العنكبوت (Al-'Ankabut)

Per AyatMushaf
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
اَرْسَلْنَا
Kami telah mengutus
نُوْحًا
Nuh
اِلٰى
kepada
قَوْمِهٖ
kaumnya
فَلَبِثَ
maka dia tinggal
فِيْهِمْ
pada/bersama mereka
اَلْفَ
seribu
سَنَةٍ
tahun
اِلَّا
kecuali (kurang)
خَمْسِيْنَ
lima puluh
عَامًا
tahun
ۗفَاَخَذَهُمُ
lalu menimpa mereka
الطُّوْفَانُ
taufan
وَهُمْ
dan mereka
ظٰلِمُوْنَ
orang-orang yang zalim
﴿١٤﴾
Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim.
3354 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Maka dia tinggal di tengah mereka selama 950 tahun lamanya. Ia menyeru mereka kepada tauhid dan melarang mereka dari perbuatan syirik.Akan tetapi, mereka tidak menyambut seruannya. Maka Allah mengahancurkan mereka dengan banjir besar, sedang mereka dalam keadaan menganiaya diri mereka sendiri dengan perbuatan kafir dan sikap aniaya mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/7240-surat-al-ankabut-ayat-14.html

Tafsir as-Sa'di

14. Allah meberitakan tentang keputusan dan kebijaksanaanNya di dalam menimpakan siksaan terhadap umat-umat yang mendustakan, dan bahwa Allah telah mengutus hamba dan RasulNya, Nuh kepada kaumnya (untuk) mengajak mereka kepada tauhid dan hanya beribadah kepada Allah semata, melarang mereka menyembah tandingan dan berhala, “maka dia tinggal diantara mereka,” sebagai nabi penyeru (selama) “seribu tahun kurang lima puluh tahun.” Dia sama sekali tidak pernah berhenti mengajak mereka dan tidak pernah jemu memberi mereka nasihat, dia menyeru mereka siang dan malam, dengan cara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, namun mereka tidak mendapat petunjuk dan tidak mengikuti petunjuknya, malah mereka terus tenggelam dalam kekafiran dan kesesatan mereka, hingga akhirnya Nuh mendoakan keburukan terhadap mereka beserta kesabaran, kelembutan dan penderitaan yang harus ditanggungnya, seraya berkata, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi." (Nuh:26). “Maka mereka ditimpa banjir besar,” maksudnya air yang turun dari langit dengan deras, “dan mereka adalah orang-orang yang zhalim,” berhak menerima azab.

Sumber: https://tafsirweb.com/7240-surat-al-ankabut-ayat-14.html

Tafsir Al-Wajiz

14. Sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Dia tinggal bersama mereka selama 950 tahun.Dia menyeru mereka untuk mengesakan Allah, namun mereka mendustakannya. Hal itu untuk mengokohkan nabi ﷺ dan membuatnya sabar dalam melanjutkan dakwahnya karena sebelumnya Nuh عليه السلام telah mendahuluinya bersabar dalam berdakwah selama masa itu. Dia termasuk orang-orang pertama yang bersabar.Dan balasan para pendusta itu yaitu dengan membanjiri mereka dengan hujan lebat yang turun dari langit dan pancaran air dari bumi. Mereka itu menzalimi diri sendiri dengan berbuat kufur

Sumber: https://tafsirweb.com/7240-surat-al-ankabut-ayat-14.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 14-15 Ini adalah penghiburan dari Allah سبحانه وتعالى kepada hamba dan rasulNya, Muhammad ﷺ. Dia memberitahukan kepadanya tentang nabi Nuh, bahwa dia tinggal di kalangan kaumnya dalam masa yang sangat lama seraya menyeru mereka untuk menyembah hanya kepada Allah di malam dan siang hari, secara rahasia dan terang-terangan. Sekalipun demikian, tidak ada menambah mereka melainkan semakin menjauh dari kebenaran, berpaling darinya, dan mendustakannya, dan tidak ada yang beriman bersamanya melainkan hanya sedikit saja.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim) yaitu setelah masa yang sangat lama itu, penyampaian dan peringatannya tidak berhasil terhadap mereka. Maka kamu wahai Muhammad, janganlah menyesali orang-orang yang ingkar terhadapmu dari kalangan kaummu, janganlah bersedih hati atas sikap mereka, karena sesungguhnya Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan Dia jugalah yang menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki. Di tanganNyalah segala sesuatu, dan hanya kepadaNyalah segala urusan kembali. (Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman (96) meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah), hingga mereka menyaksikan azab yang pedih (Surah Yunus).Dan ketahuilah bahwa Allah pasti akan memenangkanmu, menolongmu, menguatkanmu, dan menghinakan musuh-musuhmu serta mengalahkan mereka, dan menjadikan mereka berada di posisi paling bawah Firman Allah سبحانه وتعالى: (Maka Kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu) yaitu orang-orang yang beriman kepada nabi Nuh. Penjelasan hal ini telah disebutkan secara rinci dalam surah Hud, dan penafsirannya yang sudah dijelaskan tidak perlu lagi untuk diulangi. Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan Kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia) yaitu, Kami menjadikan bahtera itu utuh, baik dalam bentuknya.Sebagaimana yang dikatakan Qatadah, bahwa bahtera itu masih ada peninggalannya sampai permulaan masa Islam di Bukit Al-Judi, atau jenisnya yang dijadikan sebagai peringatan untuk manusia yang mengingatkan atas nikmat-nikmat Allah kepada makhlukNya bagaimana Dia menyelamatkan mereka dari banjir bandang. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan (41) dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai (42) Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka. Maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan (43) melainkan (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu (44)) (Surah Yasin) Allah سبحانه وتعالى berfirman di sini: (Maka kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan Kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia (15)) Ini merupakan bentuk tadrij dari suatu benda kepada jenisnya.Sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan) (Surah Al-Mulk: 5) yaitu Kami menjadikan jenisnya sebagai pelempar, karena sesungguhnya yang dijadikan pelempar itu bukan bintang-bintang yang menjadi penghias langit.Ibnu Jarir berkata,”Seandainya dikatakan bahwa dhamir dalam firmanNya: (dan Kami jadikan bintang-bintang itu) merujuk kepada siksaan, maka maknannya tidak seperti yang dimaksudkan. Hanya Allah yang lebih Mengetahui

Sumber: https://tafsirweb.com/7240-surat-al-ankabut-ayat-14.html

Informasi

Surat

العنكبوت (Al-'Ankabut)

Laba-Laba — 69 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

14 dari 69 ayat

Juz

Juz 20

Halaman

Halaman 397

Ruku

Ruku 343

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 80 (159/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3354 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-29