الرّوم (Ar-Rum)

Per AyatMushaf
ثُمَّ
kemudian
كَانَ
adalah
عَاقِبَةَ
akibat
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اَسَاۤءُوا
(mereka) berbuat kejahatan
السُّوْۤاٰىٓ
kejahatan (lebih buruk)
اَنْ
karena
كَذَّبُوْا
mereka mendustakan
بِاٰيٰتِ
dengan ayat-ayat
اللّٰهِ
Allah
وَكَانُوْا
dan adalah mereka
بِهَا
dengannya/padanya
يَسْتَهْزِءُوْنَ
mereka memperolok-olok
ࣖ
﴿١٠﴾
Kemudian, azab yang lebih buruk adalah kesudahan bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan. Karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-olokkannya.
3419 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian akibat yang diterima para pelaku keburukan dari kalangan orang-orang yang melampaui batas dan orang-orang kafir adalah akibat yang paling buruk dan paling jelek, karena mereka mendustakan Allah dan menghina ayat-ayatNya yang Dia turunkan kepada para rasulNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/7374-surat-ar-rum-ayat-10.html

Tafsir as-Sa'di

10. “kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan,” maksudnya, orang-orang yang berbuat kejahatan, “adalah yang lebih buruk,” yakni keadaan yang buruk lagi sangat keji, dan hal itu mendorong mereka untuk “mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya,” ini adalah hukuman terhadap kejahatan dan dosa-dosa mereka. Kemudian perolok-olokan dan pendustaan itu menjadi sebab bagi munculnya siksaan yang lebih besar dan lebih mengenaskan.

Sumber: https://tafsirweb.com/7374-surat-ar-rum-ayat-10.html

Tafsir Al-Wajiz

10. Kemudian akibat dari orang-orang jahat yang mengingkari Allah dan bermaksiat terhadap perintah-perintahNya adalah seburuk-buruk akibat di akhirat, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah yang diturunkan untuk para rasul dan mengolok-oloknya. As-Suwa adalah bentuk muannats dari Al-Aswa’

Sumber: https://tafsirweb.com/7374-surat-ar-rum-ayat-10.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 8-10 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingatkan untuk merenungkan makhluk-makhlukNya yang menunjukkan atas keberadaan dan kekuasaan Allah yang menciptakan semua itu sendiri, dan bahwa tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?) yaitu menggunakan akal untuk memikir, merenungkan, dan memperhatikan ciptaan Allah, dari alam atas, alam bawah, dan semua makhluk yang ada di antara keduanya yang beragam jenis dan macamnya. Sehingga mereka mengetahui bahwa semua itu diciptakan Allah bukan sia-sia dan main-main, namun dengan kebenaran dan mempunyai batas waktu sampai waktu yang ditentukan yaitu hari kiamat.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan (hari) pertemuan dengan Tuhannya) Kemudian Allah mengingatkan mereka atas kebenaran para rasulNya dalam menyampaikan apa yang mereka terima dariNya dengan mukjizat-mukjizat dan dalil-dalil yang jelas berupa kebinasaan orang-orang yang kafir terhadap mereka, dan keselamatan orang-orang yang membenarkan mereka. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi) yaitu menggunakan pemahaman, akal, dan pemikiran mereka, serta pendengaran mereka tentang kisah-kisah umat-umat terdahulu. Oleh karena itu Allah berfirman (dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka?Orang-orang itu adalah lebih kuat daripada mereka (sendiri)) yaitu umat-umat dan generasi-generasi terdahulu lebih kuat daripada kalian, wahai orang-orang yang diutus kepada mereka nabi Muhammad ﷺ; bahkan mereka itu lebih banyak harta dan anak-anaknya. Tidaklah yang diberikan kepada kalian itu sepersepuluh dari apa yang diberikan kepada mereka. Mereka sempat membangun dunia dengan bangunan-bangunan yang tinggi-tinggi dan meramaikan dunia lebih ramai dan lama, bahkan mereka mengolahnya jauh lebih banyak daripada apa yang kalian olah.Sekalipun dengan semua ini, ketika datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti, mereka berbangga diri dengan apa yang diberikan kepada mereka. Maka Allah mengazab mereka karena dosa-dosa mereka. dan tidak ada seorang pun yang dapat melindungi mereka dari azab Allah. Harta dan anak-anak mereka tidak dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah.Semua itu tidak dapat melindungi mereka sedikitpun bahkan seberat dzarrah dari azab Allah. Allah sama sekali tidak menganiaya mereka dengan menimpakan azab dan pembalasan­Nya atas mereka itu. (akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri) yaitu, apa menimpa diri mereka itu hanya akibat diri mereka sendiri, dimana mereka mendustakan dan memperolok-olok ayat-ayat Allah. Hal itu tidak lain karena dosa-dosa mereka sendiri yang telah lalu berupa mendustakan para rasul.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kemudian akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-olokkannya (10)) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur'an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat (110)) (Surah Al-An'am) Berdasarkan hal ini maka kata (as-suu’a) itu manshub sebagai maf'ul dari kata (asa’u).Dikatakan bahwa makna firmanNya: (Kemudian akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk) yaitu azab yang buruk adalah disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya. Berdasarkan hal ini maka kata (as-suu’a) manshub menjadi khabar kana. Ini merupakan pendapat Ibnu Jarir.Dia menukil ini dari Ibnu Abbas dan Qatadah. Dan itu adalah pendapat yang lebih jelas (Hanya Allah yang lebih Mengetahui) berdasarkan firmanNya: (dan mereka selalu memperolok-oloknya)

Sumber: https://tafsirweb.com/7374-surat-ar-rum-ayat-10.html

Informasi

Surat

الرّوم (Ar-Rum)

Romawi — 60 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

10 dari 60 ayat

Juz

Juz 21

Halaman

Halaman 405

Ruku

Ruku 349

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 81 (162/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3419 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-30