الرّوم (Ar-Rum)

Per AyatMushaf
وَاِذَا
dan apabila
مَسَّ
menimpa
النَّاسَ
manusia
ضُرٌّ
bahaya
دَعَوْا
mereka menyeru/berdoa
رَبَّهُمْ
Tuhan mereka
مُّنِيْبِيْنَ
kembali bertaubat
اِلَيْهِ
kepada-Nya
ثُمَّ
kemudian
اِذَآ
apabila
اَذَاقَهُمْ
Dia merasakan kepada mereka
مِّنْهُ
dari pada-Nya
رَحْمَةً
rahmat
اِذَا
apabila
فَرِيْقٌ
segolongan/sebagian
مِّنْهُمْ
dari mereka
بِرَبِّهِمْ
dengan/kepada Tuhan mereka
يُشْرِكُوْنَۙ
mereka mempersekutukan
﴿٣٣﴾
Dan apabila manusia ditimpa oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali (bertobat) kepada-Nya, kemudian apabila Dia memberikan sedikit rahmat-Nya kepada mereka, tiba-tiba sebagian mereka mempersekutukan Allah.
3442 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Bila manusia ditimpa ujian yang berat, mereka memohon kepada Tuhan mereka dengan ikhlas kepadaNya agar Allah mengangkat kemudaratan dari mereka, namun bila Allah merahmati mereka dan mengangkat kesulitan mereka, ternyata sebagian dari mereka mengulang kesyirikan lagi, lalu mereka menyembah sesuatu yang lain bersama Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/7397-surat-ar-rum-ayat-33.html

Tafsir as-Sa'di

33-34. “dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya,” (berupa) sakit atau rasa takut dari kematian atau lainnya, niscaya “mereka menyeru Rabbnya dengan kembali bertaubat kepadaNya,” mereka melupakan apa yang mereka persekutukan denganNya dalam kondisi itu, karena mereka tahu bahwa tidak ada yang dapat menyingkap bahya itu kecuali Allah, maka “apabila Dia merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat dariNya,” Dia menyembuhkan mereka dari sakitnya dan mengamankan mereka dari rasa takut, “tiba-tiba sebagian dari mereka,” merusak inabah yang mereka lakukan itu dan mereka mempersekutukanNya dengan sesuatu yang sama sekali tidak dapat membela mereka, tidak pula dapat membuat mereka kaya atau membuat mereka fakir. Semua itu adalah keingkaran terhadap apa yang Allah karuniakan dan anugerahkan kepada mereka, yang mana Dia telah menyelamatkan dan membebaskan mereka drai kesengsaraan dan melepaskan mereka drai kesempitan. Mengapa mereka tidak membalas nikmat mulia dengan bersyukur dan tulus ikhlas (bertauhid) kepadaNya dalam seluruh kondisi?

Sumber: https://tafsirweb.com/7397-surat-ar-rum-ayat-33.html

Tafsir Al-Wajiz

33. Jika manusia seperti orang-orang kafir Mekah tertimpa sesuatu yang membahayakan mereka yang dapat menyebabkan penderitaan dan musibah. Mereka berdoa kepada Tuhan mereka untuk mengangkat bahaya tersebut dari mereka seraya hanya kembali kepadaNya bukan selainNya dan berdoa dengan hati yang khusyu’.Kemudian Dia (Allah) mengasihi mereka dan membebaskan mereka dari bahaya dan penderitaan itu. Kemudian suatu kelompok dari mereka menyekutukan Tuhan dan kembali kepada kesyirikan mereka sebelumnya

Sumber: https://tafsirweb.com/7397-surat-ar-rum-ayat-33.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 33-37 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang manusia yang sesungguhnya mereka dalam keadaan darurat, mereka berdoa hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, yaitu apabila diberikan kepada mereka ke­nikmatan, tiba-tiba sebagian dari mereka dalam keadaan baik, mereka menyekutukan Allah dan menyembah tuhan lain bersamaNya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (sehingga mereka mengingkari akan rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka) yaitu lam al 'aqibah menurut beberapa ulama’, dan menurut sebagian lain adalah lam ta’lil, tetapi ta'lil ini berdasarkan takdir Allah terhadap mereka. Kemudian Allah mengancam mereka dengan firmanNya: (kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu)) Sebagian ulama’ berkata,"Demi Allah, seandainya ada seorang tentara yang kejam mengancamku, maka aku takut kepadanya.Maka bagaimana jika yang mengancam itu adalah Dzat yang berfirman kepada sesuatu, “Jadilah” maka terjadilah hal itu?" Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingkari perbuatan orang-orang musyrik yang membuat-buat sesuatu berupa menyembah selain Dia tanpa dalil, tanpa hujjah, dan tanpa keterangan: (Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan) yaitu hujjah (lalu keterangan itu menunjukkan (kebenaran)) yaitu berbicara (apa yang mereka selalu mempersekutukan dengan Tuhan?) Ini adalah istifham inkari, yaitu tidak ada sesuatu pun dari hal itu. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa sesuatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa (36)) Ini merupakan pengingkaran kepada manusia dari segi tabiatnya, kecuali orang yang dipelihara dan diberi taufik oleh Allah. Karena sesungguhnya manusia itu bangga apabila diberi nikmat. dan berkata: ("Telah hilang bencana-bencana itu dariku, sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga) (Surah Hud: 10) yaitu dia merasa gembira dan bangga terhadap dirinya dan kepada yang lainnya.Apabila dia ditimpa suatu kesengsaraan, maka dia putus asa dari mendapat kebaikan setelah itu. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana) dan mengerjakan amal-amal saleh) (Surah Hud: 11) yaitu mereka bersabar dalam menghadapi kesengsaraan dan mengerjakan amal shalih dalam keadaan makmur, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih:”Sungguh menakjubkan orang mukmin itu, tidak sekali-kali Allah menetapkan suatu takdir baginya melainkan hal itu baik baginya.Jika dia mendapat kesenangan, maka dia bersyukur, dan bersyukur itu baik baginya. Dan jika ditimpa kesusahan, maka dia bersabar; dan bersabar itu baik baginya” Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu)) yaitu, Dialah Dzat yang mengatur dan melakukan itu dengan ke­bijaksanaan dan keadilanNya. Dia melapangkan rezeki suatu kaum dan menyempitkan rezeki yang lainnya (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman)

Sumber: https://tafsirweb.com/7397-surat-ar-rum-ayat-33.html

Informasi

Surat

الرّوم (Ar-Rum)

Romawi — 60 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

33 dari 60 ayat

Juz

Juz 21

Halaman

Halaman 408

Ruku

Ruku 352

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 82 (163/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3442 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-30