العنكبوت (Al-'Ankabut)

Per AyatMushaf
وَمِنَ
dan diantara
النَّاسِ
manusia
مَنْ
orang
يَّقُوْلُ
dia berkata
اٰمَنَّا
kami beriman
بِاللّٰهِ
dengan/kepada Allah
فَاِذَآ
maka apabila
اُوْذِيَ
dia disakiti
فِى
pada
اللّٰهِ
Allah
جَعَلَ
dia jadikan
فِتْنَةَ
fitnah
النَّاسِ
manusia
كَعَذَابِ
seperti azab
اللّٰهِ
Allah
ۗوَلَىِٕنْ
dan jika
جَاۤءَ
datang
نَصْرٌ
pertolongan
مِّنْ
orang
رَّبِّكَ
Tuhanmu
لَيَقُوْلُنَّ
pasti mereka berkata
اِنَّا
sesungguhnya kami
كُنَّا
adalah kami
مَعَكُمْۗ
beserta kamu
اَوَلَيْسَ
ataukah bukan
اللّٰهُ
Allah
بِاَعْلَمَ
dengan lebih mengetahui
بِمَا
dengan/terhadap
فِيْ
pada
صُدُوْرِ
dada
الْعٰلَمِيْنَ
semesta alam (manusia)
﴿١٠﴾
Dan di antara manusia ada sebagian yang berkata, “Kami beriman kepada Allah,” tetapi apabila dia disakiti (karena dia beriman) kepada Allah, dia menganggap cobaan manusia itu sebagai siksaan Allah. Dan jika datang pertolongan dari Tuhanmu, niscaya mereka akan berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam dada semua manusia?
3350 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah.” namun, ketika kaum musyrikin mengganggunya, dia gundah tak sabar akibat siksaan dan gangguan mereka, layaknya dia berkeluh kesah karena mengalami siksaan Allah dan tidak bersabar atas ujian dariNya. Maka dia murtad meninggalkan keimanannya. Dan sesungguhnya bila datang pertolongan dari Tuhanmu (wahai Rasul) bagi orang-orang yang beriman kepadaNya, maka orang-orang yang telah murtad meninggalkan keimanan itu berkata, “Sesungguhnya kami bersama kalian (wahai kaum Mukiminin).Kami akan menolong kalian mengatasi musuh-musuh kalian.” Bukankah Allah lebih mengetahui daripada siapapun tentang isi hati seluruh makhlukNya?

Sumber: https://tafsirweb.com/7236-surat-al-ankabut-ayat-10.html

Tafsir as-Sa'di

10-11. Setelah Allah menjelaskan bahwasanya Dia pasti akan menguji orang yang mengaku beriman agar tampak orang yang tulus dari orang yang dusta, maka Allah menjelaskan bahwa di antara manusia ada sekelompok manusia yang tidak mempunyai kesabaran dalam menghadapi ujian dan mereka tidak mempunyai keteguhan pendirian dalam menghadapi sebagian goncangan, seraya berfirman, “dan di antara manusia ada yang berkata, ‘Kami beriman kepada Allah,’ maka apabila dia disakiti (karena dia beriman) kepada Allah,” seperti dicambuk, diambil hartanya atau dicerca agar keluar dari agamanya dan agar kembali kepada kebatilan, “dia menganggap fitnah manusia sebagai azab Allah,” maksudnya, dia menjadikannya sebagai penghalang baginya untuk beriman dan tetap berpendirian teguh padanya, sebagaimana siksaan itu menjadi penghalang dari sesuatu yang menjadi sebabnya. “Dan sungguh jika datang pertolongan dari Rabbmu, mereka pasti akan berkata, ‘Sesungguhnyakami besertamu’,” karena sejalan dengan keinginan hawa nafsunya. Kelompok manusia ini termasuk orang-orang yang dikatakan oleh Allah, "Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang.Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." (Al-Hajj:11). “Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada manusia,” di mana Dia telah mengabarkan kepada kalian tentang kelompok yang demikian keadaannya ini, sebagaimana telah dijelaskan kepada kalian, sehingga kalian dapat mengetahui betapa sempurnanya pengetahuan Allah dan betapa luas hikmahNya. “Dan sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman; dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik.” Maka dari itu, Dia menetapkan adanya ujian dan cobaan agar ilmuNya tampak pada mereka, kemudian Dia memberikan pembalasan menurut apa yang tampak dari mereka, bukan menurut ilmu yang diketahuiNya sendiri, sebab jika demikian bisa jadi mereka akan beralasan terhadap Allah bahwa kalau saja mereka tahu bahwa mereka diuji tentu mereka akan dapat bertahan.

Sumber: https://tafsirweb.com/7236-surat-al-ankabut-ayat-10.html

Tafsir Al-Wajiz

10. Dan di antara manusia, yaitu orang-orang yang munafik itu ada yang berkata dengan lisannya “Kami beriman kepada Allah” sedangkan hatinya takut untuk beriman. Dan apabila dia disakiti oleh orang-orang musyrik di jalan Allah atau karena keimanannya kepada Allah maka dia akan menjadikan fitnah manusia di dunia sebagai azab Allah yang dia dapatkan dalam neraka Jahanam di akhirat.Maksudnya adalah kecemasan terhadap sesuatu yang remeh dirasa seperti kecemasan terhadap azab yang sangat dahsyat. Maka terguncanglah imannya hanya karena cobaan paling rendah dan dia berpura-pura. Dan jika pertolongan Allah kepada orang-orang mukmin itu menjadi nyata, maka orang-orang munafik akan berkata: “Sesungguhnya Kami sama dengan kalian dalam keimanan dan agama, maka perkenankanlah kami menjadi sekutu kalian dalam memiliki harta rampasan.” Kemudian Allah membalas mereka dengan berfirman: “Bukankah Allah Maha Mengetahui tentang apa yang ada dalam hati hamba-hambaNya berupa keikhlasan dan kemunafikan?” Tentu saja.Ayat ini diturunkan untuk orang-orang munafik yang beriman hanya dengan lisan mereka, sehingga saat ujian dan musibah dari Allah menimpa diri mereka, mereka terpikat

Sumber: https://tafsirweb.com/7236-surat-al-ankabut-ayat-10.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 10-11 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang sifat-sifat kaum yang mendustakan yang mana mereka mengakui keimanan dengan lisan mereka, padahal keimanan itu tidak tetap di dalam hati mereka. Sesungguhnya mereka apabila datang kepada mereka cobaan dan ujian di dunia, maka mereka meyakini bahwa hal ini merupakan balasan Allah kepada mereka, maka mereka murtad dari Islam. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan di antara manusia ada orang yang berkata, "Kami beriman kepada Allah" maka apabila ia disakiti (karena beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah) Ibnu Abbas berkata bahwa yang dimaksud dengan fitnah adalah dia murtad dari agamanya karena disakiti karena keimanannya kepada Allah.Demikian juga dikatakan oleh ulama salaf. Ayat ini semakna dengan firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi, maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata (11)) (Surah Al-Hajj) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata, "Sesungguhnya kami adalah besertamu”) yaitu jika datang pertolongan dalam waktu dekat dari Tuhanmu dan kemenangan serta harta rampasan perang, wahai Muhammad, maka mereka akan berkata kepada kalian, "Sesungguhnya kami bersamamu" yaitu saudara-saudara seagamamu.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: ((yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah, mereka berkata, "Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?” Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan), mereka berkata, "Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin) (Surah An-Nisa’: 141) Allah سبحانه وتعالى berfirman seaya membaritahukan tentang mereka di sini: (Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata, "Sesungguhnya kamu adalah bersamamu”) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia) yaitu, bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka dan semua yang disembunyikan di dalam hati mereka, sekalipun mereka menampakkan kepada kalian sikap setuju?Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman; dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik (11)) yaitu sungguh Allah menguji manusia dengan kesengsaraan dan kebahagiaan agar Dia membedakan yang ini dari yang itu, siapa yang taat kepada Allah dalam keadaan sengsara dan bahagia, dan siapa yang ketaatannya hanya berdasarkan keuntungan untuk dirinya. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu (31)) (Surah Muhammad) Dan Allah سبحانه وتعالى berfirman setelah perang Uhud yang mengandung cobaan dan ujian: (Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dan yang baik (mukmin)) (Surah Ali-Imran: 179)

Sumber: https://tafsirweb.com/7236-surat-al-ankabut-ayat-10.html

Informasi

Surat

العنكبوت (Al-'Ankabut)

Laba-Laba — 69 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

10 dari 69 ayat

Juz

Juz 20

Halaman

Halaman 397

Ruku

Ruku 342

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 80 (159/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3350 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-29