الرّوم (Ar-Rum)
Per AyatMushaf
ضَرَبَ
Dia membuat
لَكُمْ
bagi kalian
مَّثَلًا
perumpamaan
مِّنْ
dari
اَنْفُسِكُمْۗ
diri kalian sendiri
هَلْ
apakah
لَّكُمْ
bagi kalian
مِّنْ
dari
مَّا
apa (hamba sahaya)
مَلَكَتْ
memiliki
اَيْمَانُكُمْ
tangan kananmu
مِّنْ
dari
شُرَكَاۤءَ
sekutu-sekutu
فِيْ
dalam
مَا
apa (hamba sahaya)
رَزَقْنٰكُمْ
Kami telah rezekikan kepadamu
فَاَنْتُمْ
maka kamu
فِيْهِ
di dalamnya
سَوَاۤءٌ
sama
تَخَافُوْنَهُمْ
kamu takut kepada mereka
كَخِيْفَتِكُمْ
seperti takutmu
اَنْفُسَكُمْۗ
diri kalian sendiri
كَذٰلِكَ
seperti demikianlah
نُفَصِّلُ
Kami jelaskan
الْاٰيٰتِ
ayat-ayat
لِقَوْمٍ
bagi kaum
يَّعْقِلُوْنَ
mereka mempergunakan akal
﴿٢٨﴾
Dia membuat perumpamaan bagimu dari dirimu sendiri. Apakah (kamu rela jika) ada di antara hamba sahaya yang kamu miliki, menjadi sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, sehingga kamu menjadi setara dengan mereka dalam hal ini, lalu kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada sesamamu. Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengerti.
3437 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Allah membuat perumpamaan bagi kalian (Wahai orang-orang musyrik) dari diri kalian sendiri. Adakah diantara hamba-hamba sahaya kalian, yang laki-laki dan yang perempuan, bersekutu dengan kalian dalam urusan rezeki, dan kalian melihat bahwa diri kalian dengan mereka adalah sama padanya, kalian takut pada mereka sebagaimana orang-orang yang merdeka yang bersekutu takut untuk berbagi harta mereka? Sesungguhnya kalian tidak akan meridoi hal itu.Lalu bagaimana kalian akan meridhainya untuk Allah dengan menjadikan sekutu bagiNya dari makhlukNya? Dengan penjelasan seperti ini, Kami menjelaskan bukti-bukti dan hujjah-hujjah dengan sejelas-jelasnya bagi orang-orang yang berakal lurus yang bisa mengambil manfaat dengannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/7392-surat-ar-rum-ayat-28.html
Tafsir as-Sa'di
28. ini adalah sebuah perumpamaan yang disampaikan oleh Allah tentang betapa buruk dan kejinya perbuatan syirik; sebuah perumpamaan dari diri kalian sendiri, tidak memerlukan pemecahan (masalah), perjalanan jauh atau memperkerjakan unta, “apakah ada di antara hamba-sahaya yang kamu milki, sekutu bagimu dalam rizki yang telah Kami berikan kepadamu,” maksudnya, apakah ada seseorang di antara budak-budak sahaya kalian yang laki-laki atau perempuan yang bersekutu dengan kalian dalam kepemilikan rizki (harta kekayaan) kalian, dan kalian memandang diri kalian sama dengan mereka dalam hal itu; “kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri?” maksudnya, sebagaimana orang-orang merdeka yang bersekutu dengan sebenarnya, yaitu orang-orang dikhawatirkan akan mendapatkan bagian dan menguasai segala sesuatunya? Halnya tidak demikan! Sebab sesungguhnya tidak seorangpun dari budak sahaya yang kalian miliki yang menjadi sekutu kalian dalam kepemilkan rizki yang telah Kami anugerahkan kepada kalian.Dan juga bukan kalian yang telah mencipatakan mereka dan yang memberi mereka rizki. Mereka juga adalah hamba-hamba seperti kalian. Maka bagaimana mungkin kalian rela menjadikan sekutu bagi Allah dari makhluk ciptaanNya, dan kalian menjadikannya sekutu dengan Allah dan sebagai tandingan bagiNya dalam ibadah, padahal kalian sendiri tidak rela kalau kalian disamakan dengan budak-budak sahaya kalian?Ini merupakan hal yang paling mengherankan dan merupakan sesuatu yang paling membuktikan betapa piciknya orang yang mengangkat sekutu bagi Allah, dan bahwa sekutu yang diangkatnya itu palsu lagi sirna, sama sekali tidak setara dengan Allah dan tidak berhak diibadahi sedikitpun. “demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu,” menjelaskannya lengkap dengan perumpamaannya,”bagi kaum yang mengerti” hakikat sesuatu, dan mereka mengetahuinya. Adapun orang yang tidak berakal (tidak paham), sekalipun ayat-ayat telah dijelaskan dan dibuktikan oleh berbagai bukti, maka ia tidak mempunyai akal untuk mengetahui sesuatu yang telah menjadi jelas, dan tidak pula mempunyai hati nurani yang dengannya ia bisa mengerti sesuatu yang sudah menjadi nyata. Jadi, orang-orang yang berakal dan bercendekia adalah orang yang menjadi sasaran tujuan konteks pembicaraan dan pembahasan.
Sumber: https://tafsirweb.com/7392-surat-ar-rum-ayat-28.html
Tafsir Al-Wajiz
28. Wahai orang-orang musyrik, Allah menciptakan untuk kalian perumpamaan yang diambil dari diri kalian. Kalian akan mendapatkan pelajaran darinya karena sia-sianya perbuatan syirik.Apakah kalian memiliki sekutu dalam hal yang kalian miliki berupa hamba sahaya, harta dan lain-lain? Kalian dan sekutu kalian sama-sama takut dalam mempergunakannya. Kalian takut untuk melepaskan (rejeki itu) dengan membiarkannya, seperti kalian takut terhadap orang-orang yang telah bebas seperti kalian?Maknanya jika kalian tidak mau memiliki sekutu selain kalian untuk memiliki rejeki kalian, lalu bagaimana bisa kalian mau menyekutukan Allah sang Maha Pencipta? Seperti itulah Kami jelaskan ayat-ayat dan bukti-bukti dengan perumpamaan yang jelas bagi kaum yang mau berpikir dan mengambil pelajaran. {Hal} adalah huruf istifham yang berfungsi untuk mengolok-olok. Ibnu Abbas berkata: “Suatu saat orang-orang musyrik membaca talbiyyah: “Kami memenuhi panggilanMu, ya Allah Kami penuhi panggilanMu, tidak ada sekutu bagiMu kecuali sekutu yang Engkau miliki dan kuasai” Kemudian turunlah ayat ini“
Sumber: https://tafsirweb.com/7392-surat-ar-rum-ayat-28.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 28-29 Ini merupakan perumpamaan yang dibuat oleh Allah tentang orang-orang musyrik yang menyembah tuhan lain bersamaNya dan menjadikan sekutu-sekutu bagiNya, padahal mereka mengakui bahwa sekutu-sekutu yang terdiri dari berhala dan tandingan-tandingan itu juga hamba-hambaNya dan milikNya, sebagaimana mereka berkata dalam talbiyah mereka,"Aku penuhi seruanMu, tidak ada sekutu bagiMu melainkan yang menjadi milikMu, sedangkan sekutu itu tidak memiliki" Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri) yaitu yang kalian saksikan dan pahami dari diri kalian sendiri (Apakah ada di antara hamba sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezeki itu) yaitu seseorang di antara kalian tidak rela jika mempunyai sekutu dari hamba sahayanya untuk harta miliknya. Dia dan sekutunya sama-sama mempunyai hak yang sama pada hal itu (kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri?) yaitu, kalian takut jika mereka berbagi harta dengan kalian. Abu Mijlaz berkata bahwa sesungguhnya budakmu tidak takut jika berbagi denganmu dalam hartamu, dimana dia tidak memiliki hak atas harta itu.Begitu juga Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sekutu bagiNya. Maknanya adalah seseorang dari kalian pasti tidak mau dalam hal itu, maka bagaimana bisa kalian menjadikan bagi Allah sekutu-sekutu dari kalangan makhlukNya? Ini sebagaimana firmanNya: (Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya) (Surah An-Nahl: 62) yaitu anak-anak perempuan, dimana mereka menjadikan malaikat-malaikat yang merupakan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu berjenis perempuan, lalu mereka menjadikannya sebagai puteri-puteri Allah.Padahal seseorang dari mereka jika diberi kabar gembira (dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah (58) Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?) (Surah An-Nahl: 58,59) Mereka benci terhadap anak perempuan, tetapi mereka menjadikan para malaikat sebagai puteri-puteriAllah.Mereka menghubungkan kepada Allah apa yang tidak mereka sukai untuk diri mereka sendiri. Ini merupakan kekafiran yang paling berat. Begitu juga dalam kedudukan ini, mereka menjadikan bagiNya sekutu-sekutu dari kalangan hamba-hamba dan makhluk-makhlukNya.Padahal seseorang dari mereka menolak dengan keras hal itu, yaitu jika budak miliknya bersekutu dengannya secara sama dalam hartanya. Seandainya dia mau, maka dia berbagi harta dengan budaknya. Maha Tinggi Allah dari semua itu dengan ketinggian Maha Besar.Ketika Allah memberi peringatan dengan perumpamaan ini maka jelas kebersihan dan kesucian Allah سبحانه وتعالى dengan penjelasan yang lebih utama dan lebih kuat. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan bahwa orang-orang musyrik itu menyembah selainNya itu hanya karena kebodohan dan kurangnya akal mereka (Tetapi orang-orang yang zalim mengikuti) yaitu, orang-orang musyrik (hawa nafsunya) yaitu dalam peribadatan mereka kepada sekutu-sekutu itu (maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah?) yaitu maka tidak ada seorangpun yang dapat memberi mereka petunjuk jika Allah menyesatkan mereka (Dan tiadalah bagi mereka seorang penolong pun) yaitu tidak ada penyelamat, pelindung dan pemberi jalan keluar pun bagi mereka dari kekuasaanNya, karena sesungguhnya apa yang Dia kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Dia kehendaki pasti tidak terjadi
Sumber: https://tafsirweb.com/7392-surat-ar-rum-ayat-28.html
Informasi
Surat
الرّوم (Ar-Rum)
Romawi — 60 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
28 dari 60 ayat
Juz
Juz 21
Halaman
Halaman 407
Ruku
Ruku 352
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 81 (162/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3437 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-30