الرّوم (Ar-Rum)
Per AyatMushaf
لِيَكْفُرُوْا
karena mereka mengingkari
بِمَآ
dengan apa (rahmat)
اٰتَيْنٰهُمْۗ
Kami telah berikan kepada mereka
فَتَمَتَّعُوْاۗ
maka bersenang-senanglah
فَسَوْفَ
maka kelak
تَعْلَمُوْنَ
(kalian) mengetahui
﴿٣٤﴾
Biarkan mereka mengingkari rahmat yang telah Kami berikan. Dan bersenang-senanglah kamu, maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).
3443 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Karena mereka ingkar kepada apa yang telah Kami berikan dan karuniakan kepada mereka berupa terangkatnya kesulitan dan lenyapnya kesusahan dari mereka. Maka silakan kalian (wahai orang-orang musyrik), bersenang-senang dalam kehidupan dunia ini dengan kesenangan dan kelapangan, karena kalian pasi akan mengetahui siksa dan hukuman apa yang akan kalian terima.
Sumber: https://tafsirweb.com/7398-surat-ar-rum-ayat-34.html
Tafsir as-Sa'di
33-34. “dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya,” (berupa) sakit atau rasa takut dari kematian atau lainnya, niscaya “mereka menyeru Rabbnya dengan kembali bertaubat kepadaNya,” mereka melupakan apa yang mereka persekutukan denganNya dalam kondisi itu, karena mereka tahu bahwa tidak ada yang dapat menyingkap bahya itu kecuali Allah, maka “apabila Dia merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat dariNya,” Dia menyembuhkan mereka dari sakitnya dan mengamankan mereka dari rasa takut, “tiba-tiba sebagian dari mereka,” merusak inabah yang mereka lakukan itu dan mereka mempersekutukanNya dengan sesuatu yang sama sekali tidak dapat membela mereka, tidak pula dapat membuat mereka kaya atau membuat mereka fakir. Semua itu adalah keingkaran terhadap apa yang Allah karuniakan dan anugerahkan kepada mereka, yang mana Dia telah menyelamatkan dan membebaskan mereka drai kesengsaraan dan melepaskan mereka drai kesempitan. Mengapa mereka tidak membalas nikmat mulia dengan bersyukur dan tulus ikhlas (bertauhid) kepadaNya dalam seluruh kondisi?
Sumber: https://tafsirweb.com/7398-surat-ar-rum-ayat-34.html
Tafsir Al-Wajiz
34. Sehingga mereka menjadi orang-orang kafir yang mengingkari nikmat yang Kami berikan kepada mereka. Maka bersenang-senanglah sementara atas kekufuran kalian, wahai orang-orang kafir.Lalu kalian akan mengetahui akibat kekufuran kalian di akhirat. Ini adalah ancaman dan janji.
Sumber: https://tafsirweb.com/7398-surat-ar-rum-ayat-34.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 33-37 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang manusia yang sesungguhnya mereka dalam keadaan darurat, mereka berdoa hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, yaitu apabila diberikan kepada mereka kenikmatan, tiba-tiba sebagian dari mereka dalam keadaan baik, mereka menyekutukan Allah dan menyembah tuhan lain bersamaNya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (sehingga mereka mengingkari akan rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka) yaitu lam al 'aqibah menurut beberapa ulama’, dan menurut sebagian lain adalah lam ta’lil, tetapi ta'lil ini berdasarkan takdir Allah terhadap mereka. Kemudian Allah mengancam mereka dengan firmanNya: (kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu)) Sebagian ulama’ berkata,"Demi Allah, seandainya ada seorang tentara yang kejam mengancamku, maka aku takut kepadanya.Maka bagaimana jika yang mengancam itu adalah Dzat yang berfirman kepada sesuatu, “Jadilah” maka terjadilah hal itu?" Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingkari perbuatan orang-orang musyrik yang membuat-buat sesuatu berupa menyembah selain Dia tanpa dalil, tanpa hujjah, dan tanpa keterangan: (Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan) yaitu hujjah (lalu keterangan itu menunjukkan (kebenaran)) yaitu berbicara (apa yang mereka selalu mempersekutukan dengan Tuhan?) Ini adalah istifham inkari, yaitu tidak ada sesuatu pun dari hal itu. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa sesuatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa (36)) Ini merupakan pengingkaran kepada manusia dari segi tabiatnya, kecuali orang yang dipelihara dan diberi taufik oleh Allah. Karena sesungguhnya manusia itu bangga apabila diberi nikmat. dan berkata: ("Telah hilang bencana-bencana itu dariku, sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga) (Surah Hud: 10) yaitu dia merasa gembira dan bangga terhadap dirinya dan kepada yang lainnya.Apabila dia ditimpa suatu kesengsaraan, maka dia putus asa dari mendapat kebaikan setelah itu. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana) dan mengerjakan amal-amal saleh) (Surah Hud: 11) yaitu mereka bersabar dalam menghadapi kesengsaraan dan mengerjakan amal shalih dalam keadaan makmur, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih:”Sungguh menakjubkan orang mukmin itu, tidak sekali-kali Allah menetapkan suatu takdir baginya melainkan hal itu baik baginya.Jika dia mendapat kesenangan, maka dia bersyukur, dan bersyukur itu baik baginya. Dan jika ditimpa kesusahan, maka dia bersabar; dan bersabar itu baik baginya” Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu)) yaitu, Dialah Dzat yang mengatur dan melakukan itu dengan kebijaksanaan dan keadilanNya. Dia melapangkan rezeki suatu kaum dan menyempitkan rezeki yang lainnya (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman)
Sumber: https://tafsirweb.com/7398-surat-ar-rum-ayat-34.html
Informasi
Surat
الرّوم (Ar-Rum)
Romawi — 60 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
34 dari 60 ayat
Juz
Juz 21
Halaman
Halaman 408
Ruku
Ruku 352
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 82 (163/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3443 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-30