القصص (Al-Qasas)

Per AyatMushaf
وَاِذَا
dan apabila
سَمِعُوا
mereka mendengar
اللَّغْوَ
perkara yang sia-sia
اَعْرَضُوْا
mereka berpaling
عَنْهُ
dari padanya
وَقَالُوْا
dan mereka berkata
لَنَآ
bagi kami
اَعْمَالُنَا
amal-amal kami
وَلَكُمْ
dan bagi kamu
اَعْمَالُكُمْ
amal-amal kamu
ۖسَلٰمٌ
sejahtera
عَلَيْكُمْ
atas kalian
ۖ
لَا
tidak
نَبْتَغِى
kami mau/ingin
الْجٰهِلِيْنَ
orang-orang yang bodoh/jahil
﴿٥٥﴾
Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya dan berkata, “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu, semoga selamatlah kamu, kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang bodoh.”
3307 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

54-55. Orang-orang yang telah disebutkan sifat-sifat (ciri-ciri) nya itu, mereka diberi pahala dua kali atas keimanan mereka terhadap kitab suci mereka dan keimanan mereka terhadap al-Qur’an dengan kesabaran mereka. Dan termasuk karakter mereka, bahwasanya mereka menolak keburukan dengan kebaikan, dan mereka menafkahkan sebagian yang Kami rizkikan kepada meeka di jalan kebaikan dan kebajikan.Apabila mereka mendengar perkataan batil, mereka tidak memfokuskan pendengaran mereka untuk menyimaknya. Mereka berkata, “Bagi kami amal-amal kami dan kami tidak akan membelok darinya. Dan bagi kalian perbuatan-perbuatan kalian dan dosanya menjadi tanggungan kalian sendiri.Kami tidak ingin menyibukkan diri untuk membantah kalian, sedang kalian tidaklah mendengar dari kami kecuali hal-hal baik saja. Kami tidak ingin berkomunikasi kepada kalian atas dasar kebodohan kalian. Sebab sesungguhnya kami tidak ingin jalan orang-orang jahil dan tidak menyukainya.” Ini termasuk kata-kata terbaik yang diucapkan para da’i yang mengajak manusia kepada Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/7105-surat-al-qashash-ayat-55.html

Tafsir as-Sa'di

55. “Dan apabila mereka mendengar perkataan yang sia-sia” dari seorang jahil (bodoh) yang menegur mereka dengan ucapan sia-sia itu, “mereka berkata” seperti yang dikatakan oleh ‘ibadurrahman, orang-orang yang berakal, “Bagi kami amal-amal kami, dan bagimu amal-amalmu.” Maksudnya, semuanya akan mendapat balasan sesuai dengan pekerjaan yang dikerjakannya sendiri, dia sama sekali tidak akan menanggung dosa orang lain sedikit pun. Konsekuensi semua itu adalah bahwa mereka berlepas diri dari apa yang dilakukan oleh orang-orang jahil (bodoh), seperti perbuatan sia-sia, batil dan perkataan yang tidak ada gunanya. “Semoga kesejahteraan atas dirimu,” maksudnya, kalian tidak akan mendengar dari kami selain kebaikan, dan kami tidak akan berbicara kepada kalian sesuai dengan tuntutan kebodohan kalian. Sebab, jika kalian rela dengan perbuatan tercela seperti ini, maka kami akan menjauhkan diri kami darinya, dan kami akan menjaga diri kami untuk terlibat di dalamnya, “kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil,” dari semua sisi.

Sumber: https://tafsirweb.com/7105-surat-al-qashash-ayat-55.html

Tafsir Al-Wajiz

55. Ketika mereka mendengar ucapan yang sia-sia yaitu cacian, cemoohan dan ejekan dari orang-orang kafir, maka mereka menghindarinya dengan sopan dan penuh penghormatan serta berkata: “Bagi kami amal kami berupa keimanan dan agama, dan bagi kalian amal kalian berupa agama kalian. Kekufuran kalian tidak membahayakan sedikit pun bagi kami, begitu juga iman kami tidak membahayakan kalian.Semoga keselamatan atas kalian, Salam perpisahan dan salam keamanan dari kami. Kami tidak akan membalas kalian dengan keburukan. Kami tidak mencari persahabatan dengan orang-orang bodoh dan tidak juga menginginkannya”

Sumber: https://tafsirweb.com/7105-surat-al-qashash-ayat-55.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 52-55 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang para ulama dan para wali dari kalangan Ahli Kitab, bahwa mereka beriman kepada Al-Qur’an, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Orang-orang yang telah Kami berikan Al-Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya) (Surah Al-Baqarah: 121) dan (Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka, sedangkan mereka berendah hati kepada Allah) (Surah Ali Imran: 199) Yaitu, sebelum Al-Qur'an ini kami adalah orang-orang muslim, yakni orang-orang yang mengesakan Allah, ikhlas kepadaNya, dan memenuhi seruanNya, Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka) yaitu mereka yang disifati dengan sifat ini adalah orang-orang yang beriman kepada kitab terdahulu dan kitab yang selanjutnya.Oleh karena itu Allah berfirman: (disebabkan kesabaran mereka) yaitu dalam mengikuti kebenaran, sekalipun mengakui hal seperti itu merupakan sesuatu yang berat pada diri seseorang.Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan) Mereka tidak membalas kejahatan dengan hal yang serupa, tetapi memaafkan dan melupakannya (dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan) yaitu sebagian dari rezeki halal yang mereka dapatkan mereka belanjakan kepada makhluk Allah, yaitu nafkah yang wajib, untuk keluarga mereka dan kerabat mereka, membayar zakat yang wajib dan yang dianjurkan berupa sedekah tathawwu’ dan sedekah nafilah dan kepada kerabat. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling darinya) yaitu mereka tidak bergaul dan berteman dengan orang yang melakukannya, bahkan sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerja­kan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya) (Surah Al-Furqan: 72) (dan mereka berkata, "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil”) yaitu apabila mereka dibodoh-bodohi dan dikata-katai dengan ucapan yang tidak layak bagi mereka, maka jawaban mereka adalah berpaling darinya, dan mereka tidak membalasnya dengan perlakuan yang serupa dari kata-kata yang buruk, dan tidak ada yang dikeluarkan oleh lisan mereka kecuali kata-kata yang baik.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang mereka, bahwa sesungguhnya mereka berkata: (Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil) yaitu, kami tidak ingin menempuh jalannya orang-orang yang bodoh dan kami tidak menyukainya.

Sumber: https://tafsirweb.com/7105-surat-al-qashash-ayat-55.html

Informasi

Surat

القصص (Al-Qasas)

Kisah-Kisah — 88 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

55 dari 88 ayat

Juz

Juz 20

Halaman

Halaman 392

Ruku

Ruku 339

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 79 (157/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3307 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-28