itu, maka “musuhnya berkata,” maksudnya orang yang dari bangsa Qibthi itu berkata kepada Musa untuk mencela tindakannya membunuh orang lain, “apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di bumi ini,” karena diantara jejak terbesar dari tindakan orang yang semena-mena di bumi ini adalah membunuh jiwa manusia dengan alasan tidak benar, “dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian.” Kalau tidak, dan kalau seandainya kamu menghendaki perdamaian, niscaya kamu telah melerai antara aku dengannya tanpa harus membunuh salah satu (di antara kami).Maka Musa menahan diri dari membunuhnya dan sadar karena nasihat dan tegurannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/7069-surat-al-qashash-ayat-19.html
Tafsir Al-Wajiz
19. Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya, musuhnya berkata: "Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu hanya berniat menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan kamu tidak hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian".Sehingga kabar ini menyebar di semua kalangan hingga sampai pada Fir’aun
Sumber: https://tafsirweb.com/7069-surat-al-qashash-ayat-19.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 18-19 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang keadaan nabi Musa setelah membunuh orang Qibti, bahwa jadilah dia: (di kota itu merasa takut) yaitu karena apa yang telah dia perbuat (menunggu-nunggu dengan khawatir) yaitu memantau apa yang akan terjadi terkait perkara itu. Maka di jalan dia bertemu dengan orang yang dia tolong kemarin menghadapi orang Qibti. Ternyata dia sedang berkelahi dengan orang lain.Ketika orang itu melihat nabi Musa, dia meminta tolong lagi kepada nabi Musa untuk menghadapi orang lain itu. Maka nabi Musa berkata kepadanya: (Sesungguhnya kamu benar-benar orang sesat yang nyata (kesesatannya)) yaitu, jelas kesesatannya dan banyak keburukannya. Lalu nabi Musa berniat memukul orang Qibti itu, tetapi orang Israil yang lemah dan hina itu mengira bahwa nabi Musa hendak memukulnya karena apa yang dia katakan itu.Maka orang itu membela diri: (Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia?) Hal itu tidak yang mengetahuinya selain dia dan nabi Musa
Sumber: https://tafsirweb.com/7069-surat-al-qashash-ayat-19.html
Informasi
Surat
القصص (Al-Qasas)
Kisah-Kisah — 88 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
19 dari 88 ayat
Juz
Juz 20
Halaman
Halaman 387
Ruku
Ruku 335
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 78 (155/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3271 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-28