العنكبوت (Al-'Ankabut)
Surat ke-29, Ayat ke-27
وَوَهَبْنَا لَهٗٓ اِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَجَعَلْنَا فِيْ ذُرِّيَّتِهِ النُّبُوَّةَ وَالْكِتٰبَ وَاٰتَيْنٰهُ اَجْرَهٗ فِى الدُّنْيَا ۚوَاِنَّهٗ فِى الْاٰخِرَةِ لَمِنَ الصّٰلِحِيْنَ
Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Yakub, dan Kami jadikan kenabian dan kitab kepada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, termasuk orang yang saleh.
📚 Tafsir Al-Muyassar
Dan Kami menganugerahkan Ishaq kepada Ibrahim menjadi putranya, dan Ya’qub setelahnya menjadi putra dari anaknya. Dan Kami menjadikan nabi-nabi dan kitab-kitab suci pada keturunannya. Dan Kami memberikan kepadanya sebagai pahala atas cobaan di jalan Kami nama yang baik di dunia dan anak yang sholeh.
Dan sesungguhnya dia di akhirat kelak termasuk orang-orang yang shalih.
Sumber: https://tafsirweb.com/7253-surat-al-ankabut-ayat-27.html
📚 Tafsir as-Sa'di
27. “Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim; Ishaq dan Ya’qub,” maksudnya, setelah dia berpindah tempat ke Syam, “dan Kami jadikan kenabian dan al-Kitab pada keturunannya,” sehingga tidak ada nabi sesudahhnya kecuali dari keturunannya, dan tidak pula ada kitab suci yang diturunkan kecuali kepada keturunannya, hingga akhirnya ditutup dengan keturunannya, yaitu Muhammad, dan semoga shalawat dan salam dicurahkan kepada mereka semua. Ini merupakan kemuliaan dan kebanggaan yang paling tinggi, yaitu hidayah, rahmat, kebahagiaan, keberuntungan dan keselamatan berada pada anak keturunannya, dan melalui mereka orang-orang mendapat petunjuk, kaum beriman dapat beriman dan orang-orang shalih menjadi shalih, “dan Kami berikan padanya balasan di dunia,” berupa istri yang cantk jelita, rizki yang berlimpah, anakanak yang menjadi penyejuk hati, mengenal Allah, mencintaiNya serta berinabah kepadaNya. “Dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang shalih,” bahkan dia dan Muhammad adalah orang-orang shalih yang paling utama secara mutlak dan yang tertinnggi kedudukannya. Dengan demikian, Allah telah mengaruniakan kepadanya dua kebahagiaan; dunia dan akhirat.
Sudah disebutkan di muka bahwa Nabi Luth beriman kepada Ibrahim dan menjadi salah seorang yang berpedoman kepadanya. Mereka (ahli tafsir. Pent) menyebutkan bahwa Luth bukan dari keturunan Ibrahim, melainkan merupakan anak dari saudara Ibrahim. Maka Firman Allah, “dan Kami jadikan kenabian dan al-kitab pada keturunannya,” sekalipun bersifat umum, namun ia tidak berlawanan dengan keberadaan Luth sebagai nabi dan rasul, walau dia bukan dari keturunan Ibrahim.
Sebab, ayat ini dikemukakan dalam konteks memuji al-Khalil Ibrahim; dan juga telah diinformasikan bahwa dia mendapat petunjuk melalui Ibrahim. Sedangkan orang yang mendapat petunjuk melalui Ibrahim (langsung) tentu lebih sempurna daripada orang yang mendapat petunjuk melalui anak keturunannya bila dilihat dari sisi keutamaan sang pemberi petunjuk. Wallahu a’lam.
Sumber: https://tafsirweb.com/7253-surat-al-ankabut-ayat-27.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
27. Dan Kami anugerahkan Ishaq kepada Ibrahim setelah anak sulungnya Ismail, dan Ya’kub dari keturunan Ishaq. Dan Kami menjadikan keturunan Ibrahim sebagai nabi, sehingga setiap nabi setelahnya merupakan keturunannya.
Dan (kami juga memberi) kitab, yaitu Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an. Kami juga memberinya balasan di dunia, yaitu rejeki yang melimpah, anak, dan pujian yang baik di antara seluruh pemeluk agama. Dan di akhirat dia termasuk golongan orang-orang yang sempurna keshalehannya
Sumber: https://tafsirweb.com/7253-surat-al-ankabut-ayat-27.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 26-27 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Ibrahim, bahwa nabi Luth beriman kepadanya. yaitu tidak ada seorang pun dari kalangan kaumnya yang beriman kepadanya selain dia dan Sarah, istri nabi Ibrahim. Firman Allah SWT: (Sesungguhnya aku akan berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku (kepadaku)) dapat ditafsirkan bahwa rujukan dhamir pada firmanNya (Sesungguhnya aku akan berpindah) merujuk kepada nabi Luth, karena itulah yang terdekat yang disebutkan. Bisa ditafsirkan juga bahwa itu merujuk kepada nabi Ibrahim, Ad-Dahhak berkata, dia diberi julukan dari hal itu dalam firmanNya: (Maka Luth membenarkan (kenabian)nya) yaitu dari kalangan kaumnya.
Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa nabi Ibrahim memilih untuk pindah dari mereka demi membela dan meneguhkan agamanya. Oleh karena itu Allah berfirman: (sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) yaitu kemuliaan hanya milik Allah, rasulNya, dan orang-orang yang beriman kepadaNya.
Allah Maha Bijaksana dalam semua firman, perbuatan, dan ketetapanNya baik secara takdir maupun syari’at Firman Allah SWT: (Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim Ishaq dan Ya’qub) sebagaimana firmanNya: (Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya'qub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi (49)) (Surah Maryam) yaitu setelah nabi Ibrahim meninggalkan kaumnya, maka Allah menyenangkan hatinya dengan memberinya seorang anak yang shalih dan menjadi seorang nabi, dan seorang cucu yang shalih dan menjadi seorang nabi semasa dia masih hidup.
Demikian juga Allah SWT berfirman: (Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Ya'qub, sebagai suatu anugerah (dari Kami)) (Surah Al-Anbiya’: 72) yaitu sebagai tambahan, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari Ishaq (akan lahir putranya) Ya’qub) (Surah Hud: 71) yaitu akan dilahirkan dari anak ini seorang cucu setelahnya di masa hidup kalian, untuk menggembirakan hati kalian.
Keberadaan nabi Ya'qub sebagai anak nabi Ishaq dinaskan Al-Qur'an dan dikuatkan sunnah nabi. Allah SWT berfirman: (Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) kematian, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, "Apakah yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya berserah diri kepadaNya” (133)) (Surah Al-Baqarah).
Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim:”Sesungguhnya orang yang mulia anak orang yang mulia anak orang yang mulia anak orang yang mulia adalah Yusuf bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim” Firman Allah SWT: (dan Kami jadikan kenabian dan Al-Kitab pada keturunannya) Ini merupakan karunia yang paling agung, karena bersamaan Allah menjadikan nabi Ibrahim sebagai kekasihNya, dan menjadikannya sebagai panutan bagi umat manusia, Dia memberikan kepada keturunannya kenabian dan kitab. Maka tidak ada seorang nabi pun sesudah nabi Ibrahim melainkan berasal dari keturunannya. Semua nabi Bani Israil berasal dari keturunan Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim, sehingga nabi yang terakhir dari kalangan mereka adalah nabi Isa bin Maryam.
Kemudian bangkitlah dari kalangan para nabi semuanya seorang nabi dari kalangan Arab keturunan suku Quraisy dari keluarga Bani Hasyim sebagai pembawa berita gembira dan penutup para rasul secara mutlak, dan pemimpin seluruh anak cucu nabi Adam, di dunia dan akhirat, yang telah dipilih Allah dari kalangan inti orang-orang Arab dari keturunan nabi Ismail bin Ibrahim. Tidak ada seorangpun yang menjadi nabi dari kalangan keturunan nabi Ismail selain beliau SAW. Firman Allah: (dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh) yaitu Allah mengumpulkan baginya dua hal antara kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat secara bersambung.
Dia di dunia mendapatkan rezeki yang luas, tempat tinggal yang sejahtera, sumber air yang deras, istri yang cantik dan shalihah, pujian indah, dan penyebutan yang baik, semua orang menyukainya, sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, dan lainnya. Selain dari itu mengerjakan ketaatan kepada Allah dari berbagai sisi, sebagaimana Allah SWT berfirman: (dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji (37)) (Surah An-Najm) yaitu dia mengerjakan semua yang diperintahkan kepadanya dan menyempurnakanketaatan kepada Tuhannya.
Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh)
Sumber: https://tafsirweb.com/7253-surat-al-ankabut-ayat-27.html
Informasi Tambahan
Juz
20
Halaman
399
Ruku
344