القصص (Al-Qasas)
Per AyatMushaf
فَلَمَّآ
maka tatkala
اَتٰىهَا
dia mendatanginya/api
نُوْدِيَ
dia dipanggil
مِنْ
dari
شَاطِئِ
pinggir
الْوَادِ
lembah
الْاَيْمَنِ
sebelah kanan
فِى
di
الْبُقْعَةِ
tempat
الْمُبٰرَكَةِ
yang diberkati
مِنَ
dari
الشَّجَرَةِ
pohon kayu
اَنْ
bahwa
يّٰمُوْسٰٓى
wahai musa
اِنِّيْٓ
sesungguhnya Aku
اَنَا
Aku
اللّٰهُ
Allah
رَبُّ
Tuhan
الْعٰلَمِيْنَ
semesta alam
ۙ
﴿٣٠﴾
Maka ketika dia (Musa) sampai ke (tempat) api itu, dia diseru dari (arah) pinggir sebelah kanan lembah, dari sebatang pohon, di sebidang tanah yang diberkahi, “Wahai Musa! Sungguh, Aku adalah Allah, Tuhan seluruh alam!
3282 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
30-31. Maka tatkala Musa mendatangi api itu, Allah menyerunya dari pinggir lembah sebelah kanan Musa, di tempat yang di berkahi, dari sisi sebuah pohon, “Wahai Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan Penguasa alam semesta. Dan lemparkanlah tongkatmu.” Lalu Musa melemparkannya, maka tongkat itu berubah menjadi seekor ular yang bergerak-gerak cepat.Ketika Musa melihatnya bergerak-gerak seakan-akan dari bangsa ular, ia berbalik lalu menjauh darinya, dan ia tidak menoleh ke belakang karena rasa takut. Maka Tuhannya memangilnya, “Wahai Musa kembalilah kamu kepadaKu, dan jangan takut. Sesungguhnya kamu itu termasuk orang-orang yang aman dari segala hal yang buruk.
Sumber: https://tafsirweb.com/7080-surat-al-qashash-ayat-30.html
Tafsir as-Sa'di
30. Maka tatkala Musa sampai ke tempat api itu, diserulah dia, “Ya Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Rabb semesta alam.” Allah mengabarkan kepadanya uluhiyah dan rubibiyahNya, dan dari hal itu memastikan memerintahnya agar beribadah dan mengabdi kepadaNya, sebagaimana ditegaskan di dalam ayat yang lain, "Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku." (Thaha:14).
Sumber: https://tafsirweb.com/7080-surat-al-qashash-ayat-30.html
Tafsir Al-Wajiz
30. Maka tatkala Musa sampai di tempat api itu, dia mendengar seruan yang memanggil namanya dari arah pinggir lembah yang berada di sebelah kanannya ketika dia menghadap ke arah Mesir. Yaitu dia berdiri pada tempat yang Allah berkahi untuk Musa, yang diberi nama Wadi yang suci (almuqaddas) untuk mendengarkan kalam dari Tuhannya yang akan memilihnya sebagai rasul.Yaitu pada pohon ‘Inab atau ‘alliq yang tumbuh di tepi wadi (lembah): "Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam. Diriwayatkan dari Ibnu Humaid dan Ibnu Jarir dari Ibnu Mas’ud bahwa nabi Musa berjalan menuju pohon tersebut, apabila pohon itu telah berwarna coklat kehijauan maka akan gugur, kemudian untanya memakannya hingga memenuhi mulutnya, dan mengunyahnya namun tidak bisa menikmatinya
Sumber: https://tafsirweb.com/7080-surat-al-qashash-ayat-30.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 29-32 Telah disebutkan dalam tafsir ayat sebelumnya bahwa nabi Musa telah menunaikan masa yang paling banyak, paling baik, paling sempurna, dan dan paling bersih dari kedua masa itu. Firman Allah: (dan dia berangkat bersama keluarganya) Mereka berkata bahwa nabi Musa merasa rindu dengan negerinya dan keluarganya, maka dia bertekad untuk mengunjungi mereka dengan sembunyi-sembunyi dari Fir'aun dan kaumnya. Ketika dia dalam keadaan demikian (dilihatnyalah api di lereng gunung) yaitu dia melihat nyala api yang terang dari kejauhan (ia berkata kepada keluarganya, "Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api”) yaitu aku akan berangkat menuju ke tempat api itu (mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu) Demikian itu karena pada saat itu nabi Musa tersesat (atau membawa sesuluh api) yaitu sebagian dari nyala api itu (agar kamu dapat menghangatkan badan”) yaitu, untuk kamu berdiang agar tidak kedinginan oleh cuaca dingin.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah sebelah kanannya) yaitu dari pinggir lembah yang ada di sebelah bukit itu yang berada di sebelah kanannya dari arah barat, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan tidaklah kamu (Muhammad) berada di sisi yang sebelah barat ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa) (Surah Al-Qashash: 44) Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa nabi Musa menuju ke arah tempat api itu yang mengarah ke kiblat, dan bukit yang ada di barat berada di sebelah kanannya. dia menjumpai api itu menyala besar pada pohon hijau di lereng bukit yang bersebelahan dengan lembah itu.Nabi Musa berdiri tertegunmenyaksikan pemandangan itu. Maka Tuhannya menyerunya: (dari (arah) pinggir lembah sebelah kanannya yang diberkati dari sebatang pohon kayu) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Yaitu, "Ya Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan semesta alam”) yaitu, yang sedang berbicara kepadamu ini adalah Tuhan alam semesta yang Maha Berbuat terhadap apa yang Dia kehendaki, tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia. Maha Tinggi dan Maha Suci Dia dari kemiripan dengan makhlukNya dalam Dzat, sifat, dan perbuatanNya.Firman Allah: (dan lemparkanlah tongkatmu) yang ada di tanganmu. Sebagaimana yang disebutkan tentang itu dalam firmanNya سبحانه وتعالى: ("Apakah itu yang ada di tangan kananmu, hai Musa?” (17) Musa menjawab, "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya” (18)) (Surah Thaha) Makna yang dimaksud adalah bahwa adapun tongkatmu yang telah kamu kenal itu, lemparkanlah (Lalu dia melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba tongkat itu menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat (20)) (Surah Thaha) Lalu dia mengetahui dan menyedari bahwa Dzat yang berbicara denganya adalah Dzat yang berfirman pada sesuatu “Jadilah” maka terjadilah sesuatu itu, sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam tafsir surah Thaha.Allah سبحانه وتعالى berfirman di sini: (Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak) yaitu bergerak (seolah-olah dia seekor ular yang gesit) yaitu ular itu dalam gerakannya sangat cepat, dengan bentuk dan penyangganya yang sangat besar, mulutnya lebar, dan taring-taring serta gigi-giginya berderak-derak. Tidak ada suatu batu besar pun yang dilaluinya melainkan ditelannya, lalu masuk ke dalam mulutnya dan masuk ke dalam perutnya mengeluarkan suara dentuman seakan-akan terjatuh dari atas lembah. Maka pada saat itu, (larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh) yaitu tidak menoleh karena tabiat manusia merasa takut melihat pemandangan seperti itu.Ketika Allah سبحانه وتعالى berfirman kepadanya: (Hai Musa, datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman) Maka nabi Musa kembali ke tempat pertama. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia keluar putih tidak bercacat bukan karena penyakit) yaitu apabila kamu masukkan tanganmu ke leher bajumu, lalu kamu keluarkan, maka sesungguhnya tanganmu itu akan mengeluarkan sinar berkilauan seakan-akan sinar kilat yang menyilaukan. Oleh karena itu Allah berfirman: (bukan karena penyakit) yaitu, bukan karena terkena penyakit Firman Allah: (dan dekapkanlah kedua tanganmu (ke dada)mu bila ketakutan) Mujahid berkata bahwa hal itu karena terkejut.Makna yang dimaksud lebih umum daripada hal ini, bahwa Allah memerintahkan kepadanya jika dia merasa takut hendaknya mendekapkan tangannya ke dadanya, apabila nabi Musa melakukan hal itu, maka akan hilang rasa takutnya. Barangkali jika seseorang melakukan hal tersebut hanya untuk mengikutinya,, lalu dia meletakkan tangannya ke dadanya, maka akan lenyap atau menjadi ringan rasa takutnya jika Allah سبحانه وتعالى menghendaki dan dengan itu dia percaya diri.. Firman Allah: (maka yang demikian itu adalah dua mukjizat dari Tuhanmu) yaitu pelemparan tongkat, perubahannya menjadi ular, dan memasukkan tangannya ke leher baju, lalu mengeluarkan cahaya putih yang bukan karena penyakit.Keduanya merupakan dalil yang pasti dan terang yang menunjukkan kekuasaan Tuhan Yang Maha Berbuat dan Maha Memilih sesuatu, serta menunjukkan kebenaran kenabian orang yang menimbulkan peristiwa menakjubkan itu. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: ((yang akan kamu kemukakan) kepada Fir’aun dan pembesar-pembesar (kerajaan)nya) yaitu kepada para pemimpin, pembesar, dan para pengikutnya (Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang fasik) yaitu, keluar dari ketaatan kepada Allah dan menentang agamaNya
Sumber: https://tafsirweb.com/7080-surat-al-qashash-ayat-30.html
Informasi
Surat
القصص (Al-Qasas)
Kisah-Kisah — 88 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
30 dari 88 ayat
Juz
Juz 20
Halaman
Halaman 389
Ruku
Ruku 337
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 78 (156/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3282 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-28