اٰل عمران (Ali 'Imran)

Per AyatMushaf
ذٰلِكَ
demikianlah
نَتْلُوْهُ
kami membacakannya
عَلَيْكَ
atasmu/kepadamu
مِنَ
dari
الْاٰيٰتِ
ayat-ayat/bukti-bukti
وَالذِّكْرِ
dan Adz Dzikir/Al Quran
الْحَكِيْمِ
yang penuh hikmah
﴿٥٨﴾
Demikianlah Kami bacakan kepadamu (Muhammad) sebagian ayat-ayat dan peringatan yang penuh hikmah.
351 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Itulah yang kami kisahkan kepadamu tentang perkara Isa, diantara dalil-dalil yang jelas atas kebenaran risalahmu, dan kebenaran al-quran al-hakim yang membedakan antara kebenaran dan kebatilan, maka tidak ada keraguan pedanya dan tidak ada kebohongan.

Sumber: https://tafsirweb.com/1190-surat-ali-imran-ayat-58.html

Tafsir as-Sa'di

58. maksudnya, al-Quran yang agung ini yang di dalamnya terdapat kisah orang-orang terdahulu dan yang datang belakangan, para nabi dan rasul merupakan ayat-ayat Allah yang jelas. Dan al-quran selalu mengingatkan manusia pada setiap perbuatan mereka, Dia adalah pemutus perkara yang bijaksana dan kisah-kisah yang benar, serta hukum-hukum yang baik.

Sumber: https://tafsirweb.com/1190-surat-ali-imran-ayat-58.html

Tafsir Al-Wajiz

58 Cerita tentang kisah Isa dan Maryam itu Kami kisahkan kepada kamu wahai Nabi Allah sebagi salah satu bukti kebenaran kerasulanmu dan dari Al Quran yang penuh hikmah. Hasan Al bashri berkata: Datang seorang rahib dan dua orang tukang kayu, salah satu dari mereka berkata: Siapa ayah Isa? Maka rasul Allah tidak panik, sampai diperintahkan oleh tuhannya, maka turunlah kepadanya ayat ini dari awal hingga akhir ayat 60.

Sumber: https://tafsirweb.com/1190-surat-ali-imran-ayat-58.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 55-58 Para mufasir berbeda pendapat tentang firman Allah (sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku). Qatadah dan lainnya berkata ini adalah sesuatu yang didahulukan dan diakhirkan, maksudnya “Sesungguhnya Aku mengangkatmu kepadaKu dan mewafatkanmu”, yaitu setelah itu. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa “Mutawaffika” maknanya yaitu mematikanmu.Mathar Al-Waraq berkata “mematikanmu” di dunia, dan itu bukanlah wafat berupa kematian. Demikian pula yang dikatakan Ibnu Jarir. Bahwa mematikannya maknanya adalah mengangkatnya.Mayoritas ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan wafat di sini adalah tidur, sebagaimana Allah berfirman: (Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari) (Surah Al-An'am: 60) dan (Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir (42)) (Surah Az-Zumar) Demikian pula Rasulullah ﷺ ketika bangun dari tidur biasa mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami...”, Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina) (156) dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka) sampai firmanNya (mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa (157) Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya.Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (158) Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka) (Surah An-Nisa').Dhamir dalam firmanNya: (Qabla mautihi) merujuk kepada nabi Isa, yaitu: bahkan dari Ahli Kitab tidak ada yang akan beriman kepada nabi Isa sebelum kematian nabi Isa. Hal itu ketika dia turun ke bumi sebelum hari kiamat sesuai dengan penjelasan yang akan datang, maka pada saat itu seluruh Ahli Kitab akan beriman kepadanya, karena dia akan memberlakukan jizyah dan hanya menerima Islam. Firman Allah سبحانه وتعالى (membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir) yaitu dengan mengangkatmu ke langit (dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat) Demikianlah yang terjadi, sesungguhnya nabi Isa, ketika Allah mengangkatnya ke langit, para pengikutnya terpecah menjadi berbagai kelompok.Di antara mereka ada yang percaya bahwa dia adalah hamba Allah, RasulNya, dan putra dari umatnya. Ada juga di antaranya yang ada yang melebihkan dan menyebutnya sebagai anak Allah, ada juga yang mengatakan bahwa dia adalah Allah, serta ada yang mengatakan bahwa dia adalah salah satu dari Trinitas. Allah telah mengisahkan pendapat mereka dalam Al-Qur'an dan memberikan balasan terhadap setiap kelompok.Rasulallah ﷺ yang jujur dan bisa dipercaya telah memberitahukan kepada umatnya bahwa kelompok lainnya dari mereka akan menaklukkan Konstantinopel dan mengambil harta di dalamnya, serta membunuh orang-orang Romawi dengan melakukan pembantaian yang sangat besar, yang belum pernah dilihat oleh manusia sebelumnya dan tidak akan ada yang serupa setelahnya. Semua ini dijelaskan dalam satu bagian oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman : (dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat) yaitu pada hari kiamat (dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya (55) Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Aku siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong (56)). Demikianlah yang akan Allah سبحانه وتعالى lakukan terhadap orang yang mengingkari nabi Isa dari golongan orang-orang Yahudi atau melebihkan statusnya dan terlalu memujinya dari golongan orang Nasrani.Allah menyiksa mereka dengan dibunuh dan disandera, serta mengambil harta dan menghilangkan kekuasaan mereka. Dan di akhirat menyiksa dengan azab yang lebih keras dank eras. (Bagi mereka azab dalam kehidupan dunia dan sesungguhnya azab akhirat adalah lebih keras) [Surah Ar-Ra'd: 34], (Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka) yaitu di dunia dan akhirat, di dunia dengan diberi pertolongan dan kemenangan, sedangkan di akhirat diberi surga yang tinggi. (dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim) Kemudian Allah berfirman: (Demikianlah (kisah Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al Quran yang penuh hikmah (58)) yaitu ini adalah yang Kami kisahkan kepadamu, wahai Muhammad, mengenai urusan Isa, permulaan kelahirannya, dan bagaimana dia diutus.Ini adalah apa yang difirmankan dan diwahyukan oleh Allah سبحانه وتعالى kepadamu, serta diturunkan kepadamu dari Lauhil Mahfuzh. Oleh karena itu, tidak ada keraguan di dalamnya. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam surah Maryam: (Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya (34) Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia.Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia (35)) (Surah Maryam), dan di sini Allah berfirman:

Sumber: https://tafsirweb.com/1190-surat-ali-imran-ayat-58.html

Informasi

Surat

اٰل عمران (Ali 'Imran)

Keluarga Imran — 200 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

58 dari 200 ayat

Juz

Juz 3

Halaman

Halaman 57

Ruku

Ruku 47

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 12 (23/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-351 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-3