Kembali ke Surat Luqman

لقمٰن (Luqman)

Surat ke-31, Ayat ke-34

اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ࣖ

Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya hanya Allah semata tidak ada selainNya yang mengetahui kapan Kiamat tiba, dan Dia-lah Allah yang menurunkan hujan dari langit, tidak seorang pun selainNya yang mampu melakukan itu, Dia mengetahui kandungan Rahim kaum wanita, Dia mengetahui apa yang akan didapatkan oleh setiap orang di hari esok, setiap orang tidak mengetahui di bumi mana dia akan mati, sebaliknya yang mengetahuinya hanyalah Allah, ilmu tentang semua itu hanyalah khusus bagiNya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti, meliputi yang Nampak dan yang tidak Nampak, tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/7518-surat-luqman-ayat-34.html

📚 Tafsir as-Sa'di

34. Sudah pasti bahwa sesungguhnya Allah, ilmu pengetahuanNya meliputi apa-apa yang ghaib dan yang Nampak, hal-hal yang lahir dan yang batin; dan kadang Allah memperlihatkan kepada hamba-hambaNya beberapa perkara-perkara ghaib. Sedangkan perkara yang lima macam ini termasuk perkara-perkara yang ilmunya tersembunyi dari seluruh manusia.

Ia tidak diketahui oleh seorang pun nabi yang diutus sebagai rasul dan tidak pula oleh seorang malaikat muqarrab (yang didekatkan), apalagi oleh yang lainnya. Maka Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisiNya sajalah pengetahuan tentang Hari KIamat.” Maksudnya, Dia mengetahui kapan terjadinya, sebagaimana yang difirmankan Allah, "Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia.

Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya.

Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (Al-A’raf:187). “Dan Dia-lah Yang menurunkan hujan,” maksudnya, hanya Dia semata yang bisa menurunkannya dan mengetahui waktu turunnya, “dan mengetahui apa yang ada dalam Rahim.” Dia-lah yang menciptakan apa yang ada di dalam Rahim, dan Dia mengetahui hakikatnya, apakah dia laki-laki ataukah perempuan? “Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan diusahakannya besok,” dari usaha dalam urusan agamanya dan urusan dunianya, “dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.” Tetapi hanya Allah sajalah yang mengetahui semua itu. Setelah Allah mengkhususkan hal-hal tersebut (bagi diriNYa), maka Dia menyatakan bahwa keluasan ilmuNya meliputi segala sesuatu, seraya berfirman, “Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” Dia meliputi segala sesuatu yang lahir, yang batin, yang tersembunyi, yang tersimpan, dan yang rahasia. Dan di antara hikmahNYa yang sempurna adalah Dia merahasiakan lima perkara tersebut dari hamba-hambaNya, karena di dalamnya terkandung banyak maslahat yang sudah pasti tidak bisa diragukan lagi bagi siapa saja yang merenungkannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/7518-surat-luqman-ayat-34.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

34. Sesungguhnya hanya Allah-lah Yang mempunyai pengetahuan tentang hari kiamat, tidak ada Yang mengetahui selain Dia. Allah lah Yang menurunkan hujan pada waktu dan tempat tertentu.

Yang Maha Mengetahui segala deskripsi tentang semua janin yang masih berada di dalam rahim. Allah Maha Tahu segala yang akan terjadi pada setiap janin, baik itu kebaikan atau keburukan yang akan menimpanya, laki-laki atau perempuan dan sebagainya tanpa perlu bantuan atau melihat langsung. Sedangkan di sisi lain, tidak ada satu jiwa pun yang dapat mengetahui tentang apa yang akan terjadi padanya, baik itu kebaikan atau keburukan.

Juga tidak ada satu pun jiwa yang mengetahui di mana kelak dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Luas Ilmu-Nya atas segala sesuatu. Allah Maha Mengawasi atas segala sesuatu baik yang tampak maupun tidak tampak darinya.

Maksud dari alkasbu adalah segala sesuatu yang diperoleh oleh manusia baik berupa anugerah maupun beban, baik ataupun buruk. Ayat ini turun untuk seorang Badui bernama Alharits bin Amru, ketika dia bertanya tentang janin yang sedang dikandung istrinya. Juga bertanya tentang waktu turun hujan, juga bertanya tentang waktu kematiannya.

Sehingga Allah menurunkan ayat ini sebagai 5 kunci pengetahuan tentang alam ghaib.

Sumber: https://tafsirweb.com/7518-surat-luqman-ayat-34.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ini merupakan kunci-kunci hal ghaib yang hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. Maka tidak ada seorangpun yang dapat mengetahuinya kecuali setelah pengajaran Allah SWT tentangnya. Pengetahuan tentang waktu hari kiamat itu tidak ada seorangpun dari kalangan nabi yang diutus atau malaikat yang terdekat mengetahuinya (tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangan­nya selain Dia) (Surah Al-A'raf: 187) Demikian juga tentang turunnya hujan, tidak ada yang mengetahuinya selain Allah SWT, tetapi jika Allah memerintahkan untuk turunnya hujan, maka para malaikat ditugaskan untuk itu mengetahuinya, demikian juga orang yang Dia kehendaki dari kalangan makhlukNya.

Tidak ada yang mengetahui apa yang ada di dalam rahim, yaitu apa yang akan Dia ciptakan selain Dia. Akan tetapi jika Allah memerintahkan agar menjadi laki-laki atau perempuan, atau menjadi orang yang celaka atau orang yang bahagia, maka para malaikat yang ditugaskan untuk itu mengetahuinya, demikian juga orang yang Dia kehendaki dari kalangan makhlukNya. Demikian juga tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang akan dia besok di dunia dan akhirat (Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati) yaitu di negerinya atau di negeri lain di antara negeri-negeri yang ada.

Tidak ada seorangpun yang mengetahui hal itu. Ayat ini semakna dengan firmanNya: (Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri) (Surah Al-An'am: 59) Sunnah juga menyebutkan hal ini dengan istilah "kunci-kunci hal ghaib" Diriwayatkan dari Ibnu Umar, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Kunci-kunci hal yang ghaib itu ada lima yang tidak ada seorang pun yang mengetahuinya kecuali hanya Allah (Yaitu sesungguhnya Allah, hanya di sisiNyalah pengetahuan tentang hari kiamat; Dialah yang menurunkan hujan; Dia mengetahui apa yang ada di dalam rahim; tiada seorang pun yang mengetahui apa yang akan diusahakannya besok; dan tiada seorang pun yang mengetahui di bumi manakah dia akan mati; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (34)) Firman Allah SWT: (Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati) Qatadah berkata bahwa ada beberapa hal yang hanya diketahui Allah saja.

Dia tidak memperlihatkannya, baik kepada seorang malaikat yang terdekat dan tidak pula kepada seorang nabi yang diutus. (Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat) Maka tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan hari kiamat terjadi, tahun berapa, bulan apa, di malam atau di siang hari (dan Dialah Yang menurunkan hujan) Maka tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan hujan akan turun, di siang atau malam hari (dan Dia mengetahui apa yang ada di dalam rahim) Maka tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang ada dalam rahim, laki-laki atau perempuan, berkulit merah atau berkulit hitam, dan bagaimanakah nasibnya. (Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok) Apakah kebaikan atau keburukan. Dan kamu tidak mengetahui, wahai anak cucu Adam, kapankan kamu mati, barangkali kamu mati besok, dan barangkali kamu tertimpa musibah besok. (Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati) yaitu tidak ada seorangpun yang mengetahui di manakah dia akan mati di bumi, di laut, di hutan, di lembah, atau di bukit

Sumber: https://tafsirweb.com/7518-surat-luqman-ayat-34.html

Informasi Tambahan

Juz

21

Halaman

414

Ruku

357

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved