الرّوم (Ar-Rum)

Per AyatMushaf
وَاِذَآ
dan apabila
اَذَقْنَا
Kami rasakan
النَّاسَ
manusia
رَحْمَةً
suatu rahmat
فَرِحُوْا
mereka gembira
بِهَاۗ
dengannya/karenanya
وَاِنْ
dan jika
تُصِبْهُمْ
menimpa mereka
سَيِّئَةٌ
kejahatan
ۢبِمَا
dengan apa/sebab
قَدَّمَتْ
mengerjakan
اَيْدِيْهِمْ
tangan-tangan mereka
اِذَا
tiba-tiba
هُمْ
mereka
يَقْنَطُوْنَ
mereka berputus asa
﴿٣٦﴾
Dan apabila Kami berikan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan (rahmat) itu. Tetapi apabila mereka ditimpa sesuatu musibah (bahaya) karena kesalahan mereka sendiri, seketika itu mereka berputus asa.
3445 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Bila Kami melimpahkan kenikmatan kepada manusia dari Kami berupa kesehatan, keselamatan, dan kesenangan, mereka berbahagia karena itu dengan kebahagiaan yang mengandung keangkuhan dan kesombongan, bukan kebahagiaan yang mengandung syukur. Namun bila mereka ditimpa penyakit, kemiskinan, ketakutan, dan kesempitan hidup disebabkan oleh dosa-dosa dan kemaksiatan-kemaksiatan mereka, ternyata mereka berputus asa dari lenyapnya semua itu. Ini adalah tabiat kebanyakan manusia dalam keadaan senang dan susah.

Sumber: https://tafsirweb.com/7400-surat-ar-rum-ayat-36.html

Tafsir as-Sa'di

36-37 Allah mengabarkan tentang tabi’at kebanyakan manusia di dalam kondisi lapang dan sempit, yaitu bahwasannya apabila Allah membuat mereka merasakan suatu rahmat, berupa kesehatan, kekayaan, pertolongan dan lain-lainnya, mereka sangat bergembira dengan penuh kebanggaan dan kesombongan dengan niikmat Allah, bukan dengan penuh rasa syukur. “dan apabila mereka ditimpa suatu keburukan,” maksudnya, kondisi yang menyengsarakan mereka, dan itu, “disebabkan apa yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri,” dari berbagai maksiat, “tiba-tiba mereka itu berputus asa,” mereka berputus asa dari terangkatnya kefakiran, penyakit dan yang serupa dengannya. Ini adalah suatu kebodohan mereka dan tidak adanya pengetahuan. “dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rizki bagi siapa yang dikehendakiNya, dan Dia pula yang menyempitkan,” jadi putus asa setelah mengetahui bahwa kebaikan dan keburukan adalah dari Allah, rizki, kelapangan dan kesempitannya adalah berasal dari takdirNya itu menjadi sia-sia, tidak mempunyai tempat. Maka jangan hanya sekedar memperhatikan sebab kausalitas, wahai orang-orang yang berakal.Akan tetapi jadikanlah penglihatan (perhatian) mu kepada yang menciptakan sebabnya (yaitu Allah) maka drai itu Dia berfirman, ”sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang beriman,” merekalah orang-orang yang mengambil ibrah (pelajaran) dengan kelapangan Allah untuk memmberi kelapangan rizki) kepada siapa Dia dikendaki, dan menahannya; dan dengan itu mereka mengetahui hikmah (kebijaksanaan) Allah. Rahmat dan kemuraahanNya serta menarik hati untuk memohon hati untuk memohon kepadaNya dalam seluruh tuntunan rizki.

Sumber: https://tafsirweb.com/7400-surat-ar-rum-ayat-36.html

Tafsir Al-Wajiz

36. Ketika kami membuat manusia merasakan kenikmatan dari Kami seperti kesejahteraan dan kesehatan maka mereka akan bangga dan angkuh karena itu. Dan jika musibah dan penderitaan menimpa mereka akibat perbuatan buruk mereka, seketika mereka akan menyerah dari rahmat Tuhan

Sumber: https://tafsirweb.com/7400-surat-ar-rum-ayat-36.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 33-37 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang manusia yang sesungguhnya mereka dalam keadaan darurat, mereka berdoa hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, yaitu apabila diberikan kepada mereka ke­nikmatan, tiba-tiba sebagian dari mereka dalam keadaan baik, mereka menyekutukan Allah dan menyembah tuhan lain bersamaNya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (sehingga mereka mengingkari akan rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka) yaitu lam al 'aqibah menurut beberapa ulama’, dan menurut sebagian lain adalah lam ta’lil, tetapi ta'lil ini berdasarkan takdir Allah terhadap mereka. Kemudian Allah mengancam mereka dengan firmanNya: (kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu)) Sebagian ulama’ berkata,"Demi Allah, seandainya ada seorang tentara yang kejam mengancamku, maka aku takut kepadanya.Maka bagaimana jika yang mengancam itu adalah Dzat yang berfirman kepada sesuatu, “Jadilah” maka terjadilah hal itu?" Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingkari perbuatan orang-orang musyrik yang membuat-buat sesuatu berupa menyembah selain Dia tanpa dalil, tanpa hujjah, dan tanpa keterangan: (Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan) yaitu hujjah (lalu keterangan itu menunjukkan (kebenaran)) yaitu berbicara (apa yang mereka selalu mempersekutukan dengan Tuhan?) Ini adalah istifham inkari, yaitu tidak ada sesuatu pun dari hal itu. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa sesuatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa (36)) Ini merupakan pengingkaran kepada manusia dari segi tabiatnya, kecuali orang yang dipelihara dan diberi taufik oleh Allah. Karena sesungguhnya manusia itu bangga apabila diberi nikmat. dan berkata: ("Telah hilang bencana-bencana itu dariku, sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga) (Surah Hud: 10) yaitu dia merasa gembira dan bangga terhadap dirinya dan kepada yang lainnya.Apabila dia ditimpa suatu kesengsaraan, maka dia putus asa dari mendapat kebaikan setelah itu. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana) dan mengerjakan amal-amal saleh) (Surah Hud: 11) yaitu mereka bersabar dalam menghadapi kesengsaraan dan mengerjakan amal shalih dalam keadaan makmur, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih:”Sungguh menakjubkan orang mukmin itu, tidak sekali-kali Allah menetapkan suatu takdir baginya melainkan hal itu baik baginya.Jika dia mendapat kesenangan, maka dia bersyukur, dan bersyukur itu baik baginya. Dan jika ditimpa kesusahan, maka dia bersabar; dan bersabar itu baik baginya” Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu)) yaitu, Dialah Dzat yang mengatur dan melakukan itu dengan ke­bijaksanaan dan keadilanNya. Dia melapangkan rezeki suatu kaum dan menyempitkan rezeki yang lainnya (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman)

Sumber: https://tafsirweb.com/7400-surat-ar-rum-ayat-36.html

Informasi

Surat

الرّوم (Ar-Rum)

Romawi — 60 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

36 dari 60 ayat

Juz

Juz 21

Halaman

Halaman 408

Ruku

Ruku 352

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 82 (163/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3445 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-30