القصص (Al-Qasas)
Per AyatMushaf
فَجَاۤءَتْهُ
maka datanglah kepadanya (Musa)
اِحْدٰىهُمَا
salah seorang dari keduanya
تَمْشِيْ
ia berjalan
عَلَى
atas/dengan
اسْتِحْيَاۤءٍ
kemalu-maluan
ۖقَالَتْ
ia berkata
اِنَّ
sesungguhnya
اَبِيْ
bapakku
يَدْعُوْكَ
memanggil kamu
لِيَجْزِيَكَ
untuk memberi balasan kepadamu
اَجْرَ
upah
مَا
apa
سَقَيْتَ
yang kamu memberi minum
لَنَاۗ
untuk kami
فَلَمَّا
maka tatkala
جَاۤءَهٗ
(Musa) datang kepadanya
وَقَصَّ
dan dia menceriterakan
عَلَيْهِ
atasnya/kepadanya
الْقَصَصَۙ
cerita
قَالَ
(Syu'aib) berkata
لَا
jangan
تَخَفْۗ
kamu takut
نَجَوْتَ
kamu telah selamat
مِنَ
dari
الْقَوْمِ
kaum
الظّٰلِمِيْنَ
orang-orang yang zalim
﴿٢٥﴾
Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu, dia berkata, “Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.” Ketika (Musa) mendatangi ayahnya dan dia menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia berkata, “Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.”
3277 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian salah seorang wanita yang telah ia gantikan untuk meminumkan air bagi ternaknya berjalan ke arahnya dengan malu-malu. Wanita itu berkata, “Sesungguhnya ayahku memanggil kamu untuk memberimu imbalan atas bantuanmu memberi minum bagi (ternak) kami.” Lalu Musa berjalan bersamanya menuju ayahnya. Ketika Musa sampai pada ayah wanita itu dan menceritakan kepadanya kisah dirinya bersama Fir’aun dan kaumnya, ayah wanita itu berkata, “Janganlah takut.Kamu telah selamat dari kaum yang zhalim. Yaitu, Fir’aun dan kaumnya. Sebab, ia tidak memiliki kekuasaan atas negeri kami.”
Sumber: https://tafsirweb.com/7075-surat-al-qashash-ayat-25.html
Tafsir as-Sa'di
25. Dan Musa terus dalam kondisi seperti itu, memohon kepada Allah sambil berbolak-balik, sedangkan kedua perempuan tadi pulang menuju ayahnya dan memberitakan apa yang telah terjadi. Kemudian sang ayah menyuruh salah satu dari dari gadis iiu untuk mendatangi Musa, lalu dia pun mendatanginya “berjalan dengan malu-malu.” Ini menunjukkan keluhuran jiwanya dan akhlaknya yang mulia, sebab rasa malu itu termasuk akhlak yang terpuji, terutama bagi kaum wanita.Hal ini juga membuktikan bahwa apa yang dilakukan oleh Musa, yaitu memberikan minum ternak kedua gadis itu bukan berkedudukan sebagai kuli atau pembantu yang biasanya tidak dimalui, malah sebaliknya, Musa berbesar jiwa, si perempuan itu, melihat sesuatu yang membuatnya sangat merasa malu kepada Musa, “dia berkata” kepada Musa, “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar dia memberi balasan terhadap (kebaikan) mu memberi minum (ternak) kami.” Maksudnya, bukan untuk mengungkit-ungkit kebaikanmu, melainkan engkaulah yang terlebih dahulu melakukan kebaikan kepada kami. Sesungguhnya maksud ayahku hanya memberimu imbalan atas kebaikanmu. Musa kemudian memenuhi panggilan itu. “Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu’aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya),” dari permulaan sebab yang telah mengharuskannya melarikan diri hingga sampai kepadanya, Syua’ib berkata dengan maksud menenangkan rasa takutnya dan mengobati hatinya, “Janganlah kamu takut.Kamu telah selamat dari orang-orang yang zhalim itu.” Maksudnya, biarkan rasa takut dan rasa cemasmu pergi, karena sesungguhnya Allah telah menyelamatkanmu dari mereka, karena engkau telah sampai di tempat ini, tempat yang mereka tidak mempunyai kekuasaan atasnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/7075-surat-al-qashash-ayat-25.html
Tafsir Al-Wajiz
25. Kemudian, kedua wanita itu bergegas pulang kepada bapaknya dengan sangat cepat. Bapak mereka bertanya ada apa gerangan, sehingga keduanya bercerita tentang siapa yang membantunya memberi minum hewan ternaknya.Sehingga bapaknya memerintahkan salah satu dari dua putrinya itu untuk mengundang nabi Musa. Kemudian salah satu putrinya datang kepada nabi Musa, dia berjalan dengan malu-maul, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil engkau, beliau bermaksud memberi balasan terhadap kebaikanmu membantu kami untuk memberi minum ternak kami". Maka tatkala nabi Musa mendatangi bapaknya yang tidak lain adalah nabi Syu´aib.Nabi Musa tidak mengharap balasa itu, kemudian nabi Musa memperkenalkan dirinya serta menceritakan apa yang telah beliau alami sebelumnya mengenai peristiwa pembunuhan dan ketakutannya kepada Fir’aun. Kemudian nabi Syu´aib berkata: "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.Fir’aun tidak mempunyai kekuasaan atas negeri Madyan"
Sumber: https://tafsirweb.com/7075-surat-al-qashash-ayat-25.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 25-28 Setelah keduanya pulang dengan cepat kepada ayah mereka dengan membawa kambing mereka, maka ayah mereka heran dengan keadaan keduanya karena kedatangan keduanya sangat cepat, lalu menanyai terkait keadaan mereka, Maka keduanya menceritakan apa yang telah dilakukan nabi Musa. Kemudian ayah mereka mengutus salah seorang dari keduanya untuk memanggil nabi Musa menghadap kepadanya. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan) yaitu jalannya orang yang ramah, (Ia berkata, "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami") Ini adalah adab dalam menyampaikan ungkapkan dimana dia tidak mengundangnya secara langsung agar tidak menimbulkan kecurigaan, bahkan dia berkata:"Sesungguhnya ayahku memanggilmu agar dia memberi balasan kepadamu karena kamu memberi minum ternak kami”, yaitu untuk memberimu imbalan atas jasamu memberi minum terhadap domba-domba kami (Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya dan menceritakan kepadanya kisah (tentang dirinya)) nabi Musa menyebutkan kepadanya apa yang terjadi kepadanya yang menyebabkan dirinya keluar meninggalkan negerinya (Syu’aib berkata, "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu”) dia berkata,”Tenangkanlah dirimu dan bergembiralah, sesungguhnya kamu telah keluar dari wilayah kekuasaan mereka, maka tidak ada kekuasaan bagi mereka di negeri kami.Oleh karena itu Allah berfirman: (Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu) Para mufasir berbeda pendapat tentang laki-laki ini, siapakah dia, dalam beberapa pendapat, Salah satunya adalah bahwa lelaki itu adalah nabi Syu'aib yang diutus Allah kepada penduduk negeri Madyan.Ini adalah pendapat yang terkenal di kalangan mayoritas ulama. Pendapat ini dikatakan oleh Hasan Al-Bashri dan lainnya Ulama lainnya lagi berkata bahwa nabi Syu'aib hidup jauh sebelum masa nabi Musa dalam jangka waktu yang lama, karena disebutkan nabi Syu'aib berkata kepada kaumnya: (sedangkan kaum Luth tidak (pula) jauh dari kamu) (Surah Hud: 89) Dan kebinasaan kaum nabi Luth terjadi di masa nabi Ibrahim berdasarkan nas Al-Qur'an.Telah diketahui bahwa jarak antara masa nabi Ibrahim dan nabi Musa cukup jauh, lebih dari empat abad, sebagaimana yang disebutkan banyak ulama. Dan terkait pendapat bahwa nabi Syu'aib hidup dalam masa yang lama, tidak lain (hanya Allah yang lebih Mengetahui) hanya untuk menghindari masalah ini. Kemudian hal yang menguatkan bahwa lelaki itu bukan nabi Syu'aib adalah seandainya dia adalah nabi Syu'aib maka sudah namanya dinaskan dalam Al-Qur'andalam kisah ini. dan apa yang disebutkan dalam beberapa hadits yang menjelaskan bahwa nama lelaki itu dalam kisah nabi Musa itu sanadnya tidak shahih Firman Allah سبحانه وتعالى: (Salah seorang dari kedua wanita itu berkata, "Ya Bapakku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya” (26)) yaitu salah seorang anak perempuan lelaki ini berkata kepada ayahnya.Dikatakan bahwa wanita itu berjalan di belakang nabi Musa. Lalu dia berkata kepada ayahnya: (Ya Bapakku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita)) Untuk menggembalakan kambing ini. Umar, Ibnu Abbas, Syuraih Al-Qadhi, Abu Malik, Qatadah, Muhammad bin Ishaq, dan lainnya berkata bahwa ketika wanita itu berkata: (karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya) Maka ayahnya bertanya kepadanya,"Apakah yang membuatmu berkata demikian?" dia menjawab, "Sesungguhnya dia dapat mengangkat batu besar yang tidak dapat diangkat kecuali hanya sepuluh laki-laki.Dan sesungguhnya ketika aku berjalan bersamanya, aku berada di depannya, namun dia mengatakan kepadaku,"Berjalanlah di belakangku. Jika aku salah jalan, maka beritahulah aku dengan lemparan batu kerikil, agar aku mengetahui manakah jalannya agar aku mendapatkan petunjuk" Dia berkata: (Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini) yaitu dia diminta lelaki itu untuk menggembalakan ternak kambingnya, dan dia akan mengawinkannya dengan salah satu anak perempuannya. Firman Allah: (atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun; dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun, maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu) yaitu dengan syarat bahwa kamu menggembalakan kambingku selama delapan tahun.Dan jika kamu menambah dua tahun lagi secara sukarela, maka itu adalah kebaikanmu. Tetapi jika tidak, maka delapan tahun sudah cukup (maka aku tidak hendak memberatkanmu. Dan kamu insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik) yaitu, aku tidak akan memberatkanmu, mengganggumu, dan mendebatmu. Firman Allah سبحانه وتعالى yang memberitahukan tentang nabi Musa: (Dia (Musa) berkata, "Itulah (perjanjian) antara aku dan kamu.Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lagi). Dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan” (28)) Sesungguhnya nabi Musa berkata kepada mertuanya,"Perkaranya sesuai dengan apa yang telah engkau katakan bahwa engkau mempekerjakanku selama delapan tahun, jika aku menyempurnakan selama sepuluh tahun maka itu dariku. Dan ketika aku menyelesaikan yang terpendek di antara keduanya, maka aku telah memenuhi janjiku dan bebas dari syarat" Oleh karena itu dia berkata (Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku) yaitu tidak ada beban lagi atas diriku, sekalipun masa yang sempurna itu adalah sesuatu yang mubah namun itu lebih utama daripada yang lain berdasarkan dalil lain, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Barang siapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya.Dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya) (Surah Al-Baqarah; 203) Diriwayatkan dari Sa'id bin Jubair, dia berkata:”Aku pernah ditanya oleh orang Yahudi dari penduduk Hirah,"Manakah di antara kedua masa itu yang diselesaikan oleh nabi Musa?" Aku menjawab,"Tidak tahu", hingga aku mendatangi orang Arab yang paling pandai, Lalu aku bertanya kepada Ibnu Abbas, maka dia menjawab,"Sesungguhnya nabi Musa menunaikan masa yang paling sempurna di antara kedua masa itu, karena sesungguhnya utusan Allah itu apabila berkata pasti menunaikannya"
Sumber: https://tafsirweb.com/7075-surat-al-qashash-ayat-25.html
Informasi
Surat
القصص (Al-Qasas)
Kisah-Kisah — 88 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
25 dari 88 ayat
Juz
Juz 20
Halaman
Halaman 388
Ruku
Ruku 336
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 78 (155/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3277 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-28