القصص (Al-Qasas)

Per AyatMushaf
وَاسْتَكْبَرَ
dan berlaku sombonglah
هُوَ
dia (Fir'aun)
وَجُنُوْدُهٗ
dan bala tentaranya
فِى
di
الْاَرْضِ
bumi
بِغَيْرِ
dengan tidak
الْحَقِّ
hak
وَظَنُّوْٓا
dan mereka mengira
اَنَّهُمْ
bahwasanya mereka
اِلَيْنَا
kepada kami
لَا
tidak
يُرْجَعُوْنَ
mereka dikembalikan
﴿٣٩﴾
Dan dia (Fir‘aun) dan bala tentaranya berlaku sombong, di bumi tanpa alasan yang benar, dan mereka mengira bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami.
3291 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan Fir’aun dan bala tentaranya telah berbuat kesombongan di negeri Mesir tanpa alasan yang dibenarkan untuk mau membenarkan Musa dan para mengikutinya terhadap dakwah yang ia serukan kepada mereka. Dan mereka beranggapan bahwa sesungguhnya mereka tidak akan dibangkitkan setelah kematian mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/7089-surat-al-qashash-ayat-39.html

Tafsir as-Sa'di

39. Allah berfirman, “Dan berlaku angkuhlah Fir’aun dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar,” mereka bertindak sewenang-wenang terhadap hamba-hamba Allah dan menimpakan azab terhadap mereka, dan mereka menyombongkan diri terhadap para utusan Allah dan ayat-ayat (bukti-bukti) yang mereka bawa.Mereka mendustakannya dan beranggapan bahwa apa yang mereka anut itu lebih tinggi dan lebih utama daripadanya, “dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami,” maka dari itulah mereka lancang. Sebab, kalau tidak, maka kalau saja mereka mengetahui atau menduga bahwa mereka akan dikembalikan kepada Allah, niscaya mereka tidak akan melakukan tindakan yang telah mereka lakukan itu.

Sumber: https://tafsirweb.com/7089-surat-al-qashash-ayat-39.html

Tafsir Al-Wajiz

39. Justru Fir´aun beserta bala tentaranya di bumi Mesir berlaku semakin angkuh tanpa alasan yang benar. Istikbar adalah sombong tanpa kebenaran, bahkan dengan niat permusuhan, karena mereka tidak mampu menyanggah hujjah Musa.Mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami

Sumber: https://tafsirweb.com/7089-surat-al-qashash-ayat-39.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 39-42 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan kekafiran, kesewenang-wenangan, dan apa yang dibuat-buat oleh FIr’aun yang mengaku sebagai tuhan (Semoga laknat Allah atas dirinya) sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka (Fir‘aun) dengan perkataan itu telah mempengaruhi kaumnya, sehingga mereka patuh kepadanya. Sungguh, mereka adalah kaum yang fasik (54)) (Surah Az-Zukhruf).Demikian itu karena Fir'aun menyeru mereka untuk mengakui bahwa dirinya adalah tuhan, lalu mereka menaatinya karena kedangkalan akal mereka dan kebodohan pikiran mereka. Oleh karena itu Fir’aun berkata: (Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang dia: (Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesar kaumnya), lalu berseru memanggil kaumnya. (23) (Seraya) berkata, "Akulah tuhanmu yang paling tinggi” (24) Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia (25) Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya) (26)) (Surah An-Nazi'at) yaitu dia mengumpulkan kaumnya dan berseru kepada mereka dengan suara yang keras seraya menjelaskan hal itu kepada mereka, lalu mereka menaati dan mendengarkannya.Oleh karena itu Allah membalasnya dan menjadikan dia sebagai pelajaran bagi orang lain di dunia dan akhirat. Hingga Fir'aun sendiri berani mengemukakan hal tersebut kepada nabi Musa melalui perkataannya, lalu dia berkata: (Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan) (Surah Asy-Syu'ara’: 29) Firman Allah: (Maka bakarlah, hai Haman, untukku tanah liat. Kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa) yaitu dia memerintahkan kepada menterinya, Haman yang mengatur rakyatnya dan yang menjalankan pemerintahannya, agar membakar tanah liat, yaitu membuat batu bata untuk membuat menara yang menjulang tinggi, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman di ayat lain: (Dan berkatalah Fir'aun, "Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu (36) (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta.” Demikianlah dijadikan Fir’aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir’aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian (37)) (Surah Ghafir) Demikian itu karena Fir'aun memang membangun menara yang tinggi itu yang di masanya belum pernah dilihat bangunan yang lebih tinggi dari itu di dunia.Dengan hal itu karena dia hanya ingin membuktikan kepada rakyatnya kedustaan nabi Musa dalam anggapannya yang mengatakan bahwa ada Tuhan lain selain Fir'aun. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta) yaitu dalam ucapannya, bahwa ada Tuhan lain selain aku, bukan karena dia dusta bahwa Allah سبحانه وتعالى telah mengutusnya, karena Fir'aun tidak mengakui adanya Tuhan Yang Maha Pencipta.Oleh karena itu dia berkata: (Siapakah Tuhan semesta alam itu?) (Surah Asy-Syu'ara: 23) dan (Sungguh jika kamu menyembah tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan) (Surah Asy-Syu'ara: 29) Dan firman Allah: (Hai pembesar-pembesarku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku) Ini adalah pendapat Ibnu Jarir.Firman Allah: (dan berlaku angkuhlah Fir’aun dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami (39)) Mereka berlaku sewenang-wenang, zalim, dan banyak menimbulkan kerusakan, serta berkeyakinan bahwa kiamat dan hari kebangkitan itu tidak ada (karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab (13) sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi (14) (Surah Al-Fajr) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman di sini: (Maka Kami hukumlah Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut) yaitu Kami menenggelamkan mereka di laut dalam waktu pagi sehingga tidak ada yang tersisa seorangpun dari mereka (Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim (40) Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka (41)) yaitu bagi orang yang mengikuti jejak mereka dalam mendustakan para rasul dan menelantarkan hak Tuhan Yang Maha Pencipta (dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong) yaitu, maka terkumpullah pada diri mereka kehinaan dunia dan terus berlangsung dengan kehinaan di akhirat, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kami telah membinasakan mereka; maka tidak ada seorang penolong pun bagi mereka) (Surah Muhammad: 13) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan Kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini) yaitu, Allah menetapkan laknat terhadap mereka dan raja mereka, Fir'aun pada lisan orang-orang mukmin dari kalangan hamba-hambaNya yang mengikuti para rasulNya, sebagaimana mereka dilaknat di dunia melalui lisan para nabi dan para pengikutnya (dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah)) Qatadah berkata bahwa ayat ini sebagaimana firmanNya: (Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat.Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan) (Surah Hud: 99)

Sumber: https://tafsirweb.com/7089-surat-al-qashash-ayat-39.html

Informasi

Surat

القصص (Al-Qasas)

Kisah-Kisah — 88 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

39 dari 88 ayat

Juz

Juz 20

Halaman

Halaman 390

Ruku

Ruku 337

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 78 (156/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3291 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-28