القصص (Al-Qasas)
Per AyatMushaf
وَيَوْمَ
dan pada hari itu
يُنَادِيْهِمْ
Dia memanggil mereka
فَيَقُوْلُ
lalu Dia berfirman
اَيْنَ
dimanakah
شُرَكَاۤءِيَ
sekutu-sekutuKu
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كُنْتُمْ
kalian adalah
تَزْعُمُوْنَ
kamu sangkakan/katakan
﴿٦٢﴾
Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka dan berfirman, “Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu sangka?”
3314 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan pada hari Allah menyeru orang-orang yang menyekutukan para wali dan berhala-berhala denganNya di dunia ini, kemudian Allah berfirman kepada mereka, “Manakah sekutu-sekutuKu yang dahulu kalian beranggapan bahwa mereka adalah sekutu-sekutu bagiKu?”
Sumber: https://tafsirweb.com/7112-surat-al-qashash-ayat-62.html
Tafsir as-Sa'di
62-63. Ini adalah informasi dari Allah tentang apa yang akan Dia tanyakan kepada manusia di Hari Kiamat kelak, dan bahwa Dia akan menanyakan kepada mereka tentang prinsi-prinsip segala sesuatu, tentang ibadah kepada Allah dan memenuhi seruan para rasul, seraya berfiman, “dan (ingatlah) pada hari di waktu Allah menyeru mereka,” maksudnya, Allah menyeru orang-orang yang menyekutukan sesuatu dengan Allah, mereka menyembahnya dan berharap mendapatkan manfaat darinya dan dapat menolak bahaya dari mereka. Allah menyeru mereka untuk menjelaskan kepada mereka ketidakberdayaan para sekutu itu dan kesesatan mereka, “seraya berkata, ‘Dimanakah sekutu-sekutuKu’.” Sesungguhnya Allah sama sekali tidakn mempunyai sekutu, akan tetapi hal ini diungkapkan berdasarkan anggapan dan kedustaan yang mereka lakukan; oleh karena itu Allah berfirman, “yang dahulu kamu katakan?” di mana mereka saat ini?Mana manfaat mereka? Mana pencegahan mereka? Sebagaimana dimaklumi, bahwa pada saat itu akan menjadi jelas sekali bahwa sembahan yang mereka sembah dan yang mereka harapkan adalah palsu (batil) sirna dan begitu pula harapan mereka kepadanya.Saat itulah mereka mengakui diri mereka sesat dan celaka. Oleh karenanya, Dia berfirman, “Berkatalah orang-orang yang telah tetap hukuman atas mereka,” yaitu para pemimpin dan para pembesar dalam kekafiran dan kejahatan, sambil mengakui kesesatan dan penyesatan mereka, “Ya Rabb kami, mereka inilah,” para pengikut, “orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat.” Maksudnya, semua kami sudah sama-sama sesat dan sudah pasti mendapatkan putusan azab, “kami menyatakan berlepas diri (dari neraka) kepadaMu,” dari peribadatan mereka. Maksudnya, kami berlepas diri dari mereka dan dari amal perbuatan mereka, “mereka sekali-kali tidak menyembah kami.” Sebenarnya mereka hanya menyembah setan.
Sumber: https://tafsirweb.com/7112-surat-al-qashash-ayat-62.html
Tafsir Al-Wajiz
62. Wahai Nabi, dan ingatlah hari dimana Allah memanggil orang-orang musyrik itu pada hari kiamat dengan panggilan ejekan. Dia berfirman kepada mereka: “Dimana sekutu-sekutu yang kalian anggap sebagai sekutu-sekutuKu?”
Sumber: https://tafsirweb.com/7112-surat-al-qashash-ayat-62.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 62-67 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang celaan yang Dia sampaikan kepada orang-orang kafir dan musyrik pada hari kiamat saat Dia menyeru mereka. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kalian katakan?) yaitu di manakah tuhan-tuhan yang kalian sembah di dunia, berupa berhala-berhala dan tandingan-tandingan, apakah mereka dapat menolong kalian atau membela diri? Hal ini mengandung kecaman dan ancaman, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada pertama kali, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafaat yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu.Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah) (94)) (Surah Al-An'am) Firman Allah: (Berkatalah orang-orang yang telah tetap hukuman atas mereka) yaitu setan-setan, para pembangkang, dan orang-orang yang menyeru kepada kekafiran (Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat, kami menyatakan berlepas diri (dari mereka) kepada Engkau, mereka sekali-kali tidak menyembah kami) mereka menyatakan pengakuannya, bahwa setan-setan itu menyesatkan mereka, dan orang-orang itu mengikuti mereka; kemudiansetan-setan itu berlepas diri dari penyembahan mereka, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka (81) sekali-kali tidak.Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka sembahan-sembahan itu akan menjadi musuh bagi mereka (82)) (Surah Maryam) Oleh karena itu Allah berfirman: (Dikatakan (kepada mereka), "Serulah olehmu sekutu-sekutu kamu!") yaitu untuk menyelamatkan kalian dari apa yang sedang kalian alami, sebagaimana yang kalian mengharapkan dari mereka di dunia (lalu mereka menyerunya, maka sekutu-sekutu itu tidak memperkenankan (seruan) mereka, dan mereka melihat azab) yaitu mereka yakin bahwa mereka pasti dimasukkan ke dalam neraka.Firman Allah: ((Mereka ketika itu berkeinginan) kiranya mereka dahulu menerima petunjuk) yaitu ketika mereka menyaksikan azab, mereka berkeinginan seandainya mereka dahulu termasuk orang-orang yang mendapatkan petunjuk di dunia. Ini sebagaimana firmanNya: (Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Dia berfirman, "Panggillah olehmu sekalian sekutu-sekutu-Ku yang kamu katakan itu.” Mereka lalu memanggilnya, tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka) (52) Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka meyakini bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya (53)) (Surah Al-Kahfi) Firman Allah: (Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka seraya berkata, "Apakah jawabanmu kepada para rasul?” (65)) Seruan pertama mempertanyakan tentang tauhid, dan yang disebutkan dalam hal ini adalah pengukuhan terhadap kenabian, yakni apakah jawaban kalian terhadap rasul-rasul yang diutus kepada kalian?Dan bagaimana tanggapan kalian kepada mereka? Hal ini sebagaimana pertanyaan yang ditanyakan di dalam kubur, yaitu:"Siapakah Tuhanmu, siapakah nabimu, dan apakah agamamu?" Adapun orang mukmin, dia mengemukakan kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan nabi Muhammad ﷺ adalah hamba dan rasulNya. Sedangkan orang kafir berkata, "Ha, ha, saya tidak tahu" Oleh karena itu orang kafir tidak dapat menjawabnya pada hari kiamat selain hanya diam; karena sesungguhnya orang yang buta saat hidup di dunia, maka akhirat lebih buta dan lebih tersesat.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka gelaplah bagi mereka segala macam alasan pada hari itu, karena itu mereka tidak saling tanya-menanya) Mujahid berkata bahwa mereka tidak dapat mengemukakan hujjah, (dan mereka tidak saling bertanya tentang keturunan) tentang keturunan Firman Allah: (Adapun orang yang bertobat dan beriman serta mengerjakan amal yang saleh) yaitu di dunia (semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung) yaitu pada hari kiamat, dan kata “semoga” merupakan suatu kepastian dari Allah. Jadi hal itu pasti terjadi karena karunia dan kemurahan Allah سبحانه وتعالى.
Sumber: https://tafsirweb.com/7112-surat-al-qashash-ayat-62.html
Informasi
Surat
القصص (Al-Qasas)
Kisah-Kisah — 88 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
62 dari 88 ayat
Juz
Juz 20
Halaman
Halaman 393
Ruku
Ruku 340
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 79 (157/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3314 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-28