القصص (Al-Qasas)
Per AyatMushaf
وَكَمْ
dan berapa (banyak)
اَهْلَكْنَا
Kami telah binasakan
مِنْ
dari
قَرْيَةٍ
sesuatu negeri
ۢ
بَطِرَتْ
subur/bersenang-senang
مَعِيْشَتَهَا
kehidupannya
ۚفَتِلْكَ
maka itulah
مَسٰكِنُهُمْ
tempat kediaman mereka
لَمْ
tidak
تُسْكَنْ
didiami
مِّنْۢ
dari
بَعْدِهِمْ
sesudah mereka
اِلَّا
kecuali
قَلِيْلًاۗ
sedikit/kecil
وَكُنَّا
dan Kami adalah
نَحْنُ
Kami
الْوَارِثِيْنَ
Pewaris
﴿٥٨﴾
Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya yang telah Kami binasakan, maka itulah tempat kediaman mereka yang tidak didiami (lagi) setelah mereka, kecuali sebagian kecil. Dan Kamilah yang mewarisinya.”
3310 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan banyak dari penduduk negeri-negeri yang telah Kami binasakan ketika kehidupan mereka telah melalaikan mereka dari keimanan kepada rasul-rasul, lalu mereka ingkar dan berbuat aniaya. Maka itulah kediaman-kediaman mereka, tidak dihuni sepeninggal mereka kecuali sebagian kecil saja darinya. Dan Kami adalah pewaris para hamba, Kami mematikan mereka, kemudian mereka dikembalikan kepada Kami, lalu Kami memberikan balasan kepada mereka sesuai dengan amal perbuatan mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/7108-surat-al-qashash-ayat-58.html
Tafsir as-Sa'di
58. Oleh karena itu, Allah mengancam mereka dengan ancaman yang telah dilakukanNya terhadap umat-umat terdahulu sebelum mereka, seraya berfirman, “Dan betapa banyaknya (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan, yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya.” Maksudnya, mereka menyombongkannya, melalaikannya dan sibuk dengannya hingga tidak beriman kepada para rasul. Oleh karenanya, mereka dibinasakan oleh Allah, dimusnahkan kenikmatan dari mereka dan ditimpakan bencana (azab) terhadap mereka, “maka itulah tempat kediaman mereka yang tiada didiami (lagi) sesudah mereka, kecual sebagian kecil,” karena bertubi-tubinya kebinasaan dan kehancuran yang menimpa mereka, dan (karena) keterasingannya dari orang-orang sesudah mereka, “dan Kami adalah pewarisnya” untuk hamba-hamba.Kami matikan mereka, kemudian seluruh kenikmatan yang telah Kami anugerahkan kepada mereka kembali kepada Kami, kemudian Kami kembalikan mereka kepada Kami, lalu Kami memberi balasan kepada mereka atas amal perbuatan mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/7108-surat-al-qashash-ayat-58.html
Tafsir Al-Wajiz
58. Berapa banyak (Banyak) penduduk negeri yang memiliki kehidupan sejahtera dan aman yang telah Kami hancurkan. Mereka tidak mau berterima kasih atas nikmat(Ku), berlaku sewenang-wenang dan sombong.Tindakan tidak mau berterima kasih itu adalah kezaliman, keangkuhan dan pengabaian terhadap kebenaran Allah. Kemudian tempat-tempat mereka kosong dan tidak ada yang tinggal di dalamnya setelah mereka kecuali dalam waktu singkat, seperti musafir yang singgah di sana selama sehari atau beberapa hari karena ada sisa-sisa buruh dari kemaksiatan mereka. Dan Kami adalah pewaris rumah-rumah mereka jika tidak ada satupun orang yang menggantikan mereka di dalamnya
Sumber: https://tafsirweb.com/7108-surat-al-qashash-ayat-58.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 58-59 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya membantah ucapan penduduk Makkah dalam firmanNya سبحانه وتعالى: (Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan, yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya) yaitu, yang melampaui batas, jahat, dan ingkar kepada nikmat-nikmat Allah yang telah Dia anugerahkan kepada mereka berupa rezeki. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman di ayat lain: (Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) suatu negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat (112) Dan sungguh, telah datang kepada mereka seorang rasul dari (kalangan) mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya, karena itu mereka ditimpa azab dan mereka adalah orang yang zalim (113)) (Surah An-Nahl) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (maka itulah tempat kediaman mereka yang tiada didiami (lagi) setelah mereka, kecuali sebagian kecil) yaitu tempat tinggal mereka menjadi puing-puing, sehingga tidak bisa dilihat kecuali bekas rumah-rumah mereka.Firman Allah: (Dan Kami adalah pewarisnya) yaitu, dijadikan sebagai puing-puing yang tidak ada lagi penduduknya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang keadilanNya, bahwa Dia tidak akan membinasakan seseorang yang berbuat zalim kepadaNya, melainkan hanya membinasakan orang-orang yang ditegakkan hujjah atas mereka. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan tiadalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibu kota itu) yaitu Makkah (seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka) Di dalamnya terdapat dalil yang menunjukkan bahwa nabi yang ummi yaitu nabi Muhammad ﷺ yang diutus dari Ummul Qura adalah utusan bagi semua penduduk kota, baik dari kalangan bangsa Arab maupun non Arab.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya) (Surah Asy-Syura: 7) Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia akan membinasakan setiap kota sebelum hari kiamat, padahal Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul) (Surah Al-Isra’: 15) Maka Allah سبحانه وتعالى menjadikan pengutusan Nabi yang ummi mencakup semua kota, karena dia adalah rasul kepada ibu kotanya yang merupakan kota yang paling dahulu; semuanya kembali kepadanya.
Sumber: https://tafsirweb.com/7108-surat-al-qashash-ayat-58.html
Informasi
Surat
القصص (Al-Qasas)
Kisah-Kisah — 88 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
58 dari 88 ayat
Juz
Juz 20
Halaman
Halaman 392
Ruku
Ruku 339
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 79 (157/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3310 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-28