القصص (Al-Qasas)

Per AyatMushaf
وَمَا
dan tidaklah
كُنْتَ
kamu berada
بِجَانِبِ
disebelah
الْغَرْبِيِّ
barat
اِذْ
ketika
قَضَيْنَآ
Kami putuskan/sampaikan
اِلٰى
kepada
مُوْسَى
Musa
الْاَمْرَ
perkara/perintah
وَمَا
dan tidaklah
كُنْتَ
kamu berada
مِنَ
dari/termasuk
الشّٰهِدِيْنَ
orang-orang yang menyaksikan
ۙ
﴿٤٤﴾
Dan engkau (Muhammad) tidak berada di sebelah barat (lembah suci Tuwa) ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa, dan engkau tidak (pula) termasuk orang-orang yang menyaksikan (kejadian itu).
3296 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

. Dan tidaklah kamu (wahai Rasul) berada di sisi sebelah barat dari Musa ketika Kami bebankan kepadanya perintah dan larangan Kami, dan kamu tidaklah termasuk orang-orang yang menyaksikannya, sehingga dapat dikatakan bahwa ia sampai kepadamu melalui jalan ini.

Sumber: https://tafsirweb.com/7094-surat-al-qashash-ayat-44.html

Tafsir as-Sa'di

44. Setelah Allah menceritakan kepada RasulNya apa yang telah dikisahkanNya, berupa kabar-kabar ghaib di atas, maka Dia mengingatkan hamba-hambaNya bahwa ini semua adalah kabar ilahi murni; Rasulullah sama sekali tidak punya jalan untuk mengtahui selain dari jalur wahyu. Maka dari itu, Dia berfirman, “Dan tidaklah kamu (Muhammad) berada di sisi yang sebelah barat,” maksudnya di sebelah barat bukit Thur pada waktu Kami memberikan keputusan kepada Musa, “dan tiada pula kamu termasuk orang-orang yang menyaksikan” semua itu, sehingga dikatakan “bahwa sesungguhnya berita itu sampai kepadamu dari jalur ini.”

Sumber: https://tafsirweb.com/7094-surat-al-qashash-ayat-44.html

Tafsir Al-Wajiz

44. Dan engkau wahai Muhammad tidaklah berada di sisi gunung sebelah barat ketika nabi Musa bermunajat. Yaitu ketika Kami menyampaikan wahyu kepada Musa berupa kitab Taurat dan perintah untuk menyampaikan risalah kepada Fir’aun dan kaumnya.Engkau juga bukan termasuk orang-orang yang menyaksikan peristiwa zaman itu, maka pelajari dan sampaikanlah

Sumber: https://tafsirweb.com/7094-surat-al-qashash-ayat-44.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 44-47 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingatkan tentang bukti kenabian nabi Muhammad ﷺ dimana Nabi ﷺ memberitahukan kisah-kisah masa lalu seakan-akan dia mendengar, dan menyaksikannya sendiri, seperti yang telah disebutkan\. Padahal beliau adalah seorang lelaki yang ummi, yang tidak pandai membaca dan menulis, dan dilahirkan di antara kaum yang tidak mengetahui sesuatupun tentang hal itu. Sebagaimana yang beliau lakukan ketika mengisahkan tentang Maryam dan semua perkaranya.Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), padahal engkau tidak bersama mereka ketika mereka melemparkan pena mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan engkau pun tidak bersama mereka ketika mereka bertengkar (44)) (Surah Ali Imran) yaitu kamu tidak menghadiri peristiwa itu, tetapi Allahlah yang mewahyukannya kepadamu.Demikian juga ketika beliau memberitahukan tentang nabi Nuh dan kaumnya, serta penyelamatan Allah terhadapnya, penenggelaman kaumnya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya akhir yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa (49) (Surah Hud) dan Allah سبحانه وتعالى berfirman di akhir surah: (Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasa­kan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad)) (Surah Hud: 100) Allah berfirman di sini setelah memberitahukan kisah nabi Musa dari awal sampai akhir, dan bagaimana permulaan wahyu Allah kepada nabi Musa serta pembicaraan­Nya dengan nabi Musa (Dan tiadalah kamu (Muhammad) berada di sisi yang sebelah barat ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa) yaitu, tidaklah kamu, wahai Muhammad sedang berada di sisi bukit yang berada di sebelah barat tempat Allah berbicara langsung kepada nabi Musa, yaitu di pohon yang terletak di sebelah timur lembah itu (dan tiada pula kamu termasuk orang-orang yang menyaksikan) yaitu menyaksikan hal itu, tetapi Allah mewahyukan kepadamu hal itu, untuk menjadi hujjah dan bukti terhadap generasi-generasi berikutnya yang mana mereka telah melupakan hujjah Allah terhadap mereka, dan apa yang telah diwahyukan Allah kepada para nabi terdahulu.Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan tidaklah kamu tinggal bersama-sama penduduk Madyan dengan membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka) yaitu, tidaklahkamu tinggal bersama penduduk Madyan seraya membacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, ketika kamu menceritakan tentang nabi mereka, yaitu nabi Syu'aib dan apa yang dia katakan kepada kaumnya serta apa yang mereka jawab kepadanya (tetapi Kami telah mengutus rasul-rasul) yaitu tetapi Kami mewahyukan hal itu kepadamu dan Kami mengutus kamu kepada manusia sebagai rasul (Dan tiadalah kamu berada di dekat Gunung Thur ketika Kami menyeru (Musa)) Qatadah berkata terkait firmanNya: (Dan tiadalah kamu berada di dekat Gunung Thur ketika Kami menyeru) yaitu, nabi Musa. Pendapat ini (hanya Allah yang lebih Mengetahui) lebih menyerupai firmanNya سبحانه وتعالى: (Dan tidaklah kamu (Muhammad) berada di sisi yang sebelah barat ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa) Kemudian Allah memberitahukan di sini dengan ungkapan lain yang lebih khusus dari hal itu, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa) (Surah Asy-Syu'ara: 10) Firman Allah سبحانه وتعالى: (tetapi (Kami beritahukan itu kepadamu) sebagai rahmat dari Tuhanmu) yaitu kamu tidak menyaksikan sesuatupun dari hal itu, tetapi Allah­ memberikan wahyu dan memberitahukan kepadamu dengan hal itu sebagai rahmat dariNya kepadamu dan semua hamba yang engkau diutus kepada mereka (supaya kamu memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang sekali-kali belum datang kepada mereka pemberi peringatan sebelum kamu agar mereka ingat) yaitu, agar mereka mendapat petunjuk dari apa yang kamu sampaikan kepada mereka dari Allah سبحانه وتعالى (Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan,"Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami”) yaitu Kami mengutusmu kepada mereka untuk menegakkan hujjah terhadap mereka dan agar terputuslah alasan mereka saat azab Allah datang menimpa mereka karena kekafiran mereka, sehingga mereka berhujjah bahwa belum pernah datang kepada mereka seorang utusan dan pemberi peringatan.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman setelah menyebutkan bahwa Dia telah menurunkan KitabNya yang diberkahi, yaitu Al-Qur'an: ((Kami turunkan Al-Quran itu) agar kamu (tidak) mengatakan, "Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi dan Nasrani) dan sungguh, kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca" (156) atau agar kamu (tidak) mengatakan, "Jikalau Kitab itu diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka." Sungguh, telah datang kepadamu penjelasan yang nyata, petunjuk dan rahmat dari Tuhanmu.Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya? Kelak, Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan azab yang keras, karena mereka selalu berpaling (157)) (Surah Al-An’am)

Sumber: https://tafsirweb.com/7094-surat-al-qashash-ayat-44.html

Informasi

Surat

القصص (Al-Qasas)

Kisah-Kisah — 88 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

44 dari 88 ayat

Juz

Juz 20

Halaman

Halaman 391

Ruku

Ruku 338

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 78 (156/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3296 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-28