Kembali ke Surat Ar-Rum

الرّوم (Ar-Rum)

Surat ke-30, Ayat ke-60

فَاصْبِرْ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ وَّلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِيْنَ لَا يُوْقِنُوْنَ ࣖ

Maka bersabarlah engkau (Muhammad), sungguh, janji Allah itu benar dan sekali-kali jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan engkau.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Maka bersabarlah (wahai Rasul) atas apa yang menimpamu, berupa gangguan dan pendustaan dari kaummu kepadamu. Sesungguhnya apa yang Allah janjikan kepadamu berupa kemenangan, kekuasaan dan pahala adalah haq, tiada keraguan padanya. Dan jangan sampai memalingkanmu dari agamamu oleh orang-orang yang tidak meyakini kebangkitan dan tidak membenarkan pembalasan.

Sumber: https://tafsirweb.com/7424-surat-ar-rum-ayat-60.html

📚 Tafsir as-Sa'di

60. “maka bersabarlah kamu” atas sesuatu yang diperintahkan kepadamu dan dalam mengajak mereka kepada Allah sekalipun kamu menjumpai dari mereka sikap berpaling (menolak); maka hal itu jangan sekali-kali menjadi penghalangmu.”sesungguhnya janji Allah itu benar.” Maksudnya, tidak diragukan lagi. Ungkapan ini termasuk yang memperteguh kesabaran. Sebab, sesungguhnya seseorang, apabila mengetahui bahwa amalnya tidak sia-sia, bahkan pasti ia menemukannya secara sempurna, maka segala rintangan yang dihadapinya akan terasa ringan, dan segala yang sulit akan menjadi mudah baginya, dan semua pekerjaan yang banyak terasa sedikit. “dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini itu menggelisahkan kamu.” Maksudnya, sesungguhnya iman mereka telah lemah, keyakinan mereka telah berkurang, sehingga pikiran-pikiran mereka sangat rendah dan kesabaran mereka berkurang.

Maka jangan sekali-kali mereka itu membuta mu gelisah. Sebab, sesungguhnya jika kamu tidak mengindahkan mereka dan kamu tidak waspada terhadap mereka, dan jika tidak (bersikap) demikian niscaya mereka bisa menggelisahkanmu dan membuatmu tidak berpendirian teguh diatas perintah dan larangan, sedangkan nafsu itu membantu mereka dalam hal ini dan menuntut agar bersikap menyerupai dan menyetujui (pengingkaran kebenaran). Ini menunjukkan bahwa setiap orang Mukmin yang berkeyakinan lagi matang akalnya akan mudah bersikap bersabar, dan setiap orang yang lemah keyakinannya adalah lemah akalnya.

Yang pertama laksana isi, sedangkan yang kedua laksana kulit. Maka hanya kepada Allah-lah tempat meminta pertolongan.

Sumber: https://tafsirweb.com/7424-surat-ar-rum-ayat-60.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

60. Maka bersabarlah wahai nabi atas siksaan bagi kaummu dan dalam dakwahmu. Sungguh Allah telah menjajikanmu dengan pertolongan.

Sesungguhnya janji Allah untuk menolongmu atas mereka dan menampakkan agamu itu kebenaran yang pasti. Dan jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini Allah dan tidak mengimani para nabiNya itu memberimu kegelisahan dan kesembronoan. Mereka adalah kaum yang tersesat.

Sumber: https://tafsirweb.com/7424-surat-ar-rum-ayat-60.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 58-60 Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya telah Kami buat dalam Al-Qur’an ini segala macam perumpamaan) yaitu, Kami telah menjelaskan dan menerangkan kepada mereka tentang kebenaran. Kami membuat perumpamaan-perumpamaan untuk itu bagi mereka lebih jelas tentang hal itu dan mengikutinya (Dan sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata, "Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka") yaitu seandainya mereka melihat suatu mukjizat, baik atas permintaan mereka sendiri atau karena hal lain, mereka tetap yakin bahwa itu adalah sihir dan hal yang bathil. Sebagaimana mereka berkata terkait terbelahnya bulan dan hal lainnya.

Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu tidaklah akan beriman (96) meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih (97)) (Surah Yunus) Oleh karena itu di sini Allah berfirman: (Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami (59) Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar) yaitu bersabarlah dalam menghadapi pertentangan dan keingkaran mereka, karena sesungguhnya Allah SWT pasti akan menunaikan apa yang Dia janjikan kepadamu, berupa menolongmu dalam menghadapi mereka dan menjadikan akibat yang baik bagimu dan orang-orang yang mengikutimu di dunia dan akhirat (dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu) melainkan tetap teguhlah dalam melaksanakan apa yang diutus Allah kepadamu, karena sesungguhnya itulah kebenaran yang tidak ada keraguan padanya dan janganlah menyimpang darinya, karena pada jalan selain itu tidak ada petunjuk yang bisa diikuti, melainkan kebenaran itu hanya terdapat di dalam risalahmu.

Sumber: https://tafsirweb.com/7424-surat-ar-rum-ayat-60.html

Informasi Tambahan

Juz

21

Halaman

410

Ruku

354

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved