الرّوم (Ar-Rum)

Per AyatMushaf
وَهُوَ
dan Dia
الَّذِيْ
yang
يَبْدَؤُا
memulai penciptaan
الْخَلْقَ
makhluk
ثُمَّ
kemudian
يُعِيْدُهٗ
Dia mengembalikannya
وَهُوَ
dan Dia
اَهْوَنُ
lebih mudah
عَلَيْهِۗ
atasNya/bagiNya
وَلَهُ
dan bagiNya
الْمَثَلُ
perumpamaan (sifat-sifat)
الْاَعْلٰى
Maha Tinggi
فِى
di
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَالْاَرْضِۚ
dan bumi
وَهُوَ
dan Dia
الْعَزِيْزُ
Maha Perkasa
الْحَكِيْمُ
Maha Bijaksana
ࣖ
﴿٢٧﴾
Dan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
3436 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Hanya Allah semata yang mulai menciptakan makhluk dari ketiadaan kemudian mengembalikannya hidup setelah mati. Mengembalikan makhluk dalam keadaan hidup setelah mati lebih mudah bagi Allah daripada menciptakannya pertama kali. Dan keduanya sama-sama mudah bagi Allah. hanya milikNya sifat-sifat ketinggian dalam segala apa yang Allah disifati dengannya, tiada sesuatu pun yang serupa dengannya, dan Dia Maha mendengar lagi Maha melihat, Dia Maha perkasa tidak ada yang mempu mengalahkan, Mahabijaksana dalam perkataan dan perbuatanNya, serta pengaturanNya terhadap segala urusan makhlukNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/7391-surat-ar-rum-ayat-27.html

Tafsir as-Sa'di

27. “dan Dia-lah yang menciptakann manusia dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan ia,” maksudnya, dan Dia menghidupkannya kembali sesudah kematian mereka “adalah lebih mudah bagiNya,” daripada memulai penciptaan mereka. Ini bila dilihat dari kacamata akal dan pikiran. Maka apabila Dia kuasa memulai penciptaan yang kalian akui itu, maka kekuasaanNya untuk mengulangi (menghidupkan kembali) yang lebih mudah itu adalah tentu lebih mudah dan lebih mudah lagi!Setelah Allah menjelaskan tanda-tandaNYa yang sangat luar biasa yang bisa diambil pelajarannya oleh orang-orang yang mengambil pelajaran, diingat oleh orang-orang Mukmin dan diambil analisa oleh orang-orang yang mendapat petunjuk, maka Allah menjelaskan perkara yang sangat besar dan tuntutan yang sangat agung, seraya berfirman, ”dan bagiNyalah sifat yang Mahatinggi di langit dan bumi,” maksudnya, al-matsal al-A’la adalah segala sifat kesempurnaan, dan kesempurnaan (secara maksimal) dari sifat tersebut, kecintaan dan inabah yang penuh lagi sempurna di dalam hati hamba-hambaNya yang tulus, dzikir yang mulia dan ibadah dari mereka. Jadi, al-matsal ala’la adalah sifatNya yang tertinggi dan apa yang menjadi konsekuensinya. Maka dari itu para ahli ilmu menggunakan qiyasul-aula (analogi lebih berhak) dalam hak Allah sang pencipta, maka mereka mengatakan ”semua sifat kesempurnaan yang ada pada makhluk, maka penciptanya lebih berhak memiliki sifat tersebut dengan catatan: tidak adan seorangpun yang menyekutuiNya.Dan setiap sifat kelemahan (kekurangan) yang ada pada makhluk, maka Allah suci darinya” karena kesucian Sang Khaliq dari sifat lemah tersebut adalah lebih utama dan lebih pantas. “dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana,” maksudnya, kepunyaanNyalah keperkasaan yang sempurna, kebijaksanaan yang Mahaluas. Dia menampakkan apa saja yang diperintahkanNya, dan dengan hikmahNya Dia menciptakan dengan rapi, teliti dan sempurna apa yang diciptakanNya, dan benar-benar sangat baik apa yang disyariatkanNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/7391-surat-ar-rum-ayat-27.html

Tafsir Al-Wajiz

27. Allah سبحانه وتعالى adalah Dzat yang memulai penciptaan makhluk sebelum ada apa-apa, kemudian mengembalikan dalam keadaan hidup setelah mati untuk dihisab dan dibalas. BagiNya, proses mengembalikan hidup itu lebih mudah daripada proses penciptaan awal sesuai penggambaran manusia yang berakal.Adapun di sisi Allah سبحانه وتعالى, keduanya itu sama. Baginya itu sifat yang luar biasa tingginya yang tidak mungkin bisa disamai oleh siapapun, seperti kekuasaanNya yang menakjubkan dan hikmahNya yang berlaku di langit dan bumi. Dia Dzat yang Maha kuat, Maha Perkasa, Maha Kuasa dan Maha Bijaksana dalam firman, tindakan dan pengaturanNya terhadap makhlukNya.Ikrimah berkata: “Orang-orang kafir heran dengan proses penghidupan Allah terhadap orang-orang mati, kemudian turunlah ayat ini.”

Sumber: https://tafsirweb.com/7391-surat-ar-rum-ayat-27.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 26-27 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi) yaitu milikNya dan hamba-hambaNya (Semuanya hanya kepadaNya tunduk) yaitu tunduk dan patuh, baik dengan taat maupun terpaksa Firman Allah: (Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkannya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagiNya) Ibnu Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa maknanya adalah lebih mudah bagiNya. Mujahid berkata bahwa mengembalikan hidup itu lebih mudah daripada menciptakannya dari awal. Sedangkan menciptakan dari awal itu juga mudah bagiNya Bisa jadi bahwa dhamir dalam firmanNya: (dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagiNya) merujuk kepada makhluk, yaitu lebih mudah bagi makhluk.Firman Allah: (Dan bagi-Nyalah sifat Yang Maha Tinggi di langit dan di bumi) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa maknanya seperti firmanNya: (tidak ada sesuatu pun yang semisal dengan Dia) (Surah Asy-Syura: 11) Qatadah berkata bahwa serupa dengan ayat ini yaitu kalimat "tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia" Ibnu Jarir juga mengemukakan pendapat yang serupa dengan ini Dia Maha Perkasa yang tidak terkalahkan dan tertandingi, bahkan Dia mengalahkan dan menundukkan segala sesuatu dengan kekuasaan dan pengaruhNya.Dzat yang Maha Bijaksana dalam semua firman dan perbuatan­Nya secara syariat maupun takdir. Diriwayatkan dari Malik dalam tafsirannya yang diriwayatkan darinya dari Muhammad bin Al-Munkadir tentang firmanNya: (Dan bagi-Nyalah sifat Yang Maha Tinggi) dia berkata yaitu semakna dengan kalimat "Tidak ada Tuhan selain Allah"

Sumber: https://tafsirweb.com/7391-surat-ar-rum-ayat-27.html

Informasi

Surat

الرّوم (Ar-Rum)

Romawi — 60 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

27 dari 60 ayat

Juz

Juz 21

Halaman

Halaman 407

Ruku

Ruku 351

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 81 (162/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3436 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-30