الرّوم (Ar-Rum)
Per AyatMushaf
فَانْظُرْ
maka perhatikanlah
اِلٰٓى
kepada
اٰثٰرِ
bekas-bekas
رَحْمَتِ
rahmat
اللّٰهِ
Allah
كَيْفَ
bagaimana
يُحْيِ
Dia menghidupkan
الْاَرْضَ
bumi
بَعْدَ
sesudah
مَوْتِهَاۗ
matinya
اِنَّ
sesungguhnya
ذٰلِكَ
yang demikian
لَمُحْيِ
benar-benar menghidupkan
الْمَوْتٰىۚ
orang mati
وَهُوَ
dan Dia
عَلٰى
atas
كُلِّ
segala
شَيْءٍ
sesuatu
قَدِيْرٌ
Maha Kuasa
﴿٥٠﴾
Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
3459 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Maka lihatlah (wahai orang yang menyaksikan) dengan penuh perhatian dan perenungan kepada apa yang diakibatkan oleh hujan, yaitu tumbuhnya pohon-pohon, tanam-tanaman dan buah-buahan; bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah ia mati dengan hujan itu, Dia menumbuhkannya dan ia pun hidup menghijau? Sesungguhnya Allah Yang kuasa menghidupkan bumi yang mati, benar-benar kuasa menghidupkan orang-orang yang sudah mati. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada yang melemahkanNYa.
Sumber: https://tafsirweb.com/7414-surat-ar-rum-ayat-50.html
Tafsir as-Sa'di
50. “maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Dia menghidupkan bumi yang sudah mati,” maka iapun hidup dan subur, serta menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. “sesungguhnya yang demikian itu,” yang telah menghidupkan tanah sesudah kegersangannya “benar-benar akan menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia mahakuasa atas segala sesuatu.” Jadi, kekuasaanNya membuat segala sesuatu tidak ada yang sulit bagiNya, sekalipun disarasa sangat sulit (tidak mungkin) menurut perkiraan makhlukNYa, dan sangat rumit dari pemahaman mereka serta akal pikiran mereka menjadi bingung.
Sumber: https://tafsirweb.com/7414-surat-ar-rum-ayat-50.html
Tafsir Al-Wajiz
50. Wahai orang yang diajak bicara, perhatikanlah pengaruh hujan itu terhadap tanaman, tumbuhan, pepohonan, dan buah-buahan, bagaimana Allah menghidupkan bumi dengan tanaman setelah kekeringan dan kegersangan. Sesungguhnya Dzat yang menghidupkan bumi dengan kuasaNya adalah Dzat yang menghidupkan orang-orang mati pada hari kiamat untuk dihisab dan dibalas.Dan Allah itu berkuasa atas segala sesuatu dan memiliki banyak kuasa sehingga tidak ada apapun yang bisa melemahkanNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/7414-surat-ar-rum-ayat-50.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 48-51 Allah سبحانه وتعالى menjelaskan bagaimana Dia menciptakan awan yang menurunkan air darinya. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan) Baik datangnya dari laut, sebagaimana yang disebutkan oleh banyak ulama, atau dari tempat yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى (dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya) yaitu Dia membentangkannya, menjadikannya banyak dan berkembang, lalu menjadikannya dari sedikit menjadi banyak. Pada mulanya Dia menjadikan awan yang terlihat di mata seperti perisai, kemudian Dia membentangkannya sehingga memenuhi cakrawala langit.Terkadang awan datang dari arah laut yang penuh air, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran (57)) (Surah Al-A'raf’) Demikian juga Allah berfirman di sini: (Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya dan menjadikannya bergumpal-gumpal) Mujahid, Abu Amr bin Al-’Ala’, Mathar Al-Warraq, dan Qatadah berkata bahwa maknanya adalah bergumpal-gumpal.Firman Allah سبحانه وتعالى: (lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya) yaitu kamu akan melihat adanya air hujan yang keluar di antara celah-celah awan itu (maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira) yaitu karena kebutuhan mereka terhadap hal itu, maka mereka merasa gembira dengan turunnya dan sampainya hujan itu kepada mereka. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa (49)) Maknanya adalah bahwa kaum yang mendapat hujan ini, sebelumnya merasa putus asa dari turunnya hujan kepada mereka. Lalu setelah hujan datang kepada mereka, maka itu datang kepada mereka membutuhkannya, sehingga hujan itu bertempat di antara mereka di tempat yang besar.Ulama Nahwu berbeda pendapat tentang firmanNya: (sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa) Ibnu Jarir berkata bahwa itu adalah sebagai penegasan. Dia meriwayatkannya dari sebagian ahli bahasa Arab Ulama lain berkata tentang firmanNya: (sebelum hujan diturunkan kepada mereka) yaitu hujan (sebelum itu) yaitu turunnya hujan itu (mereka benar-benar telah berputus asa) Bisa juga ditafsirkan bahwa hal ini menunjukkan makna ta’sis, yang maknannya,“Sebelum turunnya hujan, mereka sangat membutuhkannya, dan sebelum itu juga, hujan datang terlambat kepada mereka dari waktu ke waktu, yang selama itu mereka menunggu kedatangannya, lalu hujan itu terlambat. Kemudian berlalu beberapa waktu, mereka tetap menungguya, dan terlambat.Kemudian hujan datang dengan tiba-tiba kepada mereka setelah berputus asa. Setelah tanah mereka menjadi gersang dan tandus, maka hiduplah bumi itu, lalu subur dan tumbuhlah berbagai macam tumbuhan yang indah. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah) yaitu hujan itu (bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati) Kemudian Allah mengingatkan dengan hal itu bahwa Dia menghidupkan jasad-jasad setelah mati, tercabik-cabik, dan menjadi tulang belulang.Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati) yaitu, Tuhan yang melakukan hal itu benar-benar Maha Kuasa menghidupkan orang-orang yang mati (Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin (kepada tumbuh-tumbuhan), lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), benar-benar tetaplah mereka sesudah itu menjadi orang yang ingkar (51)) Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin) yang kering kepada tumbuh-tumbuhan yang mereka tanam yang telah tumbuh dengan subur dan tegak di atas bulir-bulirnya, lalu mereka melihatnya menjadi kuning, yaitu, telah kering dan mulai rusak (benar-benar tetaplah mereka sesudah itu) yaitu setelah melihat keadaan ini (menjadi orang yang ingkar) yaitu, mereka mengingkari nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada mereka. Sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam? (63) Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan? (64) Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan sampai lumat; maka kamu akan heran tercengang (65) (sambil berkata), "Sungguh, kami benar-benar menderita kerugian (66) bahkan kami tidak mendapat hasil apa pun." (67)) (Surah Al-Waqi'ah)
Sumber: https://tafsirweb.com/7414-surat-ar-rum-ayat-50.html
Informasi
Surat
الرّوم (Ar-Rum)
Romawi — 60 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
50 dari 60 ayat
Juz
Juz 21
Halaman
Halaman 409
Ruku
Ruku 353
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 82 (163/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3459 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-30