العنكبوت (Al-'Ankabut)
Per AyatMushaf
وَكَذٰلِكَ
dan demikianlah
اَنْزَلْنَآ
Kami telah turunkan
اِلَيْكَ
kepadamu
الْكِتٰبَۗ
Al Kitab
فَالَّذِيْنَ
maka orang-orang yang
اٰتَيْنٰهُمُ
Kami berikan pada mereka
الْكِتٰبَ
Al Kitab
يُؤْمِنُوْنَ
mereka beriman
بِهٖۚ
dengannya
وَمِنْ
dan dari
هٰٓؤُلَاۤءِ
antara mereka
مَنْ
orang
يُّؤْمِنُ
ia beriman
بِهٖۗ
dengannya
وَمَا
dan tidak
يَجْحَدُ
mengingkari/membantah
بِاٰيٰتِنَآ
dengan ayat-ayat kami
اِلَّا
kecuali
الْكٰفِرُوْنَ
orang-orang kafir
﴿٤٧﴾
Dan demikianlah Kami turunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu. Adapun orang-orang yang telah Kami berikan Kitab (Taurat dan Injil) mereka beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya. Dan hanya orang-orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Kami.
3387 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan sebagaimana Kami (wahai rosul) telah menurunkan kitab-kitab kepada rasul-rasul sebelum kamu, Kami menurunkan kepadamu kitab yang membenarkan kitab-kitab terdahulu. Maka orang-orang yang Kami anugerahkan al-Kitab kepada mereka dari kalangan Bani Israil, lalu mereka memahaminya dengan sebenarnya, mereka itu beriman kepada al- Qur’an. Dan dari kalangan bangsa Arab dari suku Quraisy dan lainnya ada yang beriman kepadanya.Tidak ada orang yang mengingkari al-Qur’an atau ragu-ragu terhadap dalil-dalil dan bukti-buktinya yang nyata, kecuali orang-orang kafir yang sudah menjadi kebiasaan mereka untuk mengingkari dan membangkang.
Sumber: https://tafsirweb.com/7273-surat-al-ankabut-ayat-47.html
Tafsir as-Sa'di
47 maksudnya, “dan demikian pulalah kami turunkan kepadamu,” wahai Muhammad, “al-kitab” yang mulia, yang menjelaskan setiap berita yang agung, yang menyeru kepada setiap akhlak mulia dan perkara yang sempurna, yang membenarkan kitab-kitab suci terdahulu, yang diberitakan oleh para nabi terdahulu, “lalu orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka Al-kitab,” mereka mengenalnya dengan sebenar-benarnya, dan mereka belum dirasuki oleh rasa dengki dan hawa nafsu, “maka mereka beriman kepadanya,” karena mereka meyakini kebenarannya berdasarkan kesesuaian pengetahuan yang mereka miliki, dan berdasarkan berita-berita gembira yang ada pada mereka serta karena mereka diistimewakan dengan kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk, antara yang benar dan yang dusta. “dan diantara mereka (orang-orang kafir Makkah),” yang ada “ada yang beriman kepadanya,” dengan iman yang dilandasi pengetahuan yang mendalam, bukan karena suka atau takut. “dan tidaklah yang mengingkari ayat-ayat Kami melainkan orang-orang yang kafir,” yaitu mereka yang karakternya adalah yang mengingkari kebenaran dan menentangnya. Ini adalah pembatasan terhadap orang-orang yang kafir kepadanya. Yaitu bahwa tidak ada seorangpun (dari mereka) yang tujuannya adalah mencari kebenaran.Kalau tidak demikian, maka setiap orang yang mempunyai tujuan yang benar pasti beriman kepadanya. Hal itu disebabkan karena didalamnya terdapat bukti-bukti yang nyata bagi setiap orang yang masih mempunyai akal sehat atau mendengar dengan baik sedangkan ia menyaksikan. Di antara bukti yang membuktikan kebenarannya adalah bahwa al-qur’an ini dibawa oleh seorang nabi yang dipercaya, nabi yang dikenal kejujuran dan keamanahannya, tempat masuk dan tempat keluarnya serta seluruh kondisinya oleh kaumnya; dan dia tidak pernah menulis satu barispun dengan tangannya, bahkan dia sama sekali tidak bisa membaca satu baris pun yang tertulis.Jadi, kondisi beliau dalam membawa al-qur’an dalam kondisi seperti itu merupakan bukti yang pasti dan paling jelas, yang sama sekali tidak dapat diragukan bahwa al-qur’an ini datang dari sisi Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji.
Sumber: https://tafsirweb.com/7273-surat-al-ankabut-ayat-47.html
Tafsir Al-Wajiz
47. Seperti penurunan Taurat dan kitab lainnya itulah Kami menurunkan Al-Qur’an yang membenarkan kitab-kitab Tuhan yang mendahuluinya. Orang-orang yang Kami beri kitab yaitu kaum Yahudi dan Nasrani lalu mengikuti kandungan dalam kitab-kitab mereka, maka mereka akan beriman kepada Al-Qur’an ini seperti Abdullah bin Salam dan kelompoknya.Tidak ada yang mengingkari kebenaran ayat-ayat Al-Qur’an kecuali orang yang bersikeras atas kekufuran yaitu orang-orang musyrik dan ahli kitab. Al-Juhud adalah pengingkaran yang dilakukan dengan lisan terhadap sesuatu yang tetap dalam hati.
Sumber: https://tafsirweb.com/7273-surat-al-ankabut-ayat-47.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 47-49 Ibnu Jarir berkata bahwa Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Sebagaimana Kami turunkan kitab-kitab kepada rasul-rasul sebelum kamu, wahai Muhammad, begitu pula Kami menurunkan kepadamu kitab ini" Ini Pendapat yang dikatakan Ibnu Jarir ini baik, sesuai dan kaitannya cukup baik. Firman Allah: (maka orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka Al-Kitab (Taurat) mereka beriman kepadanya (Al-Qur'an)) yaitu orang-orang yang mengambilnya, lalu membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, yaitu orang-orang berilmu dan orang-orang pandai mereka, seperti Abdullah bin Salam, Salman Al-Farisi dan lainnya yang serupa dengan keduanya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan di antara mereka (orang-orang kafir Makkah) ada yang beriman kepadanya) yaitu orang-orang Arab dari kalangan Quraisy dan lainnya (Dan tidak adalah yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang kafir) yaitu, tidak ada yang mendustakannya dan mengingkari kebenarannya selain orang yang menutupi kebenaran dengan kebathilan, dan menutupi cahaya matahari dengan berbagai penutup yang menghalanginya.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al-Qur'an) sesuatu kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu) yaitu sungguh kamu telah tinggal di kalangan kaummu, wahai Muhammad, sebelum kamu datang kepadamu Al-Qur'an ini selama usiamu, sedangkan kamu tidak dapat membaca tulisan dan tidak pula menulis, bahkan semua orang dari kaummu dan lainnya mengetahui bahwa kamu adalah laki-laki ummi yang tidak dapat membaca dan menulis. Demikian juga disebutkan sifatnya dalam kitab-kitab terdahulu, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: ((Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang munkar) (Surah Al-A'raf: 157).Demikianlah Rasulullah ﷺ, selamanya sampai hari kiamat, beliau tidak baik dalam menulis, membuat garis dan huruf dengan tangan beliau, bahkan beliau hanya mempunyai para juru tulis yang mencatatkan untuk beliau wahyu dan surat-surat kepada berbagai kawasan. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan kamu tidak pernah membaca) yaitu membaca (sebelumnya (Al-Qur'an) sesuatu kitab pun) untuk menegaskan nafi (dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu) juga untuk menegaskan dan seringkali digunakan, sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (dan (tiadalah) burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya) (Surah Al-An'am: 38) Firman Allah سبحانه وتعالى: (andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu)) yaitu, seandainya kamu pandai dalam hal itu, maka sebagian dari orang-orang bodoh akan meragukannya dan berkata bahwa sesungguhnya kamu mengetahui Al-Qur'an ini hanya dari kitab-kitab sebelumnya yang bersumber dari para nabi, sekalipun para nabi terdahulu dalam kitab mereka menyebutkan bahwa beliau adalah seorang yang ummi, tidak pandai membaca dan menulis (Dan mereka berkata, "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan-dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang” (5) lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah, "Al-Qur'an itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi”, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (6)) (Surah Al-Furqan).Dalam di sini Allah berfirman: (Sebenarnya Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu) yaitu Al-Qur'an ini adalah ayat-ayat yang jelas dalam menunjukkan kepada kebenaran yang mengandung perintah, larangan, dan kebaikan, yang dihafal oleh para ulama.Allah memudahkan kepada mereka untuk menghafal, membaca, dan menafsirkannya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (17)) (Surah Al-Qamar) Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa makna firmanNya سبحانه وتعالى: (Sebenarnya Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu) bahkan pengetahuan yang menyatakan bahwa kamu tidak pernah membaca sebelumnya suatu kitab pun dan kamu tidak menulis dengan tangan kananmu ayat-ayat yang jelas dalam dada orang-orang yang dianugerahi ilmu dari kalangan Ahli Kitab.Dia menukil hal ini dari Qatadah dan Ibnu Juraij. Pendapat pertama diriwayatkan dari Hasan Al-Bahsri saja. Dan itu merupakan pendapat yang paling jelas, Hanya Allah yang lebih mengetahui.Firman Allah: (Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim) yaitu Tidak ada yang mendustakannya dan mengurangi haknya, serta menolaknya selain orang-orang zalim. yaitu orang-orang yang melampaui batas dan angkuh yang mengetahui kebenaran, tetapi mereka berpaling darinya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman (96) meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih (97)) (Surah Yunus)
Sumber: https://tafsirweb.com/7273-surat-al-ankabut-ayat-47.html
Informasi
Surat
العنكبوت (Al-'Ankabut)
Laba-Laba — 69 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
47 dari 69 ayat
Juz
Juz 21
Halaman
Halaman 402
Ruku
Ruku 346
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 81 (161/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3387 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-29