القصص (Al-Qasas)

Per AyatMushaf
فَاَمَّا
maka adapun
مَنْ
orang
تَابَ
dia bertaubat
وَاٰمَنَ
dan dia beriman
وَعَمِلَ
dan dia beramal
صَالِحًا
kebajikan/saleh
فَعَسٰٓى
maka mudah-mudahan
اَنْ
bahwa
يَّكُوْنَ
dia adalah
مِنَ
orang
الْمُفْلِحِيْنَ
orang-orang yang beruntung
﴿٦٧﴾
Maka adapun orang yang bertobat dan beriman, serta mengerjakan kebajikan, maka mudah-mudahan dia termasuk orang yang beruntung.
3319 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Adapun orang yang bertaubat dari kalangan kaum musyrikin dan ia mengikhlaskan ibadah bagiNya serta mengamalkan apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya, maka dia termasuk orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat.

Sumber: https://tafsirweb.com/7117-surat-al-qashash-ayat-67.html

Tafsir as-Sa'di

67. Setelah Allah menjelaskan pertanyaan kepada manusia tentang sesembahan mereka dan tentang para rasul mereka, maka di sini Dia menjelaskan jalan yang digunakan seseorang untuk dapat selamat dari azab Allah. Sesungguhnya tidak ada keselamatan kecuali bagi orang yang telah bertaubat dari syirik dan kemaksiatan, beriman kepada Allah, lalu hanya beribadah kepadaNya, dan beriman kepada para RasulNya lalu membenarkan mereka, serta melakukan amal shalih dengan cara mengikuti para rasul. “Semoga dia menjadi,” orang yang mengumpulkan karakter-karakter tersebut, “termasuk orang-orang yang beruntung,” yang meraih harapan dan selamat dari hal-hal yang menakutkan.Sesungguhnya tidak ada jalan menuju keberuntungan tanpa melakukan perkara-perkara tersebut.

Sumber: https://tafsirweb.com/7117-surat-al-qashash-ayat-67.html

Tafsir Al-Wajiz

67. Adapun orang yang bertaubat dari kesyirikan dan kemaksiatan lalu beriman kepada Allah dan rasulNya, serta beramal shalih dengan mengerjakan perkara-perkara yang diperintahkah, maka di sisi Allah dia termasuk orang-orang yang menang dengan menginginkan surga dan keridhaan (Allah). Dan sebagai adat penghormatan, {‘Asaa} merupakan doa supaya suatu hal dwujudkan

Sumber: https://tafsirweb.com/7117-surat-al-qashash-ayat-67.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 62-67 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang celaan yang Dia sampaikan kepada orang-orang kafir dan musyrik pada hari kiamat saat Dia menyeru mereka. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kalian katakan?) yaitu di manakah tuhan-tuhan yang kalian sembah di dunia, berupa berhala-berhala dan tandingan-tandingan, apakah mereka dapat menolong kalian atau membela diri? Hal ini mengandung kecaman dan ancaman, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada pertama kali, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafaat yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu.Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah) (94)) (Surah Al-An'am) Firman Allah: (Berkatalah orang-orang yang telah tetap hukuman atas mereka) yaitu setan-setan, para pembangkang, dan orang-orang yang menyeru kepada kekafiran (Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat, kami menyatakan berlepas diri (dari mereka) kepada Engkau, mereka sekali-kali tidak menyembah kami) mereka menyatakan pengakuannya, bahwa setan-setan itu menyesatkan mereka, dan orang-orang itu mengikuti mereka; kemudiansetan-setan itu berlepas diri dari penyembahan mereka, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka (81) sekali-kali tidak.Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka sembahan-sembahan itu akan menjadi musuh bagi mereka (82)) (Surah Maryam) Oleh karena itu Allah berfirman: (Dikatakan (kepada mereka), "Serulah olehmu sekutu-sekutu kamu!") yaitu untuk menyelamatkan kalian dari apa yang sedang kalian alami, sebagaimana yang kalian mengharapkan dari mereka di dunia (lalu mereka menyerunya, maka sekutu-sekutu itu tidak memperkenan­kan (seruan) mereka, dan mereka melihat azab) yaitu mereka yakin bahwa mereka pasti dimasukkan ke dalam neraka.Firman Allah: ((Mereka ketika itu berkeinginan) kiranya mereka dahulu menerima petunjuk) yaitu ketika mereka menyaksikan azab, mereka berkeinginan seandainya mereka dahulu termasuk orang-orang yang mendapatkan petunjuk di dunia. Ini sebagaimana firmanNya: (Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Dia berfirman, "Panggillah olehmu sekalian sekutu-sekutu-Ku yang kamu katakan itu.” Mereka lalu memanggilnya, tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka) (52) Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka meyakini bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya (53)) (Surah Al-Kahfi) Firman Allah: (Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka seraya ber­kata, "Apakah jawabanmu kepada para rasul?” (65)) Seruan pertama mempertanyakan tentang tauhid, dan yang disebutkan dalam hal ini adalah pengukuhan terhadap kenabian, yakni apakah jawaban kalian terhadap rasul-rasul yang diutus kepada kalian?Dan bagaimana tanggapan kalian kepada mereka? Hal ini sebagaimana pertanyaan yang ditanyakan di dalam kubur, yaitu:"Siapakah Tuhanmu, siapakah nabimu, dan apakah agamamu?" Adapun orang mukmin, dia mengemukakan kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan nabi Muhammad ﷺ adalah hamba dan rasulNya. Sedangkan orang kafir berkata, "Ha, ha, saya tidak tahu" Oleh karena itu orang kafir tidak dapat menjawabnya pada hari kiamat selain hanya diam; karena sesungguhnya orang yang buta saat hidup di dunia, maka akhirat lebih buta dan lebih tersesat.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka gelaplah bagi mereka segala macam alasan pada hari itu, karena itu mereka tidak saling tanya-menanya) Mujahid berkata bahwa mereka tidak dapat mengemukakan hujjah, (dan mereka tidak saling bertanya tentang keturunan) tentang keturunan Firman Allah: (Adapun orang yang bertobat dan beriman serta mengerjakan amal yang saleh) yaitu di dunia (semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung) yaitu pada hari kiamat, dan kata “semoga” merupakan suatu kepastian dari Allah. Jadi hal itu pasti terjadi karena karunia dan kemurahan Allah سبحانه وتعالى.

Sumber: https://tafsirweb.com/7117-surat-al-qashash-ayat-67.html

Informasi

Surat

القصص (Al-Qasas)

Kisah-Kisah — 88 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

67 dari 88 ayat

Juz

Juz 20

Halaman

Halaman 393

Ruku

Ruku 340

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 79 (157/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3319 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-28