لقمٰن (Luqman)
Per AyatMushaf
وَمِنَ
dan diantara
النَّاسِ
manusia
مَنْ
orang yang
يَّشْتَرِيْ
membeli
لَهْوَ
sia-sia
الْحَدِيْثِ
cerita/pembicaraan
لِيُضِلَّ
untuk menyesatkan
عَنْ
dari
سَبِيْلِ
jalan
اللّٰهِ
Allah
بِغَيْرِ
dengan tanpa
عِلْمٍۖ
ilmu pengetahuan
وَّيَتَّخِذَهَا
dan dia menjadikannya
هُزُوًاۗ
olok-olok
اُولٰۤىِٕكَ
mereka itu
لَهُمْ
bagi mereka
عَذَابٌ
azab
مُّهِيْنٌ
yang hina
﴿٦﴾
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.
3475 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan diantara manusia ada yang membeli perkataan yang melalaikan (yaitu semua permainan yang melenakan dari ketaatan kepada Allah dan menghalangi dari keridhaan Allah) untuk menyesatkan manusia dari jalan petunjuk ke jalan hawa nafsu, dan menjadikan ayat-ayat Allah sebagai hinaan. Mereka akan mendapatkan siksa yang menghinakan dan merendahkan mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/7490-surat-luqman-ayat-6.html
Tafsir as-Sa'di
6. maksudnya, “dan diantara manusia ada orang,” dia adalah orang yang sial lagi terlantar (tidak memperoleh pertolongan) “yang membeli,” maksudnya, memilih dan senang sebagaimana senangnya orang yang mengeluarkan harga pada sesuatu, “perkataan yang tidak berguna,” maksudnya, perkataan-perkataan yang melalikan hati, yang menghalang-halanginya dari nilai-nilai yang mulia. Termasuk dalam hal ini adalah setiap perkataan yang diharamkan dan setiap perkataan yang tidak berguna nan palsu lagi rendahan dadri perkataan-perkataan yang mendorong kepada kekafiran, kefasikan dan maksiat, dan dari perkataan-perkataan para penolak kebenaran, yang mendebat dengan kebatilan untuk mencampakkan yang benar, dan drai gunjingan, adu domba (memfitnah), dusta, cacian dan celaan, serta dari lagu, tiupan seruling-seruling setan, serta dari wanita-wanita penghibur yang melalaikan, yang tidak ada gunanya dalam agama maupun dunia. Maka golongan manusia semacam ini “membeli perkataan yang tidak berguna,” dari perkataan yang berguna, “untuk menyesatkan,” manusia “tanpa pengetahuan.” Maksudnya, setelah dia sesat karena perbuatannya, maka dia menyesatkan orang lain.Sebab, penyesatan itu tumbuh dari kesesatan, dan penyesatannya dalam perkataannya itu adalah sikapnya yang menghalang-halangi manusia dari perkataan yang berguna, amal yang bermanfaat, dari kebenaran yang jelas dan jalan yang lurus. Dan semua itu tidak akan bisa terlaksana sehingga dia mencemoohkan petunjuk dan kebenaran, dan menjadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan, dia memperolok-oloknya serta ahlinya, maka (sungguh) dia telah menyesatkan orang-orang yang tidak berilmu, dan dia menipunya dengan perkataan-perkataan yang disampaikannya, yaitu perkataan yang tidak bisa dibedakan oleh orang yang sesat dan dia pun tidak mengenal hakikatnya, “mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan,” karena mereka sesat, menyesatkan, memperolok-olokan ayta-ayat Allah dan mendustakan kebenaran yang sudah sangat jelas sekali.
Sumber: https://tafsirweb.com/7490-surat-luqman-ayat-6.html
Tafsir Al-Wajiz
6. Dan ada sebagian manusia yang menjual kata-kata hiburan, yaitu setiap sesuatu yang digunakan untuk menghibur manusia, berupa lagu, hiburan dan dongeng untuk mengeluarkan dan menyesatkan manusia dari agama Allah yaitu Islam tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah, yaitu kitab Allah sebagai bahan olok-olok dan bahan ejekan. Mereka itu akan mendapatkan siksa yang sangat menginakan di neraka jahanam.Maksudnya untuk memberi perhatian tentang buruknya tujuan para pendongeng dan usaha mereka dalam menghalangi manusia dari Al-Qur’an. Ayat ini diturunkan untuk seorang laki-laki Quraisy yang membeli budak perempuan yang bisa menyanyi. Dia adalah Nadhr bin Harits yang mengutus budak perempuannya untuk menyanyi bagi setiap orang yang ingin masuk Islam supaya mereka menolak Islam.FirmanNya {Li Yudhilla} untuk memelihara fungsi lafadz (Man). Dan firmanNya {Ulaaiak} untuk menjaga makna, yaitu suatu golongan manusia.
Sumber: https://tafsirweb.com/7490-surat-luqman-ayat-6.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 6-7 Setelah menyebutkan keadaan orang-orang yang berbahagia, yaitu mereka yang mendapatkan petunjuk melalui kitab Allah dan mengambil manfaat dari mendengarkannya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Alquran yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk (23)) (Surah Az-Zumar) Dia menghubungkannya dengan keadaan orang-orang yang celaka, yaitu mereka yang enggan mengambil manfaat dan mendengarkan kalam Allah.Mereka hanya mau mendengarkan seruling, nyanyian, lagu-lagu, dan alat-alat untuk bersenang-senang. Sebagaimana Ibnu Mas'ud berkata tentang firmanNya: (Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah) dia berkata,”Demi Allah, itu adalah nyanyian. Firman Allah: (untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah) Sesungguhnya hal itu demikian karena bertentangan dengan Islam dan para pemeluknya.Berdasarkan bacaan bahwa itu dibaca dengan difathah huruf ya’nya dan lamnya menjadi lam 'aqibah, atau lam ta'lil berdasarkan takdir Allah, yaitu Mereka telah ditetapkan demikian agar mereka berbuat demikian. Firman Allah: (dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan) Mujahid berkata bahwa dia menjadikan jalan Allah sebagai bahan olok-olokan. Qatadah berkata bahwa maknanya adalah bahwa dia menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan.Pendapat Mujahid lebih utama. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan) yaitu sebagaimana mereka memperolok-olok ayat-ayat dan jalan Allah , maka mereka dihinakan pada hari kiamat dengan azab yang kekal dan terus menerus. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya) yaitu orang yang menerima perbuatan tak berguna, main-main, dan bersenang-senang ini apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Al-Qur'an, maka dia berpaling darinya dan berpura-pura tidak mendengarnya, seakan-akan dia orang yang tuli, karena dia merasa terganggu dengan mendengarnya, karena dia tidak mau mengambil manfaat dan membutuhkan ayat-ayat itu (maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih) yaitu pada hari kiamat, azab itu akan menyakitkannya sebagaimana dia merasa sakit dengan mendengar kitab dan ayat-ayat Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/7490-surat-luqman-ayat-6.html
Informasi
Surat
لقمٰن (Luqman)
Luqman — 34 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
6 dari 34 ayat
Juz
Juz 21
Halaman
Halaman 411
Ruku
Ruku 355
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 82 (164/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3475 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-31