العنكبوت (Al-'Ankabut)

Per AyatMushaf
وَمَنْ
dan barangsiapa
جَاهَدَ
berjihad/berjuang
فَاِنَّمَا
maka sesungguhnya hanyalah
يُجَاهِدُ
dia berjihad
لِنَفْسِهٖ
untuk diri sendiri
ۗاِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
لَغَنِيٌّ
benar-benar Maha Kaya
عَنِ
dari
الْعٰلَمِيْنَ
semesta alam
﴿٦﴾
Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.
3346 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan barangsiapa berjihad di jalan Allah untuk menegakkan kalimat Allah, dan berjuang menundukkan dirinya untuk taat kepadaNya, sesungguhnya ia tengah berjihad untuk dirinya sendiri. Sebab sesungguhnya ia melakukan itu demi mencari pahala melalui jihadnya. Sesungguhnya Allah MahaKaya, tidak membutuhkan segala amal perbuatan seluruh makhlukNya.KepunyaanNya-lah kerajaan, penciptaan dan penetapan ketentuan.

Sumber: https://tafsirweb.com/7232-surat-al-ankabut-ayat-6.html

Tafsir as-Sa'di

6. Akan tetapi tidak semua orang yang mengklaim itu diberi sesuatu yang diklaimnya, dan tidak pula setiap orang yang mendambakan (sesuatu) diberi sesuatu yang didambakannya. Sebab, Allah Maha mendengar semua suara, lagi Maha mengetahui semua niat manusia.Maka siapa saja saja yang tulus dalam hal itu, niscaya Allah memberikan kepadanya apa yang dia harapkan. Dan siapa saja yang dusta, maka klaim apa pun tidak berguna baginya. Dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui siapa yang layak mendapatkan cintaNya, dan siapa yang tidak layak. “Dan barangsiapa yang berjihad,” melawan nafsunya, setan dan musuhnya yang kafir, “maka sesungguhnya itu adalah untuk dirinya sendiri,” sebab manfaatnya kembali kepada dirinya sendiri, hasilnya kembali kepadanya, sedangkan Allah Mahakaya, tidak membutuhkan seluruh semesta alam; Dia tidak pernah memerintahkan dengan sesuatu yang telah Dia perintahkan kepada mereka itu untuk mendapat manfaat darinya, dan tidak pula DIa melarang mereka dari sesuatu yang dilarangNya karena bakhil terhadap mereka.Sudah dimaklumi bahwa perintah dan larangan itu diperlukan adanya kesungguhan dari seorang -mukallaf untuk bisa melakukannya, sebab nafsu (jiwa) nya berdasarkan tabiatnya selalu merasa berat unttuk melakukan kebaikan itu, dan musuh-musuhnya pun, yaitu orang kafir selalu menghalang-halanginya untuk menegakkan agamanya sebagaimana mestinya. Semua ini adalah rintangan-rintangan yang membutuhkan mujahadah-mujahadah (kesungguhan) dan usaha yang sangat kuat.

Sumber: https://tafsirweb.com/7232-surat-al-ankabut-ayat-6.html

Tafsir Al-Wajiz

6. Dan barangsiapa berusaha meninggikan kalimat Allah , maka sesungguhnya pahala usahanya itu bagi dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan hamba-hambaNya dari golongan manusia, jin dan malaikat.Dia tidak membutuhkan ketaataan mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/7232-surat-al-ankabut-ayat-6.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 5-7 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah) yaitu di akhirat, dia mengerjakan amal shalih dan mengharapkan pahala yang melimpah di sisi Allah, maka sesungguhnya Allah pasti akan mewujudkan harapannya dan memenuhi pahala amalnya secara sempurna dan melimpah. Sesungguhnya hal itu pasti terjadi, karena Allah Maha Mendengar doa dan Maha Melihat semua makhlukNya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu pasti datang.Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (5)) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri) sebagaimana firmanNya: (Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri) (Surah Fushshilat: 46) yaitu siapa saja yang mengerjakan amal shalih, maka sesungguhnya manfaat dari amalnya itu kembali kepada dirinya sendiri; karena sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى tidak memerlukan amal perbuatan hamba-hambaNya, sekalipun mereka semuanya bertakwa sebagaimana bertakwanya diri seseorang dari mereka, hal itu tidak menambah sesuatupun ke dalam kerajaanNya.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakaya dari alam semesta (6)) Hasan Al-Bashri berkata bahwa sesungguhnya seorang lelaki benar-benar dinilai sebagai orang yang berjihad, tetapi dia tidak pernah memukul dengan pedang sehari pun. Kemudian Allah Swt. memberitahukan bahwa sekalipun Dia Maha Kaya dari semua makhlukNya dan sekalipun Dia telah berbuat baik kepada mereka, Dia membalas orang-orang yang beriman dan beramal shalih dengan pahala terbaik. Dia menghapuskan dari mereka amal keburukan yang pernah mereka lakukan dan membalas pahala mereka dengan balasan yang lebih baik.Dia menerima sedikit amal baik mereka dan memberinya pahala setiap amal baik dengan sepuluh kali lipatnya hingga sampai tujuh ratus kali lipat. Dia membalas setiap amal buruk dengan balasan yang serupa dengan amal itu, atau Dia memaafkan dan menghapuskannya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang, walaupun sebesar dzarrah; dan jika ada kebaikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisiNya pahala yang besar (40)) (Surah An-Nisa’) dan di sini Allah berfirman: (Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan (7))

Sumber: https://tafsirweb.com/7232-surat-al-ankabut-ayat-6.html

Informasi

Surat

العنكبوت (Al-'Ankabut)

Laba-Laba — 69 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

6 dari 69 ayat

Juz

Juz 20

Halaman

Halaman 396

Ruku

Ruku 342

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 80 (159/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3346 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-29