القصص (Al-Qasas)

Per AyatMushaf
۞
فَلَمَّا
maka tatkala
قَضٰى
telah menyempurnakan
مُوْسَى
Musa
الْاَجَلَ
waktu
وَسَارَ
dia berjalan dimalam hari
بِاَهْلِهٖٓ
dengan keluarganya
اٰنَسَ
dia melihat
مِنْ
dari
جَانِبِ
sebelah
الطُّوْرِ
gunung Thur
نَارًاۗ
api
قَالَ
dia berkata
لِاَهْلِهِ
kepada keluarganya
امْكُثُوْٓا
tinggallah/diamlah kamu
اِنِّيْٓ
sesungguhnya aku
اٰنَسْتُ
aku telah melihat
نَارًا
api
لَّعَلِّيْٓ
mudah-mudahan aku
اٰتِيْكُمْ
aku datang/membawa kepadamu
مِّنْهَا
dari padanya
بِخَبَرٍ
dengan berita
اَوْ
atau
جَذْوَةٍ
bara/nyala
مِّنَ
dari
النَّارِ
api
لَعَلَّكُمْ
agar kalian
تَصْطَلُوْنَ
kamu memanaskan badan
﴿٢٩﴾
Maka ketika Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan itu dan dia berangkat dengan keluarganya, dia melihat api di lereng gunung. Dia berkata kepada keluarganya, “Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sepercik api, agar kamu dapat menghangatkan badan.”
3281 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Setelah nabi Allah, Musa menepati tempo waktu selama sepuluh tahun kepada orang tersebut, yaitu tempo waktu yang lebih lama, dan berangkat bersama keluarganya menuju Mesir, dia melihat nyala api di lereng gunung. Musa berkata kepada keluarganya, “Sebentar dan tunggulah, sesungguhnya aku melihat api. Mudah-mudahan aku bisa kembali kepada kalian darinya dengan satu berita atau aku kembali kepada kalian dengan membawa nyala api agar kalian dapat menghangatkan badan dengannya.”

Sumber: https://tafsirweb.com/7079-surat-al-qashash-ayat-29.html

Tafsir as-Sa'di

29. “Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan.” Bisa jadi Musa telah menyelesaikan waktu yang wajib yang telah ditentukan atau sudah melebihinya, sebagaimana bisa diduga pada Musa dan penunaiannya, kemudian dia merasa rindu untuk berjumpa dengan kelarga, ibunda, kerabat dekat dan tanah airnya. Dan diduga pula, karena sudah lamanya masa, bahwa mereka telah melupakan apa yang telah diperbuatnya. “Dan dia berangkat dengan keluarganya,” menuju Mesir, lalu “dia melihat api di lereng gunung Thur.” maka “dia berkata kepada keluarganya, ‘Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu’,” atau aku membawakan cahaya api obor kepadamu, “atau (membawa) sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan.” Pada saat itu dia sudah kedinginan dan tersesat jalan.

Sumber: https://tafsirweb.com/7079-surat-al-qashash-ayat-29.html

Tafsir Al-Wajiz

29. Maka ketika nabi Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dengan nabi Syu’aib yaitu sepuluh tahun, lantas nabi Musa meninggalkan kota Madyan dan dengan izin nabi Syu’aib berangkat menuju Mesir bersama istrinya. Sebagai laki-laki berhak membawa pergi keluarganya kemanapun dia kehendaki.Nabi Musa lalu melihat api di lereng gunung Thursina ia berkata kepada istrinya: "Tunggulah (di sini, aku sungguh melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari tempat itu) api itu atau dapat membawa sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan".

Sumber: https://tafsirweb.com/7079-surat-al-qashash-ayat-29.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 29-32 Telah disebutkan dalam tafsir ayat sebelumnya bahwa nabi Musa telah menunaikan masa yang paling banyak, paling baik, paling sempurna, dan dan paling bersih dari kedua masa itu. Firman Allah: (dan dia berangkat bersama keluarganya) Mereka berkata bahwa nabi Musa merasa rindu dengan negerinya dan keluarganya, maka dia bertekad untuk mengunjungi mereka dengan sembunyi-sembunyi dari Fir'aun dan kaumnya. Ketika dia dalam keadaan demikian (dilihatnyalah api di lereng gunung) yaitu dia melihat nyala api yang terang dari kejauhan (ia berkata kepada keluarganya, "Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api”) yaitu aku akan berangkat menuju ke tempat api itu (mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu) Demikian itu karena pada saat itu nabi Musa tersesat (atau membawa sesuluh api) yaitu sebagian dari nyala api itu (agar kamu dapat menghangatkan badan”) yaitu, untuk kamu berdiang agar tidak kedinginan oleh cuaca dingin.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah sebelah kanannya) yaitu dari pinggir lembah yang ada di sebelah bukit itu yang berada di sebelah kanannya dari arah barat, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan tidaklah kamu (Muhammad) berada di sisi yang sebelah barat ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa) (Surah Al-Qashash: 44) Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa nabi Musa menuju ke arah tempat api itu yang mengarah ke kiblat, dan bukit yang ada di barat berada di sebelah kanannya. dia menjumpai api itu menyala besar pada pohon hijau di lereng bukit yang bersebelahan dengan lembah itu.Nabi Musa berdiri tertegunmenyaksikan pemandangan itu. Maka Tuhannya menyerunya: (dari (arah) pinggir lembah sebelah kanannya yang diberkati dari sebatang pohon kayu) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Yaitu, "Ya Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan semesta alam”) yaitu, yang sedang berbicara kepadamu ini adalah Tuhan alam semesta yang Maha Berbuat terhadap apa yang Dia kehendaki, tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia. Maha Tinggi dan Maha Suci Dia dari kemiripan dengan makhlukNya dalam Dzat, sifat, dan perbuatanNya.Firman Allah: (dan lemparkanlah tongkatmu) yang ada di tanganmu. Sebagaimana yang disebutkan tentang itu dalam firmanNya سبحانه وتعالى: ("Apakah itu yang ada di tangan kananmu, hai Musa?” (17) Musa menjawab, "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya” (18)) (Surah Thaha) Makna yang dimaksud adalah bahwa adapun tongkatmu yang telah kamu kenal itu, lemparkanlah (Lalu dia melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba tongkat itu menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat (20)) (Surah Thaha) Lalu dia mengetahui dan menyedari bahwa Dzat yang berbicara denganya adalah Dzat yang berfirman pada sesuatu “Jadilah” maka terjadilah sesuatu itu, sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam tafsir surah Thaha.Allah سبحانه وتعالى berfirman di sini: (Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak) yaitu bergerak (seolah-olah dia seekor ular yang gesit) yaitu ular itu dalam gerakannya sangat cepat, dengan bentuk dan penyangganya yang sangat besar, mulutnya lebar, dan taring-taring serta gigi-giginya berderak-derak. Tidak ada suatu batu besar pun yang dilaluinya melainkan ditelannya, lalu masuk ke dalam mulutnya dan masuk ke dalam perutnya mengeluarkan suara dentuman seakan-akan terjatuh dari atas lembah. Maka pada saat itu, (larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh) yaitu tidak menoleh karena tabiat manusia merasa takut melihat pemandangan seperti itu.Ketika Allah سبحانه وتعالى berfirman kepadanya: (Hai Musa, datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman) Maka nabi Musa kembali ke tempat pertama. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia keluar putih tidak bercacat bukan karena penyakit) yaitu apabila kamu masukkan tanganmu ke leher bajumu, lalu kamu keluarkan, maka sesungguhnya tanganmu itu akan mengeluarkan sinar berkilauan seakan-akan sinar kilat yang menyilaukan. Oleh karena itu Allah berfirman: (bukan karena penyakit) yaitu, bukan karena terkena penyakit Firman Allah: (dan dekapkanlah kedua tanganmu (ke dada)mu bila ketakutan) Mujahid berkata bahwa hal itu karena terkejut.Makna yang dimaksud lebih umum daripada hal ini, bahwa Allah memerintahkan kepadanya jika dia merasa takut hendaknya mendekapkan tangannya ke dadanya, apabila nabi Musa melakukan hal itu, maka akan hilang rasa takutnya. Barangkali jika seseorang melakukan hal tersebut hanya untuk mengikutinya,, lalu dia meletakkan tangannya ke dadanya, maka akan lenyap atau menjadi ringan rasa takutnya jika Allah سبحانه وتعالى menghendaki dan dengan itu dia percaya diri.. Firman Allah: (maka yang demikian itu adalah dua mukjizat dari Tuhanmu) yaitu pelemparan tongkat, perubahannya menjadi ular, dan memasukkan tangannya ke leher baju, lalu mengeluarkan cahaya putih yang bukan karena penyakit.Keduanya merupakan dalil yang pasti dan terang yang menunjukkan kekuasaan Tuhan Yang Maha Berbuat dan Maha Memilih sesuatu, serta menunjukkan kebenaran kenabian orang yang menimbulkan peristiwa menakjubkan itu. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: ((yang akan kamu kemukakan) kepada Fir’aun dan pembesar-pembesar (kerajaan)nya) yaitu kepada para pemimpin, pembesar, dan para pengikutnya (Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang fasik) yaitu, keluar dari ketaatan kepada Allah dan menentang agamaNya

Sumber: https://tafsirweb.com/7079-surat-al-qashash-ayat-29.html

Informasi

Surat

القصص (Al-Qasas)

Kisah-Kisah — 88 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

29 dari 88 ayat

Juz

Juz 20

Halaman

Halaman 389

Ruku

Ruku 337

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 78 (156/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3281 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-28